
Malam harinya sesuai janji, Ryuxie membawa Kyna dan Leimera ke hutan malam dimana markas Rose Blood berada.
Kyna berdecak kagum saat sampai ditempat tujuan mereka, bulan yang bersinar begitu memukau, ditambah banyaknya kunang kunang yang beterbangan membuat suasana malam ini menjadi makin menakjubkan.
" woahh... Daebak " kagumnya berputar putar melihat sekitarnya.
Leimera terbengong ia masih diam menatap kagum, tanpa sadar air liur sudah mengalir deras. kyna yang menyadari itu bergidik geli
" Leimera ihhh... itu mulut lu nyampe banjirr tutup gak " Leimera sontak mengusap ujung mulutnya lalu tersenyum lebar.
" dasar, nihh elap bau bangke ludah lu pasti " Kyna menyodorkan sapu tangan yang sellau ia bawa yang diterima baik Leimera.
Leimera mengusap mulutnya juga tangannya dengan sapu tangan pink dari Kyna " enak aja lu, elu yang yang bangke " ketusnya, ia menatap sapu tangan ditangannya kok kyk kenal ya..
Leimera sontak menoleh pada Kyna yang langsung pura pura batuk sambil merapihkan rambutnya namun sesekali matanya menatap was was Leimera.
" ohhh jadi ini malingnya, pantesan gw cari cari nih sapu tangan gak ketemu ketemu, ternyata elo yang ngambil iya ? " sinis Leimera mengangkat sapu tangan di depan wajah Kyna.
Kyna tersenyum lebar " gw gak maling kok cuma minjem doang "
" minjem kok nyampe bertahun tahun " Kyna mengambil sapu tangan itu, menyadari basah ia langsung melempar asal, dan menepuk nepuk tangannya jijik.
" iuhh bau Lei... lagian cuma minjem dua tahun kok kan gak lama " Kyna mendengus kesal.
Leimera mencebikkan bibirnya " ligiin cimi minjim dii tihin Kik kin gik limi, mbahmu ****** " Kyna mengusap dahinya yang kena jitakan Leimera.
" cuma sapu tangan doang lebay banget sih lu, kan pas itu abis misi di Jerman ya gw pake lah yang ada, lagian tuh sapu tangan gambarnya Boboiboy sihh tau gw sukak yaudah gw pinjem, nohh udah gw balikin kan " belanya pada dirinya sendiri.
Leimera melengos pergi menghampiri Ryuxie yang masih diam menunggu keduanya selesai bertengkar.
" bodo amat " sinis nya.
Ryuxie menatap datar keduanya, ia melambaikan tangan bermaksud untuk mengikutinya.
keduanya jalan beriringan atmosfer keduanya begitu panas perang dingin play again...
" apa Lo liat liat " sinis Leimera
Kyna mencibir " bapalo jago silat tainya bulat bulat seperti pala Ipin mulusy...." setelahnya terkekeh kecil.
leimera memutar bola matanya malas " gila " Kyna mendelik tajam.
" elu yang gila "
__ADS_1
Leimera mengibas rambutnya kebelakang dengan gaya alaynya " enak aja cantik gini lu kate gila, matalo gak diare kan? "
Kyna mencibir " iya mata gw diare, emang kenapa ? lu mau kasih gw Paramex "
" ngapain gw kasih lu Paramex, mending gw kasih lu Baygon "
" Baygon ketek lu... "
" enak aja ketek gw Baygon... nihh cium ketek gw mah wangi kek kasturi " Leimera mengangkat keteknya tinggi tinggi lalu mendekatkan pada kyna.
Kyna mencubit hidungnya menghindari ketek Leimera " kasturi nyemplung empang iya "
" apa apaan Lo... elu tuh yang bau taik onta " ketua Leimera tak terima.
" gw mah ngaku ketek gw bau, tapi gw mah baunya bau kenangan... emang elo "
Leimera berdecak kesal " apaan ? "
" lu gak inget, dulu waktu lu SMA lalet nyampe mabok di ketek lu " Ledeknya bergidik mengingat saat kejadian waktu SMA-nya dulu.
Leimera memerah malu " laletnya aja kebanyakan minum Baygon kan mabok tuh jadinya " elaknya.
Kyna menoyor dahi Leimera " yeee... ketek lu aja yang bermasalah makannya pake minyak wangi jangan pake minyak goreng "
" malah nyalahin lagi.... emang situ lupa siapa yang ganti minyak wangi gw jadi minyak goreng " Leimera balas menoyor tak mau kalah.
