
"Akhirnya hubungan ini berakhir," guman Tasya menatap secarik kertas yang berisi surat kontrak mereka berdua.
Dengan perasaan campur aduk Tasya menujuh lemari yang berisi pakaian nya, "Surat kontrak sudah berakhir, dan sekarang aku pergi dari rumah ini saat dan mencari kedua orang tua ku." guman Tasya menghapus air mata nya.
Koper yang ukuran sedang tersebut sudah siap dan Tasya juga sudah bersiap untuk pergi dari Mansions Tersebut. "Ayah maafkan Tasya karena Tasya mengingkari janji Tasya." lirih Tasya.
Tasya saat ini sudah berada di bawah, dan melihat semua pelayan berlalu lalang. tampa Tasya sadari ternya Pak Tomy mendengar pertengkaran Tuan dan nona muda nya tersebut. "Nona muda apa kau benar-benar pergi dai sini?" tanya Pak Tomy senduh.
Dengan sisa senyum manis yang ia punya, memperlihatkan pada semua pelayan yang baru saja menyadari kalau Nona muda nya pergi. "Benar aku akan pergi dan ta'kan pulang lagi." ucap Tasya menampilkan senyum manis nya.
Nona muda! kau benar-benar wanita kuat, semoga tuan muda menyesal telah memperlakukan mu nona." batin Pak Tomy menatap Tasya senduh.
"Baiklah kalau gitu aku pergi duluh, dan apa bila kita bertemu di luar sana ku harap kalian tidak memanggilku dengan sebutan "Nona muda" lagi, karena aku sekarang bukan nona muda kalian." titah Tasya dan memeluk satu persatu pelayan yang selama ini menjaga nya di Mansions.
...----------------...
__ADS_1
Di tempat lain Cevin melampiaskan kekesalan nya dan di temani oleh segelas Wisky. "Tuan ada apa dengan mu?" tanya Asisten Tony melihat Tuan muda nya terpuruk.
"Aku memanggil mu kesini untuk menemani ku minum, bukan bertanya" jawab Cevin tajam.
Tony yang mendengar ucapan Tuan nya tersebut memilih untuk diam dan menemani nya minum.
"Ada apa dengan Cevin? tidak biasa nya kau seperti ini." batin Tony menatap Tuan sekaligus bos nya itu.
Di tempat lain seorang pria dan wanita yang tak lain bernama Atmo dan Celsi senang melihat Cevin menderita. "Hahaha ... permainan sudah di mulai," batin Atmo menatap Tajam monitor yang tersambung langsung ke Club yang di tempati Cevin dan Asisten nya itu.
Kring ponsel Atmo bunyi di atas meja kerja nya. Atmo yang melihat ponselnya berbunyi melenggang pergi dari hadapan Celsi dan Bodygart lain nya.
"Ma_maaf tuan! tetapi ini adalah berita penting jadi saya menelpon tuan," jawab si penelpon.
"Cepat katakan! aku sudah tidak sabar kabar baik apa yang beri." Pekik Atmo.
__ADS_1
Atmo yang mendengar ucapan Bodygart nya tersebut tersenyum manis, "Akhirnya waktu permainan telah tiba." guman Atmo dan mematikan sambungan telpon nya secara pihak.
...----------------...
Tasya sedari tadik pagi pergi dari Mansions tampa mengetahui arah tujuan nya. "Mommy Dady! kemana lagi aku mencari keberadaan kalian?" lirih Tasya meneteskan air mata nya. "A_apa kah Cevin belum membebaskan Mommy dan Dady? te_tetapi ia telah berjanji padaku," lirih Tasya lagi.
"Apa kah janji tersebut hanya lah janji manis saja?" Aku benci pada mu CEVIN PRATAMA!" pekik Tasya.
Orang-orang yang melihat Tasya berteriak histeris menggelengkan kepala nya, "Hey apa kau sudah gila?" Pekik Wanita muda tersebut dan berlalu meninggalkan Tasya hilang kendali.
"Ia benar aku gila! aku gila karena mereka menyekap kedua orang tua ku." Pekik Tasya lagi.
Wanita malang, terpisahkan oleh kedua orang tua nya dan ia menikah dengan pria musuh masa lalu Dady nya.
*Bersambung....
__ADS_1
Teruntuk Ellen ku sayang maaf Elis saat ini up hanya 1 part saja, karena Elis lagi kurang enak badan. Doa'in Elis ia agar cepat sembuh dan bisa up kembali seperti biasa.
Love You Ellen ππ*