Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
Desa Bui


__ADS_3


. RYUKA AOXIE / RYUXIE



. KYNA GO HARA / KYNA



. LEIMERA AQUEENZA / LEIMERA


___________ HAPPY READING 💕💞___________


______________________________________________


Ryuxie dan yang lainnya berjalan menuju desa yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama perjalanan mereka diisi canda dan tawa mereka akibat kekonyolan Kyna yang tak terbendung, mereka berjalan mengikuti arah angin yabg dikomando oleh Ryuxie.


Leimera berhenti sejenak membuat Kyna dan Ryuxie ikut terhenti , mereka menatap Leimera bingung.


Kyna tak mengerti menanyakan kepada Leimera " kenapa sih lu...main berenti aja.."


Leimera menaruh telunjuknya di bibirnya sebelah tangannya dipakai disebelah Kupang seperti mendengar sesuatu.


Ryuxie menatap heran Leimera, pendengaran nya tajam tapi ia tak mengerti apa yang didengar oleh Leimera.


" lu kenapa sih... " kesal lagi Kyna menghentakkan kakinya.


" syuut.... diem napa denger deh.."


Ryuxie dan Kyna saling pandang , mereka diam seperti arahan Leimera walau tak tahu maksudnya tak lama suara sesuatu terdengar


DUUUUUUTTTTTT


Leimera tersenyum lebar " nohh denger kan? gw bilang apa ada suara.. eh kok btw bau y..."


Kyna dan Ryuxie menatap sangar Leimera yang tersenyum bodoh , wajah mereka sudah memerah menahan amarah yang siap bergejolak pada Leimera.


" ohh.... bau ya... bangke lu " sindir Kyna lalu menonjok wajah leimera sampai ia terjungkal kebelakang


" hehehe.... " cengirnya tak berdosa . Ryuxie maju mendekati Leimera dengan aura dinginnya ia tersenyum manis pada Leimera .


Leimera dag.. Dig..Dug.. gak kepalang ia menatap Ryuxie was was " e..elu ma..mau ngapain .." cicitnya, ia menatap Kyna meminta bantuan tapi dibalas uluran lidah oleh Kyna.


semakin dekat semakin Leimera was was ia menutup matanya dan menangkup kedua tangannya di depan wajahnya memohon.


"HUAHAHAHAHHAHAAHAH...UDHHAAHAHHHAAHAHA ..STHOPHH HAHAHAAHAA "


" CAPHE..HAHAHA RYUHH UDAHAHHHHHA AMHPHUNNHHHAHAHAHA..." teriaknya tertawa guling guling di tanah.

__ADS_1


Ryuxie tetap menggelitiki Leimera tanpa ampun sedangkan Kyna ia tertawa senang menatap penderitaan sahabatnya.


Ryuxie menyudahi acaranya ia menatap sengit Leimera . Leimera tersenyum lebar dengan muka merah nafasnya ngos ngosan karna tertawa terlalu keras


" hehehe...oke gk lagi.."


akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya , desa Bui lumayan jauh karna ya memang tempat mereka yang bertolak belakang dengan Gua yang mereka tinggali sebelumnya.


setelah beberapa jam berlalu mereka tiba di desa Bui. desa Bui sangat ramai banyak pedagang pedagang yang ada dipinggir jalan menawarkan para dagangan mereka.


Kyna bernafas lega , setelah berjalan jauh akhirnya mereka sampai. " hadeuh... sampe juga..."


Ryuxie menyodorkan sebuah cadar kepada mereka berdua.


" kenapa ? " heran mereka


Ryuxie memakai cadar tersebut ia menaikkan alisnya " penyamaran..."


Kyna dan Leimera membulatkan mulutnya mengangguk mengerti. dengan sigap mereka mengambilnya dam memakainya.


" oke...skuy.. " semangat Kyna baru selangkah berjalan ia berhenti karna ucapan Leimera


" kita mau jual tuh ikan dimana?..." tanya Leimera menunjuk sekantong ikan segar yang ditenteng oleh Ryuxie.


