
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat sudah sebulan ini mereka terdampar di dunia entah berantah ini, dan juga hubungan mereka dengan orang orang kerajaan semakin baik.
sore harinya Kyna dan Ryuxie sedang berjalan jalan disekitar pasar , sangat ramai disini mereka tak bersama Leimera karna ia sedang sakit perut datang bulan katanya sihh.. , mereka mengedarkan pandangan tatapannya terpaku pada sebuah toko yang dikerumuni banyak orang langsung saja mereka mendekat mencari tahu, setibanya disana ternyata hanya segerombolan pendekar pendekar yang ada juga ada beberapa warga yang penasaran.
" Saya mengumumkan dekrit kekaisaran , beliau akan memberikan 100 tael emas bagi siapapun yang dapat membawa inti dari Serigala perak , temui saya di sini bila mendapatkannya " riuh antusias terdengar begitu heboh saat mendengar sayembara dari kekaisaran tersebut, Kyna dan Ryuxie saling pandang sebelum mereka pergi meninggalkan kerumunan, mereka sedang merencanakan sesuatu dan tentunya mereka akan mencari barang itu.
" hehehe... itung itung olahraga " ucap Kyna merentangkan tangan.
Kyna memegangi perut ratanya
" yok.. cari bahan lah buat makan laper Dede " tambahnya.
setelah beberapa saat mereka kembali ke penginapan dengan barang bawaan dibawa oleh Ryuxie semua.
" sialan tuh anak " gumam Ryuxie yang hanya didengar olehnya. sedangkan Kyna ia asik sendiri sambil menyanyi nyanyi kecil sungguh watados sekali
sesampainya ia kamar penginapan Kyna seolah olah terkejut dengan tangan menutupi mulutnya " ehh... elu yang bawa semua pantesan enteng , Berat ya..." pekiknya. Ryuxie menaruh barang bawaannya tanpa mempedulikan Kyna , Kyna yang dicuekin menghentak hentakan kaki ya kesal.
Ryuxie menghampiri Leimera yang sedang tiduran di kasur sambil memegangi perutnya
" Lei.. sakit ya... nih tadi gw beli obat buat lu , minum gihh " serunya mengelus elus lembut rambut Leimera , Leimera bangkit duduk dengan badan yang ia senderkan di kepala ranjang.
Leimera tersenyum mengambil obatnya
" thanks ya..." ia meminum obat tersebut , wajahnya menghijau dengan mata melebar , Ryuxie panik ia mengambil obat tersebut dan mengeceknya takut ada yang salah.
" lu kenapa Lei..."
" PAIITT IHH " teriaknya buru buru mengambil air putih namun segera dicegah Ryuxie yang masam.
" gak.habisin.dulu " tekannya , Leimera memasang pupy eyes nya agar tidak meminum namun bukan Ryuxie yang gampang luluh , ia semakin menatap tajam Leimera.
Leimera menghembuskan nafas pasrah
dengan terpaksa ia menghabiskan cepat obatnya . Ryuxie menyodorkan segelas air yang dicampur madu untuk menetralisirkan rasa pahit dari obat itu.
" Huuhh... perut gw lumayan sekarang , thanks ya... " leganya setelah meminum air tersebut.
__ADS_1
" Lei.. nanti malem kita mau ke hutan waktu itu ya... lu baik baik dirumah " ucap Kyna dipojok sana sambil memeriksa kuku indahnya.
" buat apaan ? gw ikut ya..."
" GK BOLEH " ucap Kyna dan Ryuxie berbarengan , Leimera mengangguk lesu kalo udah begini yahh gak bisa ngapa ngapain .
