Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
kau lagi!


__ADS_3

sial


Leimera merutuk dalam hati, ia ingin kabur rasanya. " ehh... maaf ada urusan yang harus aku lakukan " celahnya membuang muka kesamping menatap Kyna meminta bantuan.


Kyna mengedikkan bahunya " mampus " ejeknya tersenyum miring hahaha ia sangat bahagia...


Leimera tersungkur kesal ia beralih memandang orang tadi takut takut " bagaimana? " ucapnya pelan menautkan kedua jari tangannya.


orang tersebut tersenyum miring " tak bisa disini peraturannya tidak ada yang boleh kabur tuan..." ucapnya melipat kedua tangannya menekankan kata tuan.


tak ada harapan Leimera terduduk lemas menatap sinis pada orang itu. seorang penonton berteriak tak sabar " ayo cepatlah mulai... ". Leimera menghembuskan nafas pasrah ia berdiri .


orang itu tersenyum lebar ia mendekatkan dirinya ke Leimera dan membisikkan beberapa kata membuat Leimera mematung.


Leimera membelalakkan matanya tak percaya pada ucapan orang itu..


" Feng... aku kan mengalahkanmu.." geramnya tak terima, benar sekali orang itu adalah Chen Xiao Feng walupun Leimera menyamar tentu sangat dapat dikenali oleh Feng ia tak bisa membohongi dirinya.


" masa sih? " ejeknya tersenyum miring ,ia akan mengalahkannya.. jangan harap.


seutas kain terjatuh , pertarungan dimulai Leimera menyerang terlebih dahulu , semua serangannya ditangkis dengan mudahnya, walupun didunia aslinya ia seorang mafia tapi disini ia seperti petarung biasa karna disini memanfaatkan kekuatan Qi. Leimera terengah engah ia memejamkan matanya sebentar. tak mau berlama lama Feng membalas serangan dengan santai dan itu sedikit sulit bagi Leimera mengelaknya, namun sekuat tenaga ia kembali menyerang dengan telak dan pukulan itu tepat mengenai wajah tampan Feng, Feng sedikit terdorong kebelakang , ia menyeka darah yang keluar sedikit dari sudut bibirnya.


" lumayan sakit " ujarnya senang , tanpa aba aba atau persiapan Leimera kembali menyerang Feng dan itu sedikit sulit bagi Feng untuk mengelaknya untung hanya sebatas mengenai lengan atasnya.


' grtkk...'

__ADS_1


Leimera menggeretakkan giginya kesal sungguh ia tak ingin berlama lama. Mengambil keuntungan Feng menendang tubuh Leimera sehingga Leimera terdorong cukup jauh.


" sial..."


" FENG...." teriaknya berlari menuju Feng, tangannya terangkat terkepal kuat hendak meninjunya namun secepat kilat Feng menghentikannya dan menarik tinju Leimera mendekat sehingga mengikis jarak diantara mereka.


Leimera terkejut pada yang dilakukan Feng ia tak menyangkanya mukanya memerah ' sialan ngambil kesempatan lu kampret..' gumamnya kesal. tersadar kembali ia menarik dirinya menatap sinis Feng yang tersenyum tanpa dosanya.


" kenapa? " tanya Feng tengil dalam sekejap ia sudah berada dibelakang Leimera lalu memukul tengkuknya sehingga membuat Leimera pingsan dan terjatuh pada pelukan hangat Feng, dan pertarungan bini dinyatakan Feng yang memenangkannya.


para penonton bersorak senang , terutama para wanita mereka memerah melihat dua pria tampan bertarung. Kyna mendengus kesal ia melangkah maju mendekati keduanya diatas panggung.


" hey...hey...hey kau dasar rubah, pintar sekali dirimu...cepat bawa dia...ckck dasar pemabuk cinta..." sungut kyna menggelengkan kepalanya heran. Feng pertama lihat ia langsung mengenali sesuai perintah ia menggendongnya dan membawanya pergi dengan melompat dengan cepat.


Kyna berdecak kesal " ishh...nyebelin, coba gw punya cowo gak disono gak disini kayknya takdir gw jomblo deh..." kesalnya menghentakkan kakinya dan berlalu pergi berkeliling dengan penyamaran prianya.


