
Sudah beberapa waktu berlalu, dan hubungan Leimera dengan putra mahkota Chen Xiao Feng semakin dekat , waktu berlalu tak terasa padahal rasanya baru saja kemaren mereka pindah ke dimensi ini... namun waktu tak dapat disangkal.
Pagi harinya seperti biasanya Kyna , Leimera juga kali ini ada Ryuxie mereka berjalan jalan keliling desa terutama ke pasar yang menjadi tempat langganan mereka nongkrong entahlah katanya sih asik aja emang rada.
" heh udah lama kita gak ngamen, ngamen ngapa yokk bosen nih gw..." runtuk Kyna menopang wajahnya dengan satu tangan yang bertumpu pada meja.
Leimera mengangguk semangat " bwetwul twuhh ghuwe bhwoswen ugwha..." semangat nya dengan mulut penuh makanan kue yang boleh ia dapat hasil palakan pada pria muda tentu dengan jurus menggoda dirinya.
Kyna menggeplak pelan kepala Leimera dengan kipas tangan yang dibawanya " heh lu ngomong apa dangdutan udah habisin dulu makanan lu, bikin kuping gw sakit aja..." dengusnya, Leimera mengelus manja kepalanya dengan wajah memelas dirinya ia mengadu pada Ryuxie yang sedari tadi diam memperhatikan sekitarnya.
" Ryuxie... liat...masa dedek digituin sama dia, Ryuxie harus balas dia... sakit tau pala dedek..." adunya memegang lengan Ryuxie lalu menggoyangkannya. Ryuxie melirik sinis Leimera lalu beralih ke tangannya, ia menghentakkan tangannya kasar agar terlepas dari jutsu mematikan Leimera.
" sialan... jijik gw... " sinisnya memasang wajah yang ingin muntah.
Leimera mendengus kesal ia menghentak hentakan kakinya " IHH...pokoknya dedek baper pake sambel sama kamu... dedek tuh gak bisa diginiin... dedek sakit..." sarkasnya satu tangannya terulur menyentuh dadanya dramatis.
Kyna dan Ryuxie saling lirik ' alay mode on..' batin mereka bergidik ngeri. entah kebetulan apa emang sehati mereka berdua serempak meninggalkan Leimera menghampiri kerumunan warga yang sedang menonton penyanyi jalanan.
" IHH kok gw ditinggal..."
Leimera semakin dibuat kesal ia dengan perasaan gondok mengikuti namun belum beberapa lama wajahnya kembali cerah bagai matahari datang setelah hujan mengguyur.
" Huaaaa...... asek asek asek... " seru Leimera dengan semangatnya berdiri paling depan barisan.
Ryuxie menghembuskan nafas berat ia menggeleng gelengkan kepala tak mau mengakui temannya itu.
" Leimera ehh geblek jaim napa lu..." sungus Kyna menarik kerah belakang Leimera membuat sang empu kesakitan.
Leimera menepuk nepuk tangan Kyna , lidahnya terjulur kehabisan nafas, Kyna terbengong sebentar tak mengerti namun karna ucapan Ryuxie ia tersadar lalu melepaskan tangannya.
" dia kecekek itu..." ucap Ryuxie.
Leimera buru buru menghirup udara dengan rakusnya takut kehilangan wajahnya yang semula merah berangsur angsur membaik. sambil memegangi lehernya ia menatap sinis Kyna yang merasa tak bersalah sedikitpun " lu mau bunuh gw..." ketusnya.
Kyna mengedikkan bahunya acuh tak acuh sungguh watados sekali dirimu nak....
seorang gadis kecil tiba tiba datang dan menarik narik ujung baju Ryuxie, sontak Ryuxie menoleh menatap lembut gadis kecil itu, gadis kecil tersebut mengerjapkan matanya beberapa kali ditambah pipinya ayang gembul menambah keimutan dirinya sungguh Ryuxie tak sanggup dengan sigap ia menggendong anak tersebut yang dibalas kesenangan.
" kakak...kakak..."
tak kuat Ryuxie dengan gemasnya mencium berkali kali pipi gembul itu tak lama seorang wanita tua menghampiri mereka dengan nafas yang tersenggal.
" huh...huh...huh... maaf nona... putriku-" seru wanita tersebut namun terhenti.