" yaudah , istirahat aja lu sono "
***
malam harinya disinari cahaya bulan , Ryuxie beserta dengan Kyna melancarkan misinya , saat ini mereka sedang berada di hutan saat mereka terdampar dahulu. Tujuan mereka adalah mencari inti dari salah satu hewan spritual di dunia ini.
tak ada yang istimewa yang mereka bawa hanya pedang juga belati andalan Ryuxie, mereka tidak lagi memakai hanfu lebar yang biasanya dipakai sehari harinya , Ryuxie dengan kemampuannya membuat beberapa potong baju yang memudahkan mereka untuk beraktivitas saat saat seperti ini tapi tidak menghilangkan unsur dari kebudayaan China
( kira kira kyk gini #biru Ryuxie #merah Kyna)
Dengan santai mereka terus menelusuri hutan ini mencari target mereka. Ryuxie menatap intens sekelilingnya tatapan tajamnya tak pernah berhenti mengamati sekitar.
krusuk krusuk
Ryuxie menghela nafas lega ia menghampiri kelinci tersebut dan menggendong nya dengan lembut.
Kyna langsung saja merebut kelinci tersebut dengan antusias karna ia penyuka kelinci
" uluh uluh uluh.. cayangku.."
" ayo "
mereka kembali memasuki hutan lebih dalam dengan kelinci yang masih digendongan Kyna. Saat asik berjalannya tiba tiba dua ekor hewan berbeda jenis menghadang mereka , terdapat seekor Singa namun berwarna putih dan satu lagi seekor Kadal raksasa namun sedikit aneh kulitnya bersisik seperti ikan dan juga memancarkan warna yang mengkilau.
Dengan seringai yang terpatri di wajah cantik Ryuxie ia mengangkat pedangnya tinggi tinggi siap menyerang.
Kyna melangkah mundur karna ia percaya kali ini Ryuxie pasti bisa menyelesaikannya sendiri
" lu aja ya... gw pengen nontonin aja "
__ADS_1
Ryuxie mengangguk tanpa menoleh , tak perlu ia berbasa basi ia berlari menyerang seekor singa terlebih dahulu dengan kecepatan yang dimilikinya yang tak terlihat seperti kilat , ia terus menyayat tubuh singa tersebut disana sini tanpa memberikan sedikitpun kesempatan , dirasa selesai ia mundur selangkah sebelum singa itu menyerang ia berlari kesatu sisi lalu melompat dengan sebongkah batu besar menjadi tumpuannya ia berputar diatas singa tersebut ia mengangkat tinggi tinggi pedangnya dan dengan satu serangan ia membelah tubuh singa tersebut menjadi dua , singa tersebut berubah menjadi abu dan inti hewan tersebut ia ambil untuk disimpannya .
Ia kembali menyeringai kejam menatap tajam pada seekor kadal dihadapannya kadal tersebut sedikit bergemetar melihat Ryuxie yang dengan mudahnya membunuh salah satu hewan spiritual bahkan tak memberinya secelahpun , kadal tersebut mulai menyerang Ryuxie dengan ekor kuatnya dengan sigap Ryuxie menahannya dengan pedangnya
triiing...
bunyi pedang Ryuxie dan ekor kadal tersebut saling beradu menimbulkan bunyi yang cukup nyaring , tak disangka ternyata ekor bukan hanya ekornya punggungnya juga kuat seperti besi , Ryuxie melompat dan dengan cepat menendang kadal tersebut namun ia kalah cepat dengan ekornya yang lebih dulu menyerah perutnya , Ryuxie terpental tubuh bagian belakangnya terbentur pohon seteguk darah keluar dari mulutnya , Kyna yang menonton menjadi kalut saat melihat Ryuxie yang mengeluarkan darah ia hendak menghampiri namun langsung dicegah keras oleh Ryuxie.
" Diam " Ryuxie mengelap kasar bekas darah yang keluar , ia semakin serius. denah lawannya aura membunuh terpancar kuat dari tubuhnya tatapan tajam dinginnya seakan akan dapat merobek tubuh siapapun seperti laser.
Ryuxie tersenyum devil ia semakin semangat dengan lawan dihadapannya , kadal tersebut berangsur angsur mundur melihat aura yang dikeluarkan Ryuxie, Ryuxie tersenyum miring ia kembali menyerang dengan cepat ia sudah berada dihadapan kadal tersebut dan langsung menusuk mata kadal tersebut dengan belati yang sudah ia beri racun miliknya, kadal tersebut mengerang mundur kesakitan pada daerah matanya.