Ryuxie yang sedari memperhatikan mereka dari jauh tersenyum tipis, ia menyandarkan bahunya pada pohon disampingnya, angin berhembus dengan ringan membelai lembut wajah Ryuxie membuat beberapa helai rambut peraknya berterbangan bertepatan itu sesosok pria berdiri tepat disampingnya. Ryuxie sudah tak heran lagi dengan pria misterius ini dia yang setiap kali selalu menemukan dirinya.


Ryuxie berdecak sebal " kau lagi kau lagi..." decaknya memutar bola matanya malas masih memasang wajah datarnya.


pria tersebut tersenyum dibalik topeng " nona...aku ini masa depanmu... jadi panggil aku Han Lie... atau kamu ingin memanggilku dengan ucapan sayang aku tak keberatan..." ujarnya memandang lekat wanita disampingnya.


Ryuxie berbalik badan melangkah menjauhi pria gila itu " itu mimpimu.." sinisnya.


Han Lie berbalik memandang lekat wanitanya itu hingga tak terlihat dari pandangannya " kurasa ia makin hari makin cantik...huft... itu bukan hanya sekedar mimpi Xiexie...itu semua akan aku wujudkan karena kau adalah takdirku..." cerahnya menyatukan kedua tangannya dipunggungnya, dan berhembus menghilang bagai angin.

__ADS_1


Ryuxie menghentikan langkahnya lalu menengok kebelakang " sudah kabur ternyata..." ujarnya saat tak melihat keberadaan Han Lie. Ryuxie menghembuskan nafas berat ada perasaan tak rela yang mengganjal djrelung hatinya, ada masalah apa lagi ini?


Ryuxie menyebutkan nama pria misterius itu lalu tersenyum samar " Han Lie..." dan setelah itu berlalu pergi kesuatu tempat yang menjadi tempat favoritnya.


Lengkuhan halus terdengar lembut, Leimera terbangun ia mengerjapkan menyesuaikan pencahayaan matanya. ia memandangi sekitar dengan alis mengkerut dan pandangan itu terjatuh pada sosok yang tengah berdiri di depan pintu.


Feng baru masuk sudah dikejutkan. oleh Leimera yang sudah sadar, ia langsung saja meletakkan gelas yang dipegangnya lalu menghampiri Leimera dengan riang.


" Kau sudah sadar gadisku..." ujarnya tersebut lebar.


Leimera diam sejenak ia masih bingung sebelumnya " tunggu... tunggu... tunggu... tunggu... kenapa aku ada disini ? " bingungnya mungkin ia lupa kejadian sebelumnya. Feng perlahan mengelus pucuk kepala Leimera dengan lembut, sontak Leimera menoleh padanya dan menepis tangan itu.


" apa apaan kau ini..." dengusnya menggembungkan kedua pipinya , Feng sudah tak tahan lagi ia bergerak lebih maju dan dengan cepat mengecup sekilas pipi wanitanya. Leimera melebarkan matanya sebelah tangannya memegang pipinya yang habis dikecup itu , ia beralih menatap Feng yang juga tengah menatapnya " kau.." wajahnya memerah jantungnya sudah sedari tadi berdetak tak karuan seperti habis maraton.


Feng tersenyum melihat reaksi Leimera yang menurutnya imut itu " kenapa? apa tak boleh ? kau ingat ucapanku waktu itu bukan? " godanya mencolek pipi Leimera uang memerah itu.


Leimera memalingkan wajahnya malu benar juga ia sudah kalah dan itu berarti... sontak ia menatap lekat Feng menyelidik kedua matanya melebar, Feng mengangguk puas sebelah tangannya terulur memainkan rambut indah wanitanya " benar...berarti kau mulai saat adalah wanitaku..." semangatnya.


Leimera hendak menyela namun sebuah telunjuk sudah menempel sempurna pada bibirnya " aaaa.... tak bisa menolak gadis...ingat pertaruhan tadi..." potong Feng tersenyum bangga.


Leimera tertunduk lemas pasrah ia ingat sekali taruhan yang dibuat oleh Feng tadi


' *kalau kau kalah kau harus jadi wanitaku Leimera...' bisiknya menekankan kata terakhir sebelum pertandingan


Leimera berdesis dalam hati ' sialan...eh btw kapan dia tahu nama asli gw ' kagetnya menatap Feng penuh selidik sedangkan yang ditatap hanya tersenyum lebar sedari tadi, itu membuat Leimera geram ia menggeretakkan giginya kesal*.

__ADS_1


__ADS_2