
Cevin yang mendengar ucapan Tara hanya menanggapi nya dengan senyum kecut. "Aku menginginkan wanita mu menemaniku minum dan ingat jangan ada yang berani menyentuhku." peringat Cevin saat Tara belum menyanggupi ucapan Cevin.
Tara yang mendengar ucapan Cevin hanya menampilkan senyum manis nya "Baik aku sanggupi semua ucapan mu Tuan Cevin." jawab Tara dan berlalu meninggalkan Cevin yang meminum Wisky nya.
Dengan perasaan campur aduk Cevin saat ini ingin melampiaskan kekesalan nya pada minuman yang ada di hadapannya agar ia bisa melupakan perlakuan Tasya pada dirinya.
"Aku fikir kau bukanlah wanita seperti di luar sana yang sudah ku temui, teryata fikiran ku salah! kau sama saja seperti wanita di luar sana yang hanya mendekati pria hidung belang." guman Cevin menatap gelas Wisky.
Cevin yang sibuk melamun, ia tampa sadar seorang wanita yang berpakaian feminim menghampiri nya dan menyadarkan nya dari lamunannya.
"Tuan! apa kau baik-baik saja?" tanya wanita tersebut sedari mengelus tangan Cevin.
Cevin yang mendapat perlakuan tersebut hanya menampilkan senyum sinis nya.
Tampa mereka sadari, seorang pria yabg tak lain bernama Atmo menatap nya dengan senyum yang tak pernah pudar. "Saat nya sudah tiba! Cevin bersiaplah menerima kejutan dari ku." guman Atmo dan mengabdikan foto langka tersebut.
Saat ini Cevin hanya diam saat ia mendapatkan perlakuan tersebut, benar pria mana coba yang bisa menolak atas perlakuan manis dari seorang wanita? sama seperti yang Cevin alami saat ini, ia menerima saat wanita tesebut mengelus tangan nya dan ia juga menuangkan Wisky tersebut kedalam gelas nya.
__ADS_1
...----------------...
Di tempat lain, seorang wanita baru saja sampai di Mansion nya. dan ia berharap kalau suami nya belum pulang dari kantor.
Dengan langkah pelan Tasya masuk kedalam Mansions dan ia melihat semua pelayan bekerja sesuai bidang nya. "Nona muda! ada apa dengan mu?" tanya kepala pelayan Tomy saat ia tak sengaja melihat Tasya masuk kedalam Mansions seperti orang pencuri.
Tasya yang mendengar ucapan Kepala pelayan Tomy kaget setengah mati. "Aaaa .... teriak Tasya."
"Nona muda! apa kau baik-baik saja?" tanya Tomy.
Bukan nya menjawab pertanyaan pak Tomy, ia malah bertanya balik. "Apa tuan muda sudah pulang dari kantor?" tanya Tasya balik.
"Belum Nona muda!" jawab pak Tomy dan berlalu meninggalkan Tasya.
Huft Tasya menghembuskan nafas nya, "tidak biasanya Tuan muda pulang seperti ini" batin Tasya dan meninggalkan ruangan tersebut menujuh kamar nya karena ia benar-benar lelah dan badan nya juga menginginkan vitamin.
Saat Tasya sudah berada di dalam kamar nya dengan baju kasual yang ia sering pakai saat tidur. saat ia membaringkan tubuh nya di atas karung king size nya mendadak telpon genggam nya bunyi,
__ADS_1
Ting! bunyi ponsel Tasya di atas nakas yang ada di samping nya, "Siapa! tidak biasa nya ponsel bunyi saat tengah malam seperti ini?" guman Tasya dan beralih mengambil ponsel nya.
Seketika mata Tasya terbelalak saat ia membuka email nya dan melihat foto suami nya yang bermesraan. "Hahaha ... apa seperti ini kelakuan mu sebenarnya? tenyata aku salah telah percaya padamu." kesal Tasya dan membuang ponsel nya tersebut ke lantai marmer kamar nya.
Tampa ia rasa bening kristal mengalir di pipi nya, kenapa! kenapa saat aku benar-benar percaya pada mu, dan kau membuang rasa percaya ku pada dirimu." ucap Tasya sesungkkan.
Tasya! ada apa dengan mu? kenapa kau menangisi seorang pria sepertinya. bukankah pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak? dan sekarang empat bulan sudah berlalu tinggal dua bulan lagi semua nya benar-benar selesai. batin Tasya sedari menghapus air mata nya.
***Bersambung.....
Oh ia Elis ingin memberi nama teruntuk Readre's ku yang tercinta dan yang ku sayanggi.
Kan ngakk lucu tuh kalau Elis manggil nya Readers atau kalian bukan!
Jadi Elis beri nama Ellen yang artinya mempunyai kepribadian magnetik dan gampang bergaul.
Ku harap kalian bisa menerima nama ini "Ellen"
__ADS_1
Love You Ellen ππ***