" tak apa.."
wanita tersebut memperhatikan mereka bertiga berkali kali , mulutnya menganga tak percaya.
" kalian... bukankah..."
" lihat...bukankah mereka penyanyi merdu kala itu..." saut salah seorang pengunjung, sontak semua pengunjung menoleh telat kearah mereka berada , semua menjadi ribut banyak yang meminta ini itu ataupun lainnya.
__ADS_1
" benar benar... nona-nona bisakah kalian kembali bernyanyi? "
" iya... ayolah nona kami sangat merindukan suara merdu kalian..."
beberapa sautan beradu saling setuju , Kyna menghembuskan nafas pasrah ini sudah ia duga sejak tadi, Leimera melompat semangat saking girangnya, sedangkan Ryuxie ia tak perduli ia hanya fokus pada bocah imut di gendongan dirinya.
" BAIKLAH KAWAN KAWAN KUH.... LET'S GO...." teriak Leimera berlari kepanggung dengan menyeret kedua temannya.
" eehhh..."
mereka tampak canggung saat sudah di depan lain halnya dengan Leimera yang tampak sangat bersemangat. mereka saling pandang tidak lebih tepatnya Kyna dan Leimera bingung lagu apa yang akan dipersembahkan mereka kali ini... dilihat sudah banyak pengunjung yang datang jadi malu...
'Betapa bahagianya hatiku saat
Ku duduk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku
Ryuxie memulai , ia menyerahkan bocah kecil itu pada ibunya dan mengambil alih konghou kau ini bukan kecapi namun tentu saja Ryuxie dapat memainkannya.
Leimera dan Kyna saling pandang lalu tersenyum mereka melanjutkan lagu tersebut berbarengan hingga akhir.
*Namun bila hari ini adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia
Begitulah adanya
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi suamiku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa
Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
__ADS_1
Sudilah kau temani diriku
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi suamiku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa
Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Sudilah kau menjadi temanku
Sudilah kau menjadi suamiku
( akad - payung teduh ) anggap aja make bahasa China ya mereka nyanyinya*.
riuh tepuk tangan salin bersautan dengan semangatnya , tak disangka penonton yang datang lebih dari perkiraan mereka ini sangat banyak juga banyak pria muda yang memerah wajahnya entah kenapa kalo kata Leimera sih... Bodo amat garis besar.
" terima kasih semuanya..." ucap mereka non Ryuxie berbarengan membungkukkan badan.
" dah puas kan? ke Fuo Neilan gw denger denger ada misi yang menarik..." ujar Ryuxie berlaku pergi begitu saja meninggalkan semuanya yang dibuat cengo.
Kyna tersadar buru buru ia menarik lengan Leimera agar mengikutinya " lu denger sendiri kan? Ayuk ahh..." Leimera mendengus kesal namun sedetik kemudian ia kembali semangat sangat semangat ia melambai lambaikan tangan nya pada para pengunjung yang menonton mereka tadi dan tak lupa ia memberikan kedipan mata pada sekelompok pria muda kalian tahu salah satunya ada yang kalian kenal pria paling tampan menurut Leimera siapa lagi kalo bukan Chen Xiao Feng .
Leimera tersenyum lebar menatap jahil Feng yang tengah merah dibakar api cemburu. seorang pria lain menyenggol lengan Feng
" hey... kau lihat tadi? mereka sangat menakjubkan... aku jadi tertarik pada gadis berbaju merah muda tadi..." ujarnya tertarik lebih tepatnya pada Leimera yang memang memakai pakaian merah muda , sontak itu membuat Xiao Feng semakin memerah ia menyibak lengan hanfunya kuat.
" kau tidak boleh tertarik padanya...berbahaya" karna aku akan tak tinggal diam lanjutnya dalam hati lalu berlalu pergi dalam keadaan cemburu yang merajalela
pria muda tadi menatap heran kepergian temannya itu apa maksudnya itu? apa wanita tadi berbahaya benarkah? atau jangan jangan ia adalah... siluman... hihhh aku tak jadi tertarik dehh... kalo iya siluman... gak gak... aku kan masih pengen nikah... itulah yang ada dalam benaknya bisa dibilang ia merupakan pangeran terlemot sepanjang sejarah saking lemotnya bahkan mikir kaki ayam ada dua aja nyampe kiamat.
salam imut dari Leimera nohh
__ADS_1