Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
kompetisi


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Ryuxie telah bersiap dengan setelan nya tak ada yang istimewa semuanya sama hanya ada beberapa yang ia rombak menjadi lebih modern. ia membangunkan kedua kebo yang masih mendengkur halus di bawah selimut.


Ryuxie menarik kaki Leimera sehingga ia terjatuh dari kasur dan juga menyiram Kyna dengan seember air.


" AAAAA........" teriak keduanya menggema, Ryuxie mengernyit ia memegangi kedua telinganya yang berdenyut.


Leimera bangkit ia memegangi bokongnya yang terasa sakit , ia memandang sinis Ryuxie yang hanya dibalas acuh olehnya .


" bangke lu sialan...emang gak sakit apa? pantat gw tepos tepos dah..." geramnya.


sama halnya dengan Leimera, Kyna mendelik kesal ia memeras rambutnya yang basah kuyup juga bajunya. " basah kan... lu mah kalo bangunin orang pake hati kek ! nyiram ya nyiram gak seember juga kali, idung gw sakit sue gara gara lu..." kesalnya menggosok gosok hidungnya yang memerah akibat kemasukan air.


Bukannya meminta maaf , Ryuxie dengan acuh tak acuhnya mengedikkan bahunya tak peduli berjalan keluar kamar seraya menutup kedua telinganya. Ryuxie menghitung dalam hati


satu


dua


tiga...


" RYUXIE SIALAN " nah kan baru diitung, untung sesuai prediksi kalo kgk habis dah tuh kuping.


Leimera dan Kyna berjalan keluar penginapan dengan amarah yang membara mereka berdua pergi tanpa tujuan, yang penting dapat menenangkan diri mereka akibat keisengan Ryuxie. sedangkan Ryuxie entah kemana ia pergi.

__ADS_1


Leimera memberhentikan langkah keduanya " kyn... liat nohh ada rame rame kayk lagi saweran kesono yuk..." ajaknya langsung menarik tangan Kyna tanpa persetujuan. Kyna memutar bola matanya malas tetap mengikutinya.


Setelah mendekati perkumpulan manusia itu , Leimera berseru senang , ia jingkrak jingkrak seperti anak kecil saat melihat pertarungan didepannya. ternyata perkumpulan tersebut adalah kompetisi antar pemuda untuk mendapatkan wanita , ini biasa dilakukan warga sekitar apalagi ini menjadi kesempatan bagi para jomblo akut yang dapat menarik wanita mendekat setelah memamerkan kebolehannya di depan khalayak.


Leimera tersenyum licik ia membisikkan beberapa kata pada Kyna yang diangguki olehnya.


mereka saling pandang , Kyna mengangguk semangat begitupun Leimera mereka perlahan mundur menjauhi kerumunan dan pergi ke toko pakaian khusus pria untuk meminjam dua potong pakaian sederhana.


Leimera mengendap endap masuk bersama Kyna tanpa menimbulkan suara ingat kan kalo mereka mafia tapi sifatnya absurd. Leimera cekikikan saat ia dapat dengan mudah mengambil satu potong pakaian pria berwarna merah maron, begitu pun Kyna ia mengambil juga satu potong pakaian pria berwarna biru dongker. mereka bertos ria setelah itu mengganti pakaiannya di sebuah ruangan toko itu, tak lupa mereka berdandan layaknya seorang lelaki bermartabat, dengan postur mereka yang dibilang tinggi bila seukuran wanita itu sudah memudahkan mereka untuk menyamar apalagi dengan rupa mereka yang terkesan unik.


Kyna berdecak kagum saat melihat dirinya dipantulan sangat cocok dengan pakaian " wah... ganteng juga gw " bangganya merapihkan kerahnya.


Leimera masih bergelut dengan rambutnya yang membahana " hadeuhh ribet amat dah..." dengusnya setelah menyelesaikannya.


mereka kembali ketempat perkumpulan manusia itu semula , seorang pembicara mengumumkan seorang juara bertahan " baiklah... kita sudah ada juara bertahan saat ibu... apakah masih ada yang ingin mencoba melawan dengan juara bertahan? " tanyanya bersemangat. tentu saja hal ini tak ingin dilewatkan keduanya , dengan gesit leimera mengangkat tangannya.


pembicara tersebut memandang seksama Leimera kemudian menganggukkan " silahkan tuan tampan..." ujarnya mempersilahkan.


Leimera dengan berwibawanya melangkah menaiki panggung , jeritan jeritan manis dari para wanita begitu kencang pada saat dirinya melewati mereka.


'gw seganteng itu apa ya... boleh kali ya jadi playboy kali kali...' kekehnya dalam hati saat ia melewati seorang wanita yang terus menatap dirinya , Leimera mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum manis pada wanita tersebut sehingga membuat wanita tersebut memerah dan tak lama pingsan. Kyna yang sudah tak heran lagi menggeleng maklum untung sahabat.


Leimera berdiri dihadapan juara bertahan itu dan menyatukan kedua tangannya sebagai bentuk hormat.

__ADS_1


sang juara terus menatap dirinya dengan tangan yang melipat " kau cukup tampan juga pemuda , kupastikan kau akan kalah..." sombongnya mengangkat kepalanya angkuh.


Leimera tersenyum penuh arti dirinya yang begitu mempesona seakan menyihir " walaupun aku akan kalah setidaknya aku tampan " balasnya santai sedikit ada rasa kesombongan, Kyna yang melihat dan mendengar itu ingin memuntahkan isi perutnya apa apaan ini ?...


" sudah siap? " tanya pembicara tersebut , setelah diangguki keduanya ia melemparkan sebuah kain dan saat kain tersebut jatuh menyentuh tanah pertanda bahwa kompetisi dimulai.


" mulai.."


Leimera tetap diam , ia menungggu lawannya untuk menyerang dahulu, seperti dugaannya lawannya ini sangat tidak sabaran ia terlalu berambisi.


Ia menghindari semua serangan dengan mudahnya sesekali ia tersenyum kepada para wanita, lawannya itu semakin dibuat geram kala melihat Leimera yang begitu meremehkan dirinya " kenapa kau hanya menghindar ? cihh pecundang " ejeknya.


Leimera berhenti menggoda para wanita , ia menggeram marah disebut pecundang , tangannya mengepal kuat sekali serangan ia mengalahkan lawannya dengan tinju miliknya.


bugh..


lawannya terjatuh tak berdaya , mukanya membengkak seperti ****, pukulan yang sangat kuat sekali.


para penonton yang melihat kejadian cepat tersebut menganga tak percaya satu serangan langsung tumbang, banyak tatapan yang diberikan ada yang takut , memuja , juga kagum, terutama para wanita yang begitu semakin kagum padanya.


Leimera memandang rendah lawannya itu satu sudut bibirnya terangkat sinis " lihatkan... kaulah seorang pecundang yang hanya menang badan..." ejeknya setelah itu berlalu pergi, tapi langkahnya terhenti kala sebuah suara terangkat.


" tunggu... izinkan aku mencobanya..."

__ADS_1


Semua orang beralih memandang asal suara begitupun leimera. Leimera membulatkan matanya terkejut ia ingin sekali kabur tapi yakali seorang juara kabur, jujur ia tidak ingin melanjutkan ini ia ingin menghilang saja rasanya.


__ADS_2