Putri Yang Diabaikan

Putri Yang Diabaikan
26. Berharga


__ADS_3

Transaksi yang dilakukan dipelabuhan nyatanya tak berjalan dengan baik. Utusan dari kerajaan tetangga ternyata hanya menipu pihak kekaisaran. Mereka menjual baju zirah berkualitas rendah dengan harga sangat tinggi, demi meraup keuntungan. Hal itu diungkap oleh Arron sendiri dihadapan para utusan kerajaan dan kekaisaran yang sedang melakukan transaksi.


"Apa yang Anda lakukan, Yang Mulia. Anda tidak boleh seperti ini pada utusan kerajaan." kata seseorang dengan gemetaran karena sebilah pedang mengarah ke lehernya.


"Kenapa tidak boleh? Kau pikir bisa membodohi kekaisaran dengan kata manismu itu, hah? kau mungkin bisa menipu kerajaan atau kekaisaran lain. Namun, di sini kau tak akan bisa melakukan apa yang kau inginkan. Dasar penipu." kata Arron.


"Kami tidak menipu, Yang Mulia. Kami hanya ... " kata utusan itu.


"Hanya apa? apa memang begini cara transaksi kalian selama ini? kalian menjual barang sampah tidak berguna. Kalau para prajurit kekaisaran menggunakan zirah ini untuk berperang, lantas apa yang akan terjadi? Dasar tidak tahu malu. Sudah tahu salah masih juga tidak mengakui. Kembalilah, dan katakan pada pembuat baju zirah ini. Jika tidak ingin kehilangan semua yang dimiliki, maka sebaiknya tidak mempermainkan kekaisaran," kata Arron nenatap tajam.


"Ba-baik, yang Mulia." jawab utusan itu dan buru-buru pergi.


Pada akhirnya para utusan kerjaan itu pergi dengan barang bawaan yang mereka bawa. Mereka menaiki kapal kembali ke kerajaan asal mereka.


Victor mengambil pecahan baju zirah yang sebelumnya dihancurkan Arron. Ia menatap lekat benda yang ada ditanganny itu.

__ADS_1


"Bagaimana bisa mereka melakukan ini?" gumam Victor.


"Guru ... besok kita kembali saja." kata Arron berjalan mendekati Victor.


Victor menatap Arron, "Apa kau sudah menyelidiki semuanya? sejak awal kau tahu, jika transaksi ini tidak akan terjadi, kan?" tanya Victor.


"Panjang jika harus dijelaskan. Intinya aku menemukan sesuatu yang mencurigakan dari baju zirah yang akan dikirim ke kaisaran sebelumnya. Kwalitasnya sangat buruk. Dan saat aku datang untuk menyelediki kerjaan barat, banyak hal tak terduga yang kudengar dan kulihat sendiri. Karena itu tadi aku langsung mengambil satu baju zirah dan menghancurkannya. Ternyata semua sesuai dugaanku. Mereka melakukan kecurangan dengan bahan pembuatan baju zirah. Sudah ketahuan masih mengelak. Dasar orang-orang licik," jelas Arron pada Victor.


"Ah, jadi ini alasan kau pergi selama hampir sebulan saat itu?" tanya Victor.


"Ya. Sebagai calon Kaisar masa depan, aku harus benar-benar memperhatikan kesejahteraan penduduk dan prajurit," jawab Arron.


"Kau sudah besar, ya? padahal, Arron yang kukenal tidak akan peduli pada urusan orang lain dan sibuk berlatih juga belajar." kata Victor.


"Saat itu dan sekarang berbeda, Guru. Arron yang dulu, adalah anak berumur enam tahun yang harus bersembunyi dari perang saudara. Terlebih guru tahu sendiri, betapa lemahnya tubuh ini. Tanpa berlatih, tanpa bantuan dari guru, tidak mungkin aku bisa seperti ini. Sekarang, aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan. Juga, menghadapi lawan tanpa rasa takut," jelas Arron.

__ADS_1


Victor terdiam. Ia teringat akan masa lalu. Saat itu ia bertemu Arron secara tidak sengaja tanpa mengetahui siapa itu Arron. Pada saat itu memanglah terjadi perang saudara. Antara Kaisar saat ini dengan sang Adik.


