Putri Yang Diabaikan

Putri Yang Diabaikan
9. Akademi


__ADS_3

Setelah mengambil libur panjang dan hanya mengikuti kegiatan belajar di rumah, Olivia akhirnya kembali ke akademi. Kedatangannya langsung menggemparkan Akademi, karen Victor, Octavius dan Owen langsung mengantar Olivia. Meski sebelumnya Olivia menolak karena merasa malu, namun ketiga orang itu terus memaksa dengan berbagai alasan.


Begitu turun dari kereta kuda. Olivia langsung berpamitan dan pergi masuk ke kelasnya. Sedangkan Victor, dan kedua anak laki-lakinya pergi menemui Kepala Akademi.


***


Olivia masuk dalam kelas. Ia mendengar semua temannya berbisik-bisik. Tak lama seseorang datang mendekati Olivia dan bertanya tentang kabar Olivia selama enam bulan terakhir.


"Hai," sapa salah seorang teman Olivia.


"Ya, ada apa?" tanya Olivia menatap temannya itu.


"Itu, aku hanya ingin menyapamu. Kau tidak terlihat delama enam bulan ini. Apakah ada sesuatu?" tanya seseorang itu.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang sakit dan Dokter bilang butuh waktu cukup lama untuk pemulihan. Karena itu aku meminta izin tidak masuk dan mengikuti pelajaran di rumah," jawab Olivia.


"Oh, be-begitu ... syukurlah. Kau sekarang tampak baik-baik saja. Aku khawatir padamu setelah kau didorong ke kolam waktu itu," kata seseorang itu.


Olivia mengerutkan dahi, "Di dorong ke kolam? apa dia tahu sesuatu tentang apa yang sebenarnya terjadi? karena tepat setelah kejadian saat itulah aku merasuki tubuh Olivia ini. Apa sebaiknya aku cari tahu saja darinya ya? Bagaimanapun, aku ingin tahu, apa penyebab Olivia meninggal sehingga aku bisa merasuki tubuhnya," batin Olivia penasaran.


"Begini, bisakah kau ikut denganku sebentar? mari bicara sembari jalan-jalan," ajak Olivia.


Gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepala. Sepertinya ia senang dengan tawaran yang Olivia ajukan. Keduanya lantas keluar dari kelas dan berjalan menuju taman Akademi.


***


Di ruang Kepala Akademi. Victor terlihat marah dan menegur Kepala Akademi sampai Kapala Akademi gemetaran. Victor tidak percaya, pelaku yang membuat putrinya tak sadarkan diri karena tenggelam di kolam tidak diketahui. Justru pihak Akademi menutup kasus tersebut, seolah membela si pelaku.

__ADS_1


"Ma-maafkan saya, Tuan Duke. Saya ... " kata Kepala Akademi yang langsung dipotong oleh Victor.


"Maaf? hanya maaf yang bisa kau katakan? Omong kosong macam apa ini, Marquis Ballea? aku setuju menjadikanmu Kepala Akademi karena kupikir kau adalah seseorang yang adil. Namun, apa yang sudah kau lakukan? kau tidak berniat sedikitpun mencari kebenaran atas apa yang Putriku terima," sahut Victor marah.


"Ayah, tenangkan diri Anda. Sebaiknya saya saja yang bicara dengan Kepala Akademi," kata Owen.


Owen menatap Octavius seperti sedang memberikan isyarat. Octavius segera mendekati Victor dan mengajak Victor keluar dari ruangan Kepala Akademi.


"Ayah, kita tunggu di luar saja dulu. Biarkan Owen yang bicara," kata Octavius.


Victor mengerutkan dahi, "Dengar baik-baik peringatanku, Marquis. Jika kau tak membawakan pelakunya, maka kau akan kehilangan jabatan yang selama ini kau inginkan ini. Kau kira, siapa pemilik Akademi ini, hah? Dasar sialan!" kata Victor memukul meja sampai retak.


"Ayah, tolong tenang. Jangan sampai kejadiam ini menimbulkan masalah serius yang nantinya merugikan nama baik keluarga. Ingat, Olivia hari ini sudah mulai mengikuti kelas," bisik Octavius.


Mendengar penjelasan Octavius, Victor lantas berdiri dari duduknya dan pergi kelaur ruangan. Octavius mengikuti Victor, membiarkan Adiknya, Owen berbicang dengan Kepala Akademi.


