PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 17


__ADS_3

Wah ... wah ... kau sangat cantik Tasya! ucap Tasya melihat pantulan dirinya pada cermin besar yang ada di hadapan-nya.


*Tap


Tap


Tap


Bunyi langkah sepatu Tasya bersahut-sahutan mendekati arah pintu Mansions, dimana Asisten Tony berada.


"Glek*! bunyi Saliva Asisten Tony! No_nona muda sangat cantik," andai nona muda bukan istri tuan muda? aku akan menjadi pendamping nona muda yang menyayanginya sama seperti aku menyayangi diri ku! guman Tony.


"Asisten Tony!" ada apa kau menatap ku seperti ini? apa kah aku sangat jelek? sehingga kau menatap ku seperti ini? tanya Tasya.


"Ti_tidak Nona muda! kau sangat cantik hari ini," mari saya antar ke kantor. tuan muda sudah menunggu kedatangan nona muda sedari tadik! ucap Asisten Tony.


...~~~...


🍃Perusahan A&J Company🍃


Tok


Tok

__ADS_1


Bunyi pintu ruang direktur dimana Cevin berada!


"Tuan muda! apa saya bisa masuk? ucap asisten dari luar.


"Masuklah Tony! biasanya kalau datang langsung masuk saja," jawab Cevin mengerutkan dahi-nya.


"Dimana dia? apa dia tidak datang? ucap Cevin to the poin."


"Wah ... wah ... rupanya tuan Cevin sedang merindukan gadisnya." jawab Tony.


Cevin yang mendengar ucapan Tony barusan langsung menampilkan wajah ketidak sukaan nya atas ucapan Asisten Luknat nya itu.


"Nona muda berada di luar!" tunjuk Tony ke arah pintu dimana Tasya berada.


"Baiklah Tuan muda! ucap Tony." Hahaha ... kau sangat posesif tuan muda! saat nona muda masuk, kau akan menelan Saliva mu' karena nona muda hari ini sangat cantik. ejek Tony.


"Asisten si*lan kau!" tunjuk Cevin.


Saat Cevin marah, Tasya langsung masuk ke ruang kerja Cevin! dan saat itu juga' mata Cevin tertuju ke arah pintu dimana Tasya berada.


"Tuh kan! apa yang ku katakan tuan muda," ejek Tony di belakang Tasya.


"Tuan muda apa yang kau lakukan? asisten Tony kau keluarlah biar saya yang urus semuanya, maaf atas kesalahan yang tuan muda buat," ucap Tasya lembut.

__ADS_1


"Baiklah nona muda! ucap Tony merasa bangga."


"Hey kau! kenapa kau membelahnya? dan meminta maag pada nya? seorang atasan tidak akan meminta maaf pada bawahan." kesal Cevin.


"Tuan muda! ada apa dengan mu? kenapa kau marah padanya? bukankah kau sendiri yang menyuruh Asisten Tony menjemput ku," guman Tasya. tetapi! guman teresebut didengar jelas oleh Cevin.


"Apa kau hanya berdiri disitu, dan berdumel tentang diriku? cepat kemari dan sajikan makanan untuk ku," sejak tadik pagi aku menahan lapar! kesal Cevin.


"Ba_baik tuan muda," jawab Tasya dan berlalu meninggalkan Tony di pintu.


"Tuan makanan nya saya sudah siapkan," tuan sekarang bisa ... ucap Tasya tetapi! langsung di potong oleh Cevin. apa kau tahu Hah? tangan ku mengetik di komputer, artinya aku lagi sibuk. suapin aku! kesal Cevin atas ketidak pekaan Tasya.


"Ta_tapi Tuan! ucap Tasya terbata-bata."


Cup


Satu kecupan mendarat mulus di bibir merah ranum Tasya, bagaikan buah ceri yang habis di petik langsung dari pohonnya.


"Aku tidak suka penolakan! kalau kau menolak? maka aku akan men*ium mu," goda Cevin.


"Aish ... menyebalkan sekali tuan muda ini!" guman Tasya. tuan buka mulut mu, ucap Tasya membentuk mulut nya huruf A.


"Tidak mau! kau duduklah di pangkuan ku," baru kau menyuapiku. goda Cevin lagi.

__ADS_1


"Ta_tapi tuan!" ucap Tasya lagi.


__ADS_2