Tak menunggu waktu lama ia dengan gencar menyerang titik kelemahan kadal tersebut walaupun tubuhnya sekuat besi walupun sulit melukai tubuhnya namun bukan Ryuxie namanya bila ia tak menemukan titik lemah lawannya , masih dengan belati di tangan satunya ia menunduk dan berputar di tanah tangannya terulur menikam perut bagian bawahnya dan langsung menariknya keatas hingga mencapai mulutnya tak lama kadal tersebut mati dan menjadi abu menyisakan inti miliknya sebenarnya bukan perutnya namun bawah mulutnya yang menjadi titik lemah nya .
Setelah mengalahkan kedua hewan tersebut dan mengambil inti milik mereka , Ryuxie menghampiri Kyna yang masih asik dengan kelincinya.
" Kyn... ayok lanjut "
Kyna tersentak ia menatap Ryuxie bergantian dengan tempat ia sebelumnya bertarung
" Eehh... selesai ya , kuy lah..." sentaknya setelah itu berjalan mendahului Ryuxie yang memutar bola matanya malas.
waktu semakin menjelang tengah malam bisa dibilang sudah jam 2 pagi atau malem y ? mereka masih mutar mutar mencari target mereka hingga tiba di sebuah sungai yang sangat deras , terlihat seekor serigala perak di ujung tebing .
Kyna dan Ryuxie saling pandang lalu menyeringai puas " target sudah ditemukan "
Tak membuang waktu lagi mereka melompat dari satu pohon yang kecil ke pohon yang lebih tinggi agar mencapai tebing, senyuman terbit di wajah Kyna kala sudah di depan hewan buruannya.
" Halo serigala maniss... " serigala tersebut menggeram tak suka ia langsung saja menyerang Kyna , satu cakaran mengenai lengan kirinya saat mendapati serangan yang tiba tiba .
Kyna dan Ryuxie sudah bersiap di tempatnya dengan pedang yang digenggaman mereka , mata mereka mengkilat akan kekejaman .
Kyna menyeringai puas " mari kita bermain " pekiknya berlari kesisi kanan serigala tersebut. Dengan gesit ia mulai menyerang begitupun Ryuxie ia menyerang dengan tendangan atau pukulannya .
serigala tersebut menggeram marah ia mengeluarkan bahaya ungu dari tubuhnya bertepatan itu Kyna dan Ryuxie terlempar jauh pedang yang mereka bawa terpental jauh ke bawah tebing tak mungkin tuk mereka mengambilnya.
seteguk darah keluar dari mulut Kyna yang memang terbentur batu besar , Kyna menghapus darah tersebut ia bangkit dengan baru sebagai pegangan nya musuhnya kali ini tidak dapat di remehkan.
__ADS_1
Ryuxie mengeluarkan belati kesayangannya , begitupun Kyna mereka sudah dalam posisi siaga , mata Ryuxie terus bergerak mencari kelemahan serigala tersebut ia tersenyum devil , langsung saja ia berlari memutari serigala tersebut ia memberikan kode kepada Kyna yang ditangkap baik olehnya , ia langsung saja menyerang membabi buta serigala tersebut tak tinggal diam di menggunakan cakar tajamnya menghalang belati Kyna melukai tubuhnya , Ryuxie mencari celah , ia melompat tinggi hendak menancapkan belatinya namu lagi lagi serigala tersebut mengeluarkan cahaya ungunya membuat keduanya kembali terpental , tak patah semangat mereka kembali menyerang dengan cepat tak memberikan celah , Ryuxie melompat lalu berputar tangannya terkepal kuat ia satu serangan ia memukul kuat dahi serigala tersebut , serigala tersebut tumbang tak memberikannya kesempatan untuknya bangun Kyna menancapkan belatinya pada punggungan lalu menariknya kebawah , setelah itu ia menusuk kembali dahi serigala tersebut sehingga ia terkapar tak berdaya langsung saja berubah menjadi abu meninggalkan inti .
Ryuxie dengan senyum puas mengambil inti tersebut dan menyimpannya bersama dengan inti lainnya , setelah menyelesaikan tugas mereka , mereka berlalu pergi meninggalkan hutan tentunya tidak dengan tangan kosong