
Malam semakin larut, sudah tengah malam, dimana semua orang sudaha pada bergelut nyaman pada kasurnya, namun tidak dengan dua wanita yang selalu ribut.
" Hadeuhh.... Leimera yang cantiknya amit amit... udah deh, elu mau konser apa mau kemana sih riweuh amat, gini yaa kita itu mau menjalankan misi bukan kemah " kesal Kyna berkacak pinggang, ia benar benar pusing dengan sosok makhluk dihadapannya ini.
Cengiran cantik terpampang bertengger manis pada wajah leimera " gini ya... kita itu wanita... lagian pasti dibutuhkan kok..." ujarnya tak mau kalah.
" owhh gitu ya... terus lu mau bawanya gimana emang ada koper gitu "
Leimera menggaruk pipi kanannya yang tak gatal " iyaya... kok gw **** ya..."
Kyna memijit pelipisnya sabar, ia sepertinya harus membuat stok kesabaran untuk jenis makhluk rempong macam Leimera
" baru nyadar nih bocah..." sarkasnya.
Tak kehabisan akal, Leimera mengambil kain hitam tebal di lemari, ia melebarkannya dan menaruh semua barangnya di atasnya. Sudut bibir Kyna berkedut kesal
" LEIMERA YANG BEGONYA MINTA AMPUN... SUMPAH GW BUNUH JUGA LU..." geramnya mematahkan sebatang dahan pohon yang sedari tadi digenggamannya.
Leimera menyibakkan rambutnya bangga " emang ya... orang cantik mah beda, nanti ya... kalo Lo mau fotbar sama gw, sori aja deh ya.. gw lagi sibuks " Pedenya kelewat batas, Kyna semakin dibuat geram olehnya wajahnya berangsur angsur memerah hingga ke telinga bahkan sudaha mengeluarkan asap asap cantik hanya tinggal menunggu meledak saja.
" LEI-..." Kyna menghentikan ucapannya, ia menolehkan kepalanya pada jendela yang terbuka menampilkan sosok wanita berwajah dingin dengan hanfu hitam yang melekat pada tubuhnya.
Memang sebelum Ryuxie pergi kembali ke penginapan, ia terlebih dahulu mengganti bajunya dengan setelan hanfu hitam pendek yang boleh ia dapatkan hasil mencolong di jemuran orang, jangan ditiru ya...
" NAHHH AKHIRNYA LU DATENG JUGA KAN... NOH LU LIAT KELAKUAN ANAK SETAN JABLAY KEK DIA NOHH..." geramnya berteriak dengan tangan yang menunjuk Leimera yang tengah tersenyum polos bagai sempwak miper.
Tangan Leimera melambai riang pada Ryuxie wajahnya tak henti menampilkan senyuman polos miliknya " halo Ryuxie... akhirnya Lo dateng juga... ayok kita berangkat... Let's go..." riangnya membopong bundulan kain yang sudah terisi barang barang.
Ryuxie menaikan alisnya, ia menatap tajam bundulan kain itu, membuat Leimera mengernyit heran " apa itu ? " tanyanya.
Leimera mengehentikan langkahnya ia menaruh bundulan kain itu dan membukanya, memperlihatkan isinya pada