
Malam harinya , seperti biasanya Ryuxie akan menjalankan rutinitasnya setelah orang orang sudah pada tidur, Ryuxie tak lupa memakai jubah khas nya berwarna hitam dengan ornamen mawar di punggungnya tak lupa sebuah topeng perak setengah wajahnya dan juga ia memakai rambut palsu untuk menyamarkan identitasnya.
Ryuxie melompat dari satu atap ke atap lain tak berapa jauh dia berhenti pada sebuah bangunan nan megah , tanpa takut apapun ia memasuki rumah tersebut dan langsung menendang kasar pintu pemilik rumah tersebut.
BRAAKK
seorang pria paruh baya yang sedang santai bersama seorang istrinya terkejut , mereka menoleh dengan geram pada sumber masalah saat amarah sudah ingin meledak namun setelah mereka tahu siapakah penyebab nya mereka mengurungkan niatnya, dengan senyum takut sekaligus lebar itu menghiasi kedua wajah orang tersebut.
seorang pria paruh baya mendekati Ryuxie dan mempersilahkan dirinya masuk " rupanya dirimu silahkan silahkan..." ramahnya dengan senyum kikuk.
Ryuxie tetap diam tak bergerak " langsung saja " dinginnya tak mau berlama lama.
pria paruh baya tersebut menghela nafas lega ia tersenyum degan lebarnya " hehehe... baiklah, ini gambar orang tersebut dan ini...bayaranmu " ucapnya menyerahkan dua barang satu sebuah lukisan dan satu lagi sekantung emas.
Ryuxie mengangguk dan mengambilnya , setelah itu ia langsung pergi tanpa pamitan atau apapun , untuk apa lama lama baginya itu sangat menguras waktu. saat ini target selanjutnya adalah seorang apa ya... bisa disebut pemain wanita , orang yang menyewanya sangat geram pada target selanjutnya karna target ini telah melecehkan putri kesayangannya dan juga terlalu banyak gadis muda yang menjadi korbannya. Dan itu patut untuk dibunuh.
Ryuxie dengan gesitnya melewati dan melumpuhkan para penjaga penjaga yang menjaga ketat kediaman si korban. Ryuxie menyeringai ia semakin bersemangat hahaha... baginya membunuh itu suatu yang sangat menyenangkan apalagi suara jeritan jeritan manis yang sangat menyenangkan untuk didengar.
Ryuxie dengan kekuatan miliknya tiba disebuah kamar milik targetnya , kesan pertama baginya adalah menjijikkan, seorang pria tua Bangka yang dikerumuni para pelacur apalagi suara suara aneh yang menurutnya sangat sangatlah menjijikan, ini benar benar harus dibasmi dengan Baygon agar para nyamuk hilang.
__ADS_1
Ryuxie tanpa berlama lama lagi diruangan menjijikkan ini , ia menarik belati kesayangan miliknya dan dengan secepat kilat ia menusuk pria tua Bangka itu lalu menariknya kebawah sehingga membuat lubang yang cukup besar tanpa adanya yang mengetahui ataupun melihatnya ia seperti angin yang menusuk sangat berbahaya.
para pelacur yang melihat kejadian tiba tiba itu berteriak kencang dan saat mereka ingin mengucapkan satu kata Ryuxie menggunakan pisau angin miliknya menebas seluruh kepala pelacur pelacur itu hingga terlepas dari tubuhnya.
Ryuxie tersenyum miring ia mengambil sebuah kain dan ia gulung gulung hingga tebal lalu ia mulai menggambar bunga mawar dengan darah sebagai tintanya setelah itu ia melemparkan kain itu pada perapian di kamar tersebut.
" ha-ha-ha... sungguh suatu hiburan tersendiri..." tak hanya sampai situ , ia mengitari rumah tersebut dengan minyak tanah yang dibawanya setelah semuanya telah terkena ia berjalan santai keluar dari rumah tersebut dan melemparkan secara asal ranting yang sudah terbakar ke rumah tersebut terjadilah kebakaran besar besaran yang dibuatnya.
Ryuxie merapihkan jubahnya " misi terselesaikan "
***
satu tangannya terulur melepaskan semua atribut yang yang menjadi penyamarannya. Ryuxie bernafas lega juga sedikit lelah. lagi, kebiasaan dirinya saat di hutan malam ia pasti akan selalu menatap bulan purnama yang memasang selalu ada tak pernah berganti menjadi apapun itu , bulan itu seperti abadi selalu ada dan sama .
Tiba tiba saja sesosok putih muncul tepat dihadapan Ryuxie, Ryuxie tak sedikitpun menunjukan sisi was was atau semacamnya , ia dengan santainya menatap sosok pria putih dengan alis terangkat.
" lagi... kamu lagi... sebenarnya siapa kamu? " tanyanya . sosok tersebut tersenyum dibalik topeng perak miliknya, tentu Ryuxie tak tahu apapun ekspresinya karena gaya matanya saja yang terungkap.
sosok putih tersebut berjalan mendekat mengikis jarak , satu tangannya terulur membelai lembut rambut cantiknya. Entah apa yang ia rasakan saat ini ia tak dapat menepis tangan itu tangannya seperti kaku , rasa ini... benar benar familiar pikirannya hanya terpaku pada satu orang yang selalu ada untuknya. salju...itu yang selalu ia ucapkan kala ia memanggil orang dimasa lalunya, kenapa di yang bisa muncul dipikirannya . kenapa ini begitu sangat familiar sebenarnya ada apa ini? namun baru buru ia menggeleng gelengkan kuat kepalanya dan menepis tangan itu.
__ADS_1
lagi lagi sosok itu tersenyum penuh makna
" tak apa..kau tidak mengenaliku, suatu hari nanti kau akan tahu semuanya my little girl..." setelah mengucapkan itu ia menghilang bagai angin berhembus.
deg...
tunggu... apa ia tak salah dengar ? ia mengedarkan pandangannya mencari sosok itu lagi ia terus berputar mencari kesana sini hingga ia berlari memasuki hutan siapa tahu ia menemukannya namun benar ia telah menghilang begitu cepat, ia ingin menanyakan sesuatu padanya panggilan itu siapa dia sebenarnya? apa dia juga dari masa Depan sepertinya? ia benar benar bingung sekarang ,apa yang harus ia lakukan setelahnya...
Ryuxie terduduk lemah dengan semua permasalahan yang dialaminya , ia masih memikirkan satu hal tapi sekuat apapun ia memecahkan itu hanya rasa sakit yang hadir kembali menyerang kepalanya.
" huft..."
____________________________________
_______________________
salam manis dari Ryuxi
__ADS_1
jangan lupa like and comment :)