" oh iya..." Kyna menepuk dahinya lupa


Ryuxie menunjuk pedagang ikan di seberang sana tempatnya lumayan jauh dari mereka berada.


Leimera bingung ia memiringkan kepalanya menatap pedagang di depannya.


" bapak kan jual sayuran yakali mau ngasih ikan "


Kyna yang geram menarik Leimera , ia membungkuk pada pedagang tersebut.


" maaf pak " ucapnya menyeret Leimera ke sisi lain.


" hehehe... gw salah ya.." ringisnya tersenyum . Ryuxie memutar bola matanya malas.


Kyna mengambil alih kantong ikan , sebelum itu ia melepas cadarnya lalu berdehem sebentar melonggarkan tenggorokan


" pak... saya mau menjual ikan ini.. berapa kira kira pak ? " ucapnya tersenyum manis tak lupa mengedipkan sebelah matanya , siapa tau dapet lebih. pemuda yang menjadi pedagang tersebut diam tak berkutik dengan pipi merah menatap minat Kyna yang masih tersenyum.


" maaf.. "


pedagang tersebut tersentak ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal canggung


" aaa.... iya iya...100 tael perak bagaimana ? "


mereka bertiga melotot tak percaya tunggu tadi bener kan 100 tael perak gila banyak banget padahal cuma ada 8 ikan .

__ADS_1


Kyna dengan cepat mengangguk antusias hehehe mayan... " baiklah aku terima..."


pedagang tersebut tersenyum menanggapi, ia memberikan kantong dengan nominal tersebut di dalamnya


Kyna melambaikan tangan setelah mengambilnya " terimakasih...sampai jumpa "


ucapnya berlalu pergi tapi sebelum itu ia mengedipkan sebelah matanya kepada pedagang tersebut membuat pedagang tersebut semakin salting.


" hati hati nona.."


Leimera menepuk keras bahu Kyna


" kyn...boleh juga cara Lo..." pujinya .


Kyna meringis sakit saat Leimera menepuknya " nyelo... dong.." sengitnya merampas hasil usahanya.


Leimera tak terima kembali mengambil alih kantong tersebut , terjadilah acara tarik menarik. Ryuxie yang geram menghampiri keduanya dan menjewer telinga mereka.


" au...auu...lepas onta.." ringis Leimera mencubit tangan Ryuxie.


" diem.." Ryuxie melepaskan tangannya dan mengambil uang tersebut.


Kyna dan Leimera cemberut sambil mengusap usap telinga mereka yang jadi sasaran. mereka kembali berjalan menuju tempat lain mengikuti Ryuxie di depannya dan tentunya Kyna sudah memakai kembali cadarnya.


" mau kemana sih...." gerutu Leimera


" diem, ikutin aj napa " kesal Kyna . Ryuxie berhenti mendadak membuat kedua orang yang dibelakangnya menubruk pubggungnya


BRUKK


Kyna meringis pelan begitupun Leimera mereka menepuk nepuk bokong mereka yang jadi sasaran


" lu kenapa sih.. "


" tau..main berenti aja..."


" berisik.. ayo masuk lu pada emang gak laper" Ryuxie berjalan masuk mendahului keduanya yang sedang terdiam.


Leimera mengejar dengan susah payah karna bokongnya yang masih sakit meninggalkan Kyna di depan.


" eh..gw ditinggal ya..." ucap Kyna menunjuk dirinya sendiri setelah itu menepuk dahinya


" goblok.." Kyna kembali tersadar mengikuti keduanya masuk kedalam.


mereka memasuki kedai makan di depannya cukup menarik terdapat banyak hiasan hiasan berwarna merah yang menambah citra khas kedai ini , bisa dibilang ini kedai terfavorite di desa Bui yang pasti gak bisa diremehkan kualitasnya.


____________________________________________


# note :

__ADS_1


kalo mereka berbincang sama orang lain selain sahabat mereka pake bahasa China ya, tapi klo ngobrol sama sesama sahabat nya pake bahasa asli mereka yang kyk kita gini


oke thanks , maaf kalo masih byk typo 💕🙏


__ADS_2