PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 9


__ADS_3

"Cevin sangat menikmati setiap inci bibir Tasya," hingga tampa sadar Cevin me*umat bibir Tasya. dan tampa sadar Tasya juga mengikuti permainan Cevin, saat itu Cevin mulai me*umat bibir Tasya hingga ke leher dan tak lupa meninggalkan kepemilikan disana.


Derttt ...


Derttt ...


Derttt ...


Anggap saja telpon genggam. 😁 telpon genggam Cevin bunyi di nakas, dan seketika juga Cevin sadar apa yang ia lakukan dengan Tasya.


"Cih ... mengganggu saja batin Cevin," berbeda dengan Tasya yang kehabisan nafas. Dasar Monster mau nya bunuh orang saja! apa dia tidak lihat apa? aku dari tadik kehabisan nafas, Hufttt ... terima kasih kau telah menolongku dari monster ini batin Tasya.


"Hey ... kau mau kemana?" geram Cevin.


"A_aku mau kebawah tuan muda,"jawab Tasya dengan ngos-ngosan karena kehabisan nafas yang di buat oleh Cevin.


"Tidak kau tidak boleh turun! aku ingin melanjutkan aktifitas ku tadik, goda Cevin!"


"A_apa! kaget Tasya," aku tidak ingin melanjutkan nya lagi monster! ceplos Tasya.

__ADS_1


"Apa! apa kau memanggilku dengan sebutan Monster?" baiklah aku akan menghukum mu di tempat itu, tunjuk Cevin ke kasur king size.


"Aaaaaa ... kau! dasar monster mesum!" seketika itu Tasya berlari meninggalkan kamar Cevin yang berada di lantai dua menujuh dapur.


Ditempat lain Celsi mendengar semua ucapan Cevin dan Tasya' Sayang! apa kau bersama wanita lain? teriak Celsi. dan seketika gendang telinga Cevin serasa pecah.


"Ti_tidak sayang! itu tadik pelayan yang memanggilku," elak Cevin.


"Tetapi! aku tadik mendengar seorang wanita," kalau kau? belum sempat Celsi menyelesaikan ucapannya kini di potong oleh Cevin. tidak sayang! kau pasti salah dengar. ucap Cevin. Aaaa ... kenapa aku menekan ikon panggilan? jadi Celsi mendengar semua nya batin Cevin.


"Tidak! kau pasti berbohong pada ku sayang," kau itu milik ku? ingat itu, ancam Celsi.


"Sayang aku tidak akan membiarkan wanita lain mendekati mu kecuali diriku," ingat itu sayang, jadi aku mohon hargailah larangan ku ini! Hiks ... hiks ... hiks ... kini air mata Celsi mengalir indah di pipi chubby nya.


"Sa_sayang! apa kau menagis? ku mohon janganlah menagis! aku janji aku tidak akan bersama wanita lain, kecuali dirimu sayang. ucap Cevin menenangkan Celsi dari tangis nya.


"Terima kasih sayang," sayang aku akan ke rumah mu! tunggu aku sayang, umach ... ucap Celsi dan mengakhiri telpon genggam nya.


Apa aku tetap di rumah atau pergi ke kantor bekerja? tetapi? kalau aku ke kantor Celsi akan marah dan? tidak itu tidak akan terjadi, aku sangat menyayangi Celsi guman Cevin.

__ADS_1


Cevin mengganti pakaian kantor nya dengan pakaian santai sambil bersiul-ria


"Ting Tong ...


Ting Tong ...


Ting Tong ...


Bel pintu Mansions Pratama berbunyi bersahut sahutan, siapa sih pagi- pagi bertamu? guman Tasya.


Ceklek pintu Mansions terbuka.


"Hey babu! apa kau ingin calon menantu Pratama terbakar oleh sinar matahari Hah?" bentak Celsi.


"Maaf nona," atas keteledoran saya! ucap Tasya dan tak lupa menundukkan kepala nya.


"Minggir calon menantu Pratama mau masuk," sambil mengibas-,ngibaskan tangan nya ke udara.


"Cih dasar ...baru saja jadi calon menantu Pratama! apa jadi nya nanti kalau sudah jadi menantu Pratama? mungkin saja pelayan di rumah ini sudah di terkam oleh Mak Lampir sepertimu. kesal Tasya.

__ADS_1


Note: Awok ... Awok ... Awok ... Hey nona Celsi kau baru jadi calon! tidak seperti Nona Tasya yang sudah jadi menantu Pratama.


__ADS_2