Senyuman Owen langsung membuat Kepala Akademi membeku. Ia pun langsung memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelakunya pada Owen. Kepala Akademi mengaku, ia mendapat ancaman dari pihak pelaku, sehingga ia mau tidak mau menutup kasus dan menyebarkan rumor, jika Olivia terjatuh sendiri ke dalam kolam.


***


Sementara itu, saat sedang berjalan-jalan dan mendengarkan cerita temannya bicara, tiba-tiba Olivia dan temannya dihadang tiga orang gadis sebaya.


"Hei, kau. Aku dengar kau sudah tidak sadarka diri saat masuk ke kolam. Apa sekarang kau sudah sehat? itu artinya, kau bisa menemaniku bermain lagi?" kata gadis itu menatap tajam pada Olivia.


"Rosetta, jangan ganggu Olivia lagi. Apa kau ingin membuatnya tenggelam lagi seperti waktu itu?" sentak gadis yang berdiri di sisi Olivia, Chloe.


Olivia terkejut mendengar perkataan Chloe, ia mengerutkan dahinya. Ia menatap Rosetta dengan tatapan marah dan kesal.

__ADS_1


"Oh, jadi kau ... " kata Olivia.


"Ya, aku. Kenapa? apa yang akan kau lakukan? Itukan salahmu sendiri yang bertubuh lemah dan tidak bisa berenang. Padahal aku hanya menyiku lengamu da kau tercebur ke kolam." kata Rosetta.


"Setelah apa yang kau lakukan, kau bahkan tidak menyesal. Kau juga tidak meminta maaf?" kata Olivia.


"Hah, untuk apa meminta maaf? kejaidan itu kan, tidak disaksikan orang lain. Hahaha ... " jawab Rosetta.


"Bohong! padahal banyak mata yang melihat. Mereka hanya enggan memberitahu kebenarannya karena takut pada keluargamu saja. Kau ... kau ... kau meminta Ayahmu mengancam keluarga kami, bukan?" kata Chloe gemetaran.


Rosetta marah, ia mengangkat tangan hendak menampar Chloe, tapi Olivia menagkis tangan Rosetta dan segera menepis tangan Rosetta sampai Rosetta hampir jatuh. Dua teman Rosetta pun segera menolong Rosetta.


"Bagaimana bisa dia menjadi begitu kuat?" batin Rosetta.


"Jangan hanya berani berlindung dipunggung seorang Ayah. Kita bukan anak kecil berusia lima tahun, Rosetta. Satu hal lagi, jangan kau gunakan kekerasan pada temanmu. Terlebih itu dihadapanku," kata Olivia dengan nada suara dingin.


"Kau ... beraninya kau menghalangiku. Dasar anak buangan. Kau itu harus sadar, kau itu ditelantarkan kelaurgamu. Kau berbeda denganku yang selalu mendapatkan kasih sayang dan cinta orang tua. Kau itu hanyalah Putri yang diabaikan, Olivia. Ingat itu," kata Rosetta mengejek.


"Entahlah. Aku tidak mengerti kau mendengar rumor ssperti itu dari mana. Ayah dan kedua Kakakku memang sangat sibuk. Mereka melakukan tugas mulia dengan berperang dan membasmi monster. Berbeda dengan Ayah seseorang yang hanya duduk manis dan beromong kosong. Oh, aku lupa. Kalau Marquis memiliki kasino dan ... " kata-kata Olivia langsung disela Rosetta.


"Tutup mulutmu, Olivia!" sentak Rosetta ingin menampar Olivia.


Karena sudah kesal dengan sikap Rosetta. Olivia pun mengeluarkan sedikit tenanga dan mendorong Rosetta jatuh ke kolam.


"Tolong! Tolong aku ... aku ... hummbbb ... tolong ... " kata Rosetta panik.


"Kau ini sungguh cengeng sekali. Buka matamu dan lihat baik-baik. Air dalam kolam itu bahkan tidak sampai sepinggangmu," kata Olivia.

__ADS_1


Rosetta kaget. Ia segera berdiri dan marah-marah pada Olivia. Namun, Olivia tak menghiraukannya dan menarik tangan Chloe pergi meninggalkan Rosetta dan dua temannya.


__ADS_2