Putri Yang Diabaikan

Putri Yang Diabaikan
34. Tiga Inti Monster


__ADS_3

Karena Victor merasa ada sesuatu yang mencurigakan, maka ia pun mengajak Olivia untuk menyelidiki apa yang terjadi pada monster dalam hutan yang sebelumnya mereka kalahkan.


Semakin mencari tahu, Victor semakin kuat menduga adanya pencemaran dalam hutan. Di tengah hutan monster, tampak kacau. Monster-monster yang hanya makan makanan tertentu, tiba-tiba menyerang sesamanya dan mengakibatkan perkelahian antar monster.


"Apa yang terjadi, Ayah?" tanya Olivia berbisik.


Victor menatap Olivia, "Seperti yang kau lihat. Para monster itu bertindak aneh dan tidak terkendali. Padahal monster-monster itu tak pernah saling memakan sesama selama ini. Kau tahu apa artinya, bukan? dugaan Ayah, ada pencermaran di hutan ini. Lebih jelasnya, kita hanya perlu menyelidikinya," jelas Victor pada Olivia dengan berbisik.


Victor memberitahukan jenis-jenis monster yang ada di hadapan mereka. Ia juga menjelaskan, kalau Olivia harus berhati-hati, sbab penglihatan monster-monster itu sangatlah tajam. Olivia menganggukkan kepala tanda mengerti, ia menjawab, kalau ia akan berhati-hati.


Singkat cerita Olivia dan Victor pun pergi meninggalkan para monster tanpa ketahuan. Mereka menjelajah hutan dan menemukan sebuah tenda yang didirikan. Olivia dan Victor pun mengendap-endap, mencari tahu siapa orang yang berkemah di dalam hutan. Dan ternyata itu adalah paea utusan kerajaan barat yang sebelumnya ia jumpai dipelabuhan.


"Mereka sedang apa di hutan ini?" batin Victor.


Victor yang melamun pun ditepuk bahunya oleh Olivia. Putri cantinya itu memberitahukan, jika dua orang sedang menanam sesuatu ditanah dan dua orang lain menyebarkan bubuk misterius.


"Kau tunggu di sini, biar Ayah yang mencari tahu," kata Victor berbisik.


Olivia mengangguk, ia denga tenang menunggu di tempat. Victor pergi meninggalka Olivia untuk mencari tahu apa yang orang dari kerajaan barat itu lakukan. Dan benar saja dugaannya, orang-orang itu menanam batu sihir hitam dan bubuk sihir untuk memancing insting berburu para monster.


"Apa mereka gila? mereka ingin mengacaukan hutan monster dengan cara seperti ini?" Batin Victor mengepalkan tangan, tampak kesal.


***

__ADS_1


Di tempat Olivia. Karena ia tak fokus pada sekeliling dan hanya Fokus mengamati orang-orang misterius itu, Olivia pun dihadapkan oleh ular besar yang memiliki tiga kepala. Olivia terkejut, sampai tak sanggup berteriak.


"Uwaaa ... a-apa ini? ular dengan tuga kepala? apa ini nyata?" batin Olivia.


Tampak ular itu menatap lekat ke arah Olivian dan hendak mencabik Olivia. Seketika Olivia memejamkan mata, ia sudah pasrah jika memang ia harus meregang nyawa ditelan monster.


"Ayah, maaf ... sepertinya aku harus pergi lebih dulu meninggalkan Ayah," batin Olivia dengan tubuh gemetar.


Namun, hal aneh muncul. Tiba-tiba saja monster itu mengendus Olivia, tidak jadi menerkam Olivia. Karena ia tak merasakan apa-apa, Olivia pun membuka mata. Monster yang tampak garang sebelumnya terlihat berbinar menatap Olivia, dan terkesan jinak.


"Eh, dia kenapa?" batin Olivia.


Olivia berdiri perlahan dan ular berkepala tiga itu terus menatap Olivia tanpa berbuat apa-apa.


Olivia kaget, karena monster itu hanya diam saja tak marah saat ia sentuh. Bahkan ular itu menundukkan ketiga kepalanya seolah memberikan salam.


"Aku tidak tahu apa tujuanmu mendekatiku. Namun, aku harus membantu Ayahku sekarang. Ada orang yang mencurigakan dan melakukan sesuatu. Jadi, kalau kau tidak ada urusan lain. Bolehkah aku pergi?" kata Olivia.


