
Ryuxie beserta para bawahannya pergi memasuki hutan Malam , bisa dibilang hutan malam adalah bagian dari hutan hitam yang terpencil tepatnya di kaki gunung , mengapa disebut hutan malam? karena di hutan ini tak ada secercah pun cahaya yang masuk bahkan cahaya bulan pun tak dapat masuk , seperti malam sangat gelap, namun bila diteliti di pertinjau lebih dalam lagi ada bagian dimana cahaya yang dapat memasuki satu tempat , tepatnya di sebuah air terjun bukan di air terjunnya kamu harus memasuki lebih dalam dahulu agar dapat menemukan tempat tersebut.
Ryuxie terus mengarahkan bawahannya melangkah lebih dalam hingga beberapa jam kemudian mereka tiba di tempat yang dituju , didepannya terdapat air terjun yang sangat tinggi, Ryuxie beserta yang lainnya memasuki air terjun , tentu saja tidak mudah kalian harus melewati derasnya air terjun dan bebatuan bebatuan yang berjatuhan karena derasnya arus air, Ryuxie dengan mudahnya melewatinya dan hanya ada beberapa bawahannya yang berhasil memasukinya , sedangkan yang lainnya masih terus berusaha melawan arus, ini merupakan salah satu pelatihan yang diberikan Ryuxie agar mereka semua menjadi kuat. Di dalam air terjun tersebut terlihat seperti gua namun sangat indah banyak tanaman tanaman merambat di sekitar dinding dinding gua dan beberapa bunga yang entah mengapa dapat hidup mekar tanpa adanya cahaya dan satu lagi disini tidak lembab tidak ada lumpur yang mengotori seakan akan ini seperti buatan selalu dirawat.
" terus berusaha... itung itung latihan... saya akan berada disini menunggu kalian " teriaknya keluar menemui beberapa bawahannya yang masih terjebak arus.
Para bawahannya yang lain yang melihat Ryuxie dengan mudahnya keluar masuk kembali bersemangat , mereka tak akan menyerah mereka benar benar kagum pada tuan mereka walau masih muda ia sudah sangat kuat .
__ADS_1
" BAIK..." teriak Sorai mereka, Ryuxie yang melihat pemandangan tersebut tersenyum tipis , ia kembali mengingat masanya dulu di masa depan saat menemani para pasukannya berlatih tak kalah semangat nya dengan ini, ia kembali memasuki air terjun seperti tak ada halangan.
Ryuxie duduk di salah satu batu begitupun para bawahannya yang berhasil mereka juga beristirahat di bebatuan yang ada. tak menunggu waktu lama semuanya berhasil masuk kedalam.
Ryuxie tersenyum datar ia memandang seluruh bawahannya " bagus... aku ingin kalian seperti ini tak pantang menyerah.." ucapnya bangkit membenarkan jubahnya.
" baiklah... lanjutkan perjalanan "
__ADS_1
Ryuxie memandu hingga keluar gua tersebut , mereka terkagum kagum melihat pemandangan dihadapan mereka , sejauh mata memandang hanya terdapat hamparan rumput dan bunga bunga berwarna warni yang menghiasi seperti dalam sebuah dongeng tak dapat mengartikan bagaimana keindahan ini .
Ryuxie tersenyum tipis bila kalian bertanya mengapa ia mengetahui tempat seindah ini , jawabannya karena selama ia tinggal di dunia entah berantah ini ia sudah mengelilingi banyak tempat tempat yang ada setiap malam tanpa pengetahuan temannya dan kembali pada matahari sudah keluar dari peraduannya, hingga ia menemukan tempat ini tanpa kesengajaan dirinya , saat itu tengah malam ia sengaja mengelilingi lebih jauh hutan malam ini , ia terus berjalan memasuki hutan ini saat itu ia tak sengaja tersandung dan terguling, tanpa sengaja ia menemukan sesosok wanita namun bukan manusia seperti arwah dengan cahaya putihnya, karena rasa penasaran dirinya ia mengikuti arwah tersebut hingga arwah tersebut sampai di sebuah air terjun dan memasukinya , tentu Ryuxie terus mengikutinya saat awal memasukinya sangat sulit ia harus menggunakan kekuatan kakinya melawan arus dan saat ia telah berhasil arwah tersebut hilang begitu saja, Ryuxie memandang sekelilingnya namun tetap saja arwah tersebut hilang , sudah di tengah jalan Ryuxie tak ingin menyia-nyiakan , ia memasuki gua lebih dalam hingga ia melihat secercah cahaya di ujung sana tanpa pikir panjang ia melangkah lebih dekat dengan cahaya tersebut yang semakin terang ia menyilangkan kedua tangannya didepan wajahnya menghalangi lebih banyak cahaya masuk ke retina matanya, setelah nyaman ia menurunkan tangannya dan memandang sekelilingnya , matanya membulat kagum tangannya terulur menutupi mulutnya yang terbuka , benar benar indah bulan purnama terlihat begitu besar dengan banyak kunang kunang yang ikut menerangi, ia berlari melempar jubahnya berlari dihamparan rumput rumput tangannya ia rentangkan menghirup aroma bunga yang menyatu dengan alam, ia terhempas tiduran dihamparan bunga bunga, bibirnya tanpa henti tertarik keatas membuat sebuah senyuman yang lebar, ia menghembuskan nafas matanya tertutup menikmati hingga ia tak sadar dirinya tertidur. Dan sejak saat itu ia sering mengunjungi tempat ini bila ada waktu dan ia ingin membuat suatu kelompok seperti di dunianya dulu dan membawa mereka ke tempat ini... Dan sekarang itu terwujud dengan perlahan lahan ia mengumpulkan uang dari hasil usahanya , iya... dia selama ini menjadi seperti didunianya menjadi pembunuh bayaran... tak ada yang mengatahuinya meskipun itu sahabatnya, ia menjalani pekerjaannya secara diam diam dengan menggunakan identitas palsu dan menggunakan topeng peraknya setiap kali ia beraksi dan orang orang kerap menjulukinya Xue meigui yang berarti mawar darah karena setiap kali ia selesai membunuh targetnya ia akan menggambarkan bunga mawar dengan darah si korban, tentu ia tidak asal membunuh secara acak ia akan melakukan sesuai yang diminta ia akan menerima bila itu membunuh orang orang yang pantas mati... sebenarnya ia tidak ingin melakukan ini tapi ya mau bagaimana lagi itu salah satu hobinya, dan ia akan menjalaninya dengan senang hati asalkan bayarannya setimpal itu saja... dan prinsip dirinya adalah.. jangan mengganggu bila tak ingin diganggu... cukup simpel... darah dibalas dengan darah dan nyawa dibalas dengan nyawa...
KYNA
__ADS_1