
happy reading , maaf kalo masih banyak typo yang berkeliaran gak ada karung buat nangkep 💕💞
Saat ini mereka sedang berada di istana kerajaan Chen karna undangan kemarin, ternyata wanita kemarin adalah seorang putri dari kerjaan Chen yang kabur untuk melihat lihat negaranya tanpa pengawal satupun hanya ada satu dan itu pelayan pribadinya. putri Chen Xiao shan putri ke tiga dari permaisuri Mu Fei .
Dengan gerakan anggun putri Chen Xiao shan menuangkan teh secara pribadi kepada mereka bertiga yang sedang gugup terkecuali Ryuxie ia tetap santai .
Putri Chen Xiao shan tersenyum lembut pada mereka ia menaikkan sebelah alisnya menunjuk hidangan yang disiapkan
" silahkan.."
" baik putri.. , oh ya.. mengapa putri yang terhormat mengundang kami ? " tanya Kyna setelah meminum tehnya. mereka tidak memakai cadar hanya di luar saja mereka memakainya.
" kau pasti tahu... Nona berbaju merah " jawab putri Chen Xiao shan menatap lembut Ryuxie yang memang memakai hanfu merah lembut polos.
" Xianxie " jelas Ryuxie menggunakan nama samaran dirinya yang merupakan julukan dirinya. Kyna dan Leimera menatap heran Ryuxie yang hanya di balas decakan.
Ryuxie mengangguk mengerti ia memang sudah tahu karna putri saat itu memberitahukan padanya bahwa akan diadakannya pesta di kerjaan.
" perayaan kelahiran kaisar Chen " terang singkat Ryuxie yang dibalas anggukan keduanya.
" maksud putri mengundang kita bertiga ?" tanya Leimera hati hati.
putri Chen Xiao shan tertawa lembut melihat kelakuan dua orang ini yang terlalu kaku
" iya... kurasa putri ini belum mengetahui nama kalian ? " ucapnya merujuk pada Kyna dan Leimera .
Kyna yang bingung memilih mengasal " Lian Yi putri .." Kyna tersenyum canggung melirik leimera .
Leimera mengangguk ragu ia tersenyum malu malu " Shiaoli putri..."
lagi lagi putri Chen Xiao Shan terkekeh kecil ia menggeleng gelengkan kepala .
" tenang... anggap saja aku temanmu , kita berteman mulai sekarang " serunya senang ia sangat berantusias saat mengucapkannya sepertinya ia memang kesepian butuh seorang teman.
" hehehe... baik putri " kekeh kecil Leimera
" Shan'er , jangan putri... kita teman bukan..." jelasnya tak mau di panggil putri karna itu merepotkan ia lebih suka di panggil namanya saja agar akrab.
Kyna menepuk pelan meja giok di depannya ia menatap Shan'er teliti tatapannya terhenti pada wajahnya. " Baiklah... Shan'er ada sesuatu di wajahmu..." ucapnya menunjuk bawah mata kiri.
Shan'er tersentak ia meraba raba bawah mata kirinya tak ada apa apa. ia berbalik menatap Kyna menjelaskan .
Kyna tersenyum lebar dengan tanpa dosanya
" tidak ada aku hanya bercanda... hehehe "
Shan'er mendengus kesal mengerucutkan bibir semerah ceri miliknya menambah kesan imut baginya .
" hahaha wajahmu sangat imut Shan'er " tawa Kyna meledek ia akan bersifat biasa lagipula mereka berteman bukan?.
__ADS_1
wajah Shan'er memerah ia menatap garang Kyna yang tengah tertawa sebelum menghampiri Kyna ia menatap Ryuxie dan juga Leimera memberikan kode mereka yang mengerti mengikuti maksud Shan'er.
Ryuxie dan Leimera saling memandang , dengan cekatan mereka memegangi erat lengan kanan dan kiri Kyna mengunci pergerakannya. Shan'er tersenyum puas dengan senyuman manisnya ia melangkah anggun menuju Kyna yang sedang was was.
" Hiya...." teriak Shan'er langsung menggelitiki Kyna di sana sini , mereka tertawa bahagia melihat penderitaan Kyna
" HAHAHAHA AMPUNHHHH.... HAHAHA "
" HUAHAHAHA CAPHHEEE HAHAHA UDHAH UDAH HAHAHAHA "
Shan'er tertawa lepas melihat ekspresi Kyna yang wajahnya memerah karena tertawa begitupun Ryuxie dan Leimera mereka sangat menikmati saat ini suara tawa mereka begitu keras memenuhi taman milik putri Chen Xiao shan. para pengawal dan pelayan yang melihat interaksi mereka tersenyum senang sudah lama Putri mereka tidak tertawa selepas ini , mereka bersyukur dengan kehadiran teman baru nonanya mereka berharap putri Chen Xiao shan akan selalu seperti ini.
