
Masih flashback ya...
sesampainya mereka di penginapan, Kyna ia langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah di kasur begitupun Leimera.
" ehh kyn...lu tadi buat apa bawa tuh air kali ? " tanya Leimera pada Kyna disampingnya yang tengah memejamkan mata.
sontak Kyna membuka matanya dan bangkit buru buru mengambil mangkuk kayu yang terdapat air sungai itu.
" hampir aja lupa, iya... ini gw butuhkan buat penyelidikan setelahnya, cuman gw gak tau aja, gw denger denger akhir akhir ini banyak hewan hewan yang mengamuk gak jelas di perbatasan hutan itu, bahkan para warga desa terdekat juga mengalami hal yang sama dan gw ngambil ini buat nyari tau, karena gak mungkin penyebab ngamuknya hewan hewan itu seseorang yang iseng, karena tadi juga semua ikan gak ada bukan hanya ikan, hewan hewan serangga lainnya juga sama, mereka kayk hilang begitu saja, kalo ada seseorang dibalik ini semuanya gw kurang yakin, gunanya untuk apa kalo emang ada seseorang dibalik semua ini, pasti ada sesuatu yang aneh dan air sungai itu salah satu petunjuknya, kalian pasti tau sungai itu satu satunya objek kebutuhan air bagi sekitarnya bahkan hewan sekalipun karena hanya disitu sumber air yang bagus dan strategis... " jelas Kyna menimang nimang, ia menghembuskan nafasnya lelah.
Ryuxie yang tadi tengah meminum ia menaruh kembali gelasnya saat mendengarkan penjelasan Kyna, ini sudah ia duga beberapa hari yang lalu " elu gak salah, gw udah nyelidikin sebelumnya masalah ini dan sesuai apa yang lu prediksi, huft... dan masalahnya... " timpalnya menggantungkan, ia menatap luar jendela yang memperlihatkan pemandangan malam dengan bulan sebagai pemeran utamanya.
Leimera yang semula tiduran ia langsung duduk menyimak " kenapa? " tanyanya penasaran.
" ya.. masalahnya lawan kita kali ini tidak semudah yang dikira..." lanjut Ryuxie menatap tajam keduanya.
" AP APA!! " Teriak Leimera melebarkan matanya.
__ADS_1
Kyna mengangguk setuju, ia memperhatikan air tersebut dan mengeluarkan seekor hewan kecil seperti kumbang namun sedikit berbeda " lihat... air yang terkandung di sungai sudah tercemari semacam sihir hitam, setiap hewan yang meminum akan berubah ganas seperti... ini " jelasnya tersenyum tipis memperhatikan kumbang yang sesudah meminum air sungai, kumbang itu langsung menggila aura kegelapan terpancar jelas dari hewan tersebut.
syuutt...
sebuah belati terlempar tepat mengenai kumbang tersebut, Kyna dan Leimera sontak menatap Ryuxie terkejut " kenapa di bunuh? "
" kalo kalian mau kayak kumbang itu ya... terserah..." Ryuxie berjalan mendekati sofa dan merebahkan dirinya.
Kedua gadis itu membelalakkan mata mereka dan langsung pergi menjauh dari hewan lucnat itu menghampiri Ryuxie.
Kyna yang mendengar penuturan Leimera tersenyum miring, ia mencolok dagu Leimera menggoda " ciee... yang lagi pal in lop..." ledeknya.
Leimera buru buru menyanggah nya dengan wajah yang memerah " ap apaan sihh... kaga kagk ya..." jantungnya terasa berdebar kencang, ia mengalihkan pandangannya ku luar jendela.
" unchh.... ada yang blushing nihhh yee .. ahay ide... coba ada Sule di cuit cuitin lu... hahahaha " Kyna semakin bersemangat menggoda Leimera yang semakin memerah bahkan hingga telinganya.
" ihhh udah ahhh... baper nih gw..." kesal Leimera menekuk wajah merahnya sontak Kyna menyemburkan tawanya kencang.
__ADS_1
" udah udah... mending kalian cepet tidur " tegas Ryuxie menatap tajam keduanya, mendengar itu Kyna menghentikan tawanya dan berdiri tegak begitupun halnya dengan Leimera.
" syaapp boskuhhh..." hormat keduanya berlari kekasur cepat cepatan.
Ryuxie tersenyum tipis, ia menggeleng-gelengkan kepalanya heran melihat tingkah keduanya yang terlalu kekanak kanakan, Ryuxie mengambil sebuah belati mata dua yang tersimpan pada kopernya dan memainkan belati itu bosan, tak lama ngantuk menguasai dirinya hingga dirinya tertidur dengan posisi duduk yang masih memegang belati.
sebuah bayangan muncul menampakkan seorang pria tampan yang seputih salju, ia mendekati Ryuxie seulas senyum terpapar diwajah tampannya ia mengelus lembut pipi Ryuxie, Ryuxie sama sekali tak terganggu di dalam tidurnya, gadis itu bahkan mencari posisi yang membuatnya semakin nyaman.
Pria itu mengambil alih belati dan menaruhnya di meja dan perlahan dengan hati hati ia mengangkat tubuh Ryuxie dan membaringkannya di sofa lebar satu lagi lalu menyelimuti tubuh gadis itu dengan kain putih tebal miliknya. Pria itu semakin melebarkan senyumnya ia mengecup singkat kening Ryuxie dan menghilang begitu saja tanpa adanya tanda tanda kedatangannya.
Pagi menjelang, matahari dengan malu malu menampakkan dirinya dari ufuk timur, kedinginan yang sebelumnya terjadi tergantikan dengan kehangatan sang surya.
suara burung burung saling bersautan menyambut hangatnya sang mentari, membuat suasana pagi ini terasa hangat dan menyenangkan.
Ryuxie terbangun dari tidurnya ia baru menyadari dirinya yang sudah berpindah posisi pada malam sebelumnya, ia ingat makan hari dirinya tertidur dengan posisi duduk di sofa sebelah dan tanpa selimut, namun sangat bertolak belakang saat ia bangun.
Ryuxie menatap heran selimut putih yang lembut itu ia mengambilnya dan menghirupnya dalam dalam, aroma ini... tak salah lagi, ia tersenyum tipis memandang lembut selimut itu. ia yakin bahwa ini semua kelakuan Pria putih itu.
__ADS_1