" tau idung gw pas itu lagi muntaber mana gw tau... " Leimera menolehkan kepalanya ke samping menghindari Kyna.
" Elu nya yang beg* "
Ryuxie yang sudah tak tahan berbalik badan dan langsung menjewer keduanya " bisa gak sih seharii.. aja gak adu bacod panas kuping gw sialan " geramnya menarik keduanya menuju markas dengan masih menjewer.
Dari tadi bisa aja mereka sudah sampai bahkan sudah ngasoh manis di sofa, tapi ya kelakuan dua Dugong yang bikin orang olahraga kesabaran karena menantang adrenalin untuk gak bantai keduanya.
saat sampai di depan gerbang, mereka disambut oleh beberapa anggota yang berjaga malam.
" selamat datang QD dan nona nona " ucap mereka serempak menunduk hormat.
Ryuxie mengangguk lalu mengibaskan tangannya menyuruh untuk membukakan pintu gerbang.
" terimakasih... lanjutnya tugas kalian " Ryuxie berjalan angkuh memasuki markas dengan dua orang yang masih ia seret.
kyna dan Leimera menunduk pasrah walupun begitu mereka masih ribut saking menyalahkan dengan suara yang lirih.
__ADS_1
" elu sih "
" apaan lu....gara gara elu lah "
" elu "
" elu "
" elu "
" el- "
" Diam atau gw lempar " keduayny sontak mengatupkan bibir mereka rapat rapat menguncinya agar tak menimbulkan suara yang bikin singa betina koar koar baca mantra.
" selamat datang QD dan nona nona " salam hormat serempak anggota yang tengah bersantai di ruang tamu.
Ryuxie mengangguk dan tersenyum kecil, kaki jenjangnya membawa ketiganya ke kamar Ryuxie di markas.
Ryuxie melepas tangannya dari telinga keduanya saat sampai di kamarnya, keduanya yang terlepas dari segel itu mengusap usap telinga merek yang memerah.
Leimera mengembungkan pipinya lalu berjalan mendekati kasur " huft... sadis lu Xie " setelahnya merebahkan diri di kasur kingsize Ryuxie.
Kyna ikut merebahkan diri di kasur, tak lama terdengar dengkuran halus dari sampingnya, ia menoleh ke samping yang memperlihatkan Leimera yang terpejam dengan mulut yang terbuka.
Ryuxie mengambil selimut di lemari dan menyelimuti leimera dengan selimut itu, Kyna beranjak bangun dan memperbaiki cara tidur Leimera agar lebih nyaman.
Kyna berjalan mendekati Ryuxie yang tengah duduk dengan secangkir kopi ditangannya
" emang ya... dasarnya kebo ya gitu ketemu kasur langsung tepar " decaknya menggelengkan kepala, ia menoleh pada Ryuxie.
Ryuxie mengangkat cangkir kopi nya berniat menawarkan, Kyna tersenyum senang ia mengambil cangkir tersebut dengan riang, namun senyuman itu kandas kala melihat isi cangkir yang tinggal ampas kopi
" sialan lu " serunya memukul bahu Ryuxie.
Ryuxie terkekeh kecil " kenapa gak tidur ? " tanyanya.
Kyna mengedikkan bahunya " gak tau belom ngantuk aja, eh betewe ceritain gw dongeng dong biar gw bisa tidur " pintanya menunjukkan puppy eyes nya, kebiasaan dirinya ialah ia suka untuk dibacakan cerita atau dinyanyikan lagu bila ia susah tidur.
Ryuxie mengulas senyum " dasar bocah " ia kadang suka berfikir ia yang paling muda diantara ketiganya dan Leimera yang paling tua namun sifat mereka sungguh tak sesuai umur.
Kyna terkekeh kecil ia menarik tangan Ryuxie membawanya ke kasur dan merebahkan dirinya disamping Leimera yang sudah terlelap, Ryuxie juga ikut merebahkan dirinya, untung kasurnya muat untuk 5 orang jadi mereka tidak akan berdesak desakan.
Ryuxie memposisikan diri ia mulai membacakan cerita yang dikarangnya hingga Kyna tertidur lelap, Ryuxie tersenyum tipis ia mematikan lilin lilin yang menjadi penerang dan ikut masuk ke alam mimpi.
__ADS_1
♡(˃͈ દ ˂͈ ༶ )♡(˃͈ દ ˂͈ ༶ )♡(˃͈ દ ˂͈ ༶ )