Hari sudah semakin sore , tak terasa mereka sudah lama disini , dan sekarang saatnya bagi mereka untuk pamit pulang bagaimana pun mereka cuma sekedar tamu, tidak enak bila harus berlama lama apalagi ini kekaisaran kerajaan Chen .
" maaf Shan'er , kami pamit pulang dulu sudah menjelang sore " seru Leimera yang diangguki keduanya.
Shan'er cemberut tak suka ia bersedekap dada " tak boleh... kalian menginap saja disini " tolaknya meminta untuk tetap tinggal , ia menatap ketiganya dengan wajah andalannya .
ketiganya menghembuskan nafas berat , Kyna mencoba membujuk Shan'er agar dibolehkan pulang
" Shan'er kita harus pulang...kami janji besok kami akan berkunjung kembali " bujuknya sebenarnya sih Kyna tak tega tapi y mau gimana lagi
" kalian harus tinggal..." tegas Shan'er , mereka bingung harus bagaimana disatu sisi mereka mau , namun di sisi lain mereka juga tak enak .
" biarlah... temani saja Putri manja ini " suara seseorang membuat mereka menoleh keasal suara , putri Chen Xiao Shan tersenyum lebar ia menghampiri orang tersebut dan memeluknya erat melepas rindu.
" KAKAK..!! kapan kau kembali ?Shan'er merindukanmu " tanyanya mendongak menatap kakak tercintanya tanpa melepaskan pelukannya.
" siapa temanmu ini putri..? " tambahnya beralih menatap teman teman Shan'er, matanya melebar tatapannya terpaku pada sesosok wanita yang ditemuinya di hutan waktu itu, begitupun Leimera ia menatap tak percaya pada pria tampan dihadapannya.
" KAU " teriak mereka berdua menunjuk satu sama lain.
Shan'er dan yang lainnya terheran kepada dua orang ini, Kyna dan Ryuxie saling pandang yang di alas gelengan tak tahu oleh nya.
Shan'er melepaskan pelukannya ia beralih menatap Leimera yang wajahnya memerah.
" kalian saling kenal? kakak ? Shiaoli ? " bingungnya
Leimera buru buru menyanggah , berbeda dengan pria dihadapannya.
" tidak "
" iya " mereka berucap berbarengan , Leimera meringis tak percaya pada pria itu, pria tersebut tersenyum tipis ia terus menatap lekat Leimera
' jadi namamu shiaoli aku suka.. '
putri Chen Xiao Shan mendengus kesal ia berkacak pinggang " ohh ayolah.. siapa yang Benar "
" tentu saja aku " lagi lagi mereka berbarengan
__ADS_1
putri Chen Xiao Shan memutar bola mata malas " baiklah aku akan bilang pada ayah untuk menjodohkan kalian berdua " ancamnya hendak berbalik namun ditahan oleh cekalan Leimera.
Leimera tersenyum manis sangat manis
" Shan'er yang cantiknya melebihi Kyna tolong ya jangan bilang pada kaisar.. ya oke aku ngaku deh kalo dia yang bener " pasrah nya menunjuk pria tersebut.
pria tersebut menarik tangan adiknya untuk pergi keruangan ayahnya
" sudahlah ayo ke ayah bilang untuk menjodohkan ku " senangnya melangkah menjauh . Leimera terkejut dengan ucapan pria tersebut ia menghampiri dengan kesal dan menarik tangan putri Chen Xiao Shan
" tidak mau , aku saja baru bertemu dengannya sekali jangan turuti atau aku marah padamu " rajuknya menatap sengit pria tersebut lain halnya pria tersebut malah senang ditatap seperti itu seperti istri memarahi suami ia terkekeh sendiri dengan pikirannya yang kemana mana. tersadar kembali ia malah menarik kuat adiknya hingga jatuh ke pelukannya
" tidak bisa " ucapnya tak terima
putri Chen Xiao Shan yang geram melepaskan diri menghindari dua sejoli yang masih saling bertatapan sengit , ia pergi menghampiri Ryuxie dan juga Kyna yang dari tadi asik menonton sembari memakan cemilan yang dihidangkan .
" KAKAK.. SHIAOLI...KEMARI KALIAN "
mendengar itu kedua sejoli tersebut menyudahkan aksi mereka menghampiri putri Chen Xiao Shan yang tengah merajuk .