Adik dari kaisar melakukan pemberontakan dibantu faksi bangsawan yang mendukungnya. Saat itu Adik dari Kaisar menilai, jika sang Kakak tidak layak menempati posisi Kaisar karena lemah. Sang Adik berpikir, seorang pemimpin haruslah seseorang yang kuat dan tangguh sepertinya. Bukan seseorang bertubuh lemah yang sakit-sakitan dan hanya mengandalkan kebijaksanaan sebagai acuan memimpin sebuah negara.


Perang besar pun terjadi, Adik - Kakak itu memegang pedang masing-masing dan saling menyerang. Di luar dugaan sang Adik, ternyata Kakaknya sudah bertumbuh menjadi sosok yang kuat bahkan lebih kuat darinya. Hanya saja, sang Kakak menyembunyikan kekuatannya dihadapan sang Adik dan membuat sang Adik terkecoh.


Peperangan dimenangkan oleh sang Kakak. Dan sang Kakak yang merupakan Kaisar itu, langsung mengurung sang Adik ke tahanan dan menjatuhi hukuman setimpal. Tidak hanya sang Adik, para faksi bangsawan yang ikut serta dalam pemberontakan pun, diambil gelarnya dan langsung dieksekusi tanpa ampun.


Kaisar yang tahu perang saudara akan terjadi, langsung menyembunyikan putra kesayangannya dipedalaman sebuah hutan bersama kesatria dan seorang dayang. Ia tidak ingin Arron terluka, karena Arron adalah satu-satunya harta yang paling berharga yang ditinggalkan mendiang sang istri yang meninggal setelah melahirkan Arron.


Victor yang baru pulang dari peperangan pun bertemu Arron yang tengah dalam pelarian. Rupanya Arron melarikan diri dari kejaran orang yang akan membunuhnya, dan bersembunyi di gubuk tua tempat Victor beristirahat sejenak. Victor yang awalnya tidak tahu siapa anak kecil yang tampak kacau itu pun bertanya nama dan tempat tinggal sang anak. Barulah setelah dijawab, Victor tahu, kalau anak laki-laki yang ada dihadapannya adalah putra mahkota.


Arron yang masih kecil itu pun mecetitakan dengan jelas, apa yang terjadi padanya, mulai dari ia dikirim ke hutan, dan tiba-tiba rumah tinggal sementaranya didatangi orang-orang tidak dikenal yang ingin menangkap dan membunuhnya. Dayang dan kestaria penjaganya bertarung melawan sekelompok penjahat itu, dan ia langsung melarikan diri begitu ada celah. Karena sang Ayah berpesan, jika hal buruk terjadi, Arron diminta berlari mengikuti sungai dan meminta bantuan, jika melihat orang dengan baju zirah emas. Kaisar mengatakan, kalau Arron harus bertahan hidup, apapun yang terjadi nantinya.


Victor lantas mengirim beberapa prajurit membantu dayang dan kesatria Arron. Ia membawa Arron bersamanya dan menitipkan Arron pada tangan kananya. Sementara Victor pergi kekaisaran untuk membantu Kaisar.

__ADS_1


Victor merasa bersalah, ia tidak tahu kalau akan terjadi pemberontakan selama ia tidak berada dikekaisaran. Dan ia baru tahu, ternyata Kaisar mengirim Victor dengan sengaja, karena tidak ingin melibatkan Victor dalam perang saudara. Saat Victor bertanya apa alasan Kaisar bersikap demikian, Kaisar hanya menjawab dengan senyuman dan berkata kalau Victor harus tetap hidup, agar bisa membantunya merawat Arron. Kaisar tidak tahu apa yang akan terjadi, bisa saja ia terbunuh. Kalau ia meninggal, lantas bagaimana nasib putranya? Orang yang paling Kaisar percayai adalah Victor, yang tak lain adalah teman baiknya sendiri.


Jika saja saat perang terjadi, Victor ads di kekaisaran dan pihak Kaisar mengalami kekalahan, maka Victor sekeluarga akan menerima hukuman. Kaisar tidak ingin hal demikian terjadi. Perang saudara terjadi karena Kaisarlah target dari keserakahan sang Adik. Maka Kaisar tidak ingin melibatkan orang-orangnya yang berharga.


__ADS_2