"Apa monster mengerti bahasa manusia? aku ini sungguh bodoh," batin Olivia.


"Kami akan membantumu, manusia." Kata salah satu ular yang kepalanya terletak di sisi tengah.


Olivia keget, "Ka-kau bisa bicara?" tanya Olivia tidak percaya.

__ADS_1


"Selama kau memiliki inti monster dari hutan monster ini, kau bisa berbicara dengan kami," jawab ular itu lagi. Kali ini yang menjawab adalah kepala sisi kanan.


Olivia mengerutkan dahi, "Inti monster? apa maksud kalian ini?" tanya Olivia mengeluarkan kantung berisi tiga inti monster yang berasal dari monster sebelumnya.


"Apa kau tak jadi memangsaku juga karena ini?" tanya Olivia lagi menatap ular dengan tiga kepala berwarna hitam itu.


"Rupanya kau tidak tahu, jika inti monster aka langsung hancur jika dipegang sembarang orang. Hanya orang-orang yang memiliki keistimewaan yang bisa memegang dan memilikinya. Dan itulah kau, manusia istimewa kedua," jawab ular yang kepalanya ada di sisi kiri.


Awalnya Olivia masih bingung apa maksud dari ucapan ular berkepala tiga yang ditemuinya. Namun, setelah dijelaskan ia paham apa maksudnya. Olivia memang sengaja memungut tiga inti monster yang terlihat olehnya tanpa sepengetahuan sang ayah. Karena cahaya yang muncul dari inti monster menarik perhatiannya, ia pun berniat menyimpan inti monster tersebut. Ia bahkan tidak tahu, kalau tidak sembarang orang bisa memegang inti monster dari hutan monster karena jika tak selaras, maka inti monster akan langsung hancur. Itulah mengapa tidak ada orang yang bisa mengambil inti monster tanpa menangkap monsternya.


Orang-orang yang menginginkan inti monster dari hutan monster, mereka harus menangkap monster dan menyiksa monster agar mengeluarkan paksa inti monster. Karena jika tidak, maka inti monster tidak akan bisa didapatkan. Semakin tinggi level monster yang ditangkap, maka semakin besar inti monster dan harganya semakin melambung tinggi.


Setelah mendengar penjelasan ular berkepala tiga, Olivia pun menyadari satu hal. Kemungkinan orang-orang asing yang berkemah itu sedang melakukan perburuan monster secara terlarang.


Dengan bantuan ular berkepala tiga, akhirnya Olivia dan Victor berhasil menangkap para utusan kerajaan barat yang berbuat onar. Victor lantas meminta bantuan burung elang penjaga hutan monster untuk mengatar surat pada kedua putranya agar datang membawa bala batuan.


Sembari menunggu bantuan, Olivia dan Victor berusaha memulihkan keadaan hutan dengan menggunakan inti monster yang diperoleh Olivia. Dengan mana yang dimilikinya, Olivia menghilangkan efek dari sihir hitam yang ditanam dan bubuk sihir. Bahkan Olivia langsung menghancurkan batu sihir hitam dengan pedangnya dengan sekali tebas.


***


Tengah malam. Bantuan datang dan langsung membawa pergi para utusan kerajaan barat yang membuat ulah. Olivia dan Victor pun juga harus kembali. Sebelum meninggalkan hutan monster, Olivia menemui ular berkepala tiga yang ternyata merupakan raja dari para monster di hutan monster. Olivia berniat mengembalikan inti monster yang diambilnya, ia juga meminta maaf, karena sudah membunuh tiga ekor monster sebelumnya.


Ular berkepala tiga menolak, ia meminta Olivia menerima tiga inti monster itu dan menggunakannya dengan baik. Ular itu membantu menyatukam ketiga inti monster menjadi satu dan menyatukan pada pedang Olivia. Membuat pedang Olivia berkilauan dan bisa berubah bentuk, sesuai keinginan Olivia, misalkan tombak, panah, sampai dengan baju zirah yang menyatu dengan tubuh Olivia.

__ADS_1


Olivia berterima kasih atas apa yang ia terima. Ia tidak sangka, ia mendapatkan sesuatu hal yang tidak pernah bayangkan sebelumnya.


__ADS_2