" sudah jangan berantem kalian perkenalkan kak- " putri Chen Xiao Shan mendengus kesal karna ucapannya sengaja dipotong kakak nya itu ia mengembungkan kedua pipinya.
" putra mahkota Chen Xiao Feng.., salam nona nona " setelah memperkenalkan diri ia menatap ketiganya dengan alis terangkat
" Xianxie , Lian Yi , Shiaoli..." ucap singkat Ryuxie menunjuk masing masing temannya.
Chen Xiao Feng tersenyum lebih tepatnya ke Leimera , lalu beralih ia berbalik badan hendak pergi
" baiklah nona nona tinggallah untuk menemani adikku , aku pamit pergi sampai ketemu lagi.."
Leimera bernafas lega , ia mengumpat kesal pada pria tadi " sialan emang ya , untung ganteng " gerutunya yang masih dapat didengar oleh mereka , Kyna dan Chen Xiao Shan tersenyum jahil seperti merencanakan sesuatu.
putri Chen Xiao Shan bangkit ia menepuk kedua tangannya pelan " kalian sudah dengar bukan perintah putra mahkota , ayoo kekamarku kita istirahat " ajaknya menarik tangan Ryuxie dan Kyna , sedangkan Leimera ia ditinggalkan karna asik menggerutu .
Leimera mendongak ia heran kok sepi ternyata sudah tak ada kawannya mereka sudah jauh didepannya , buru buru di lari mengejar ketiganya " TUNGGU..."
Putri Chen Xiao Shan menoleh kebelakang ia mempercepat langkahnya " ayo ayo... lari jangan sampai ke tangkap Shiaoli " mereka ikut saja berlari , sedangkan Leimera ia sayup sayup lelah ia berjalan lemas sudah tak kuat lagi lari.
" AKU MENYERAH " teriaknya tergeletak karna memang putri Chen Xiao Shan sengaja membuatnya mengejar mereka keliling kerajaan lihat saja ia sekarang tak tahu dimana dari tadi belum sampai ke kamar sang tuan putri.
Leimera tersenyum getir ia menengok sana sini , dimana mereka ? sungguh ia ditinggalkan sendiri , tak terlihat satupu dari mereka bahkan tak ada para pelayan ataupun pengawal yang berjaga hanya ada dirinya seorang.
Dengan lemas ia kembali melangkah , ia kembali ketakutan saat mendengar seperti ada yang mengikutinya , ia berhenti dan langkah dibelakangnya juga terhenti, ia berjalan langkah dibelakangnya juga kembali terdengar berarti itu sedang mengikutinya , Leimera buru buru mempercepat langkahnya dan itu seperti ia dikejar dengan kalut ia berlari tak tentu arah , jantungnya berdetak tak karuan wajahnya sudah menjadi biru ketakutan saat ada yang mencekal tangannya
" HUAAA.. AMPUN AMPUN SAYA GAK AKAN GANGGU KALIAN LAGI MBAK KUNTI, KANG POCONG , BANG GUNDURUO , TEH SUSTER , DEK TUYUL AMPUNI SAYA JANGAN GANGGU SAYA , SAYA BELUM NIKAH SAYA MASIH PENGEN NGERASAIN NIKAH SAMA PUNYA ANAK AYODONG... LEPASIN TANGAN SAYA , SAYA JANJI BAKAL BANTU MBAKNYA GIMANA BIAR GAK GENTAYANGAN MULU... KASIAN NANTI JODOH SAYA KALAU SAYA MATI... HUAA.. IBU IBU BAPAK BAPAK SIAPAPUN TOLONG SAYA..." teriaknya tak karuan menutup kedua matanya , deru tawa terdengar di belakangnya dengan berani Leimera membuka matanya , matanya melebar , ternyata ia dikerjai
Chen Xiao Feng yang mencekal tangan Leimera ia melepasnya tak kuat menahan tawa ia tertawa sangat keras sembari memegangi perutnya , begitu kyna juga Chen Xiao Shan mereka tertawa tanpa dosa menertawakan dirinya kecuali Ryuxie yang hanya tersenyum kecil. Leimera benar benar malu ia menutup wajahnya yang sudah memerah hingga telinganya ikut memerah.
" UDAHH IHHH AKU NGAMBEK NIH... " malunya masih menutupi wajahnya
__ADS_1
" HAHAHAHA SHIAOLI KAMU SUNGGUH LUCU HAHAHAHA " Chen Xiao Shan masih tertawa keras melupakan etiket dirinya sebagai seorang putri kerajaan begitupula dengan Chen Xiao Feng. mereka benar benar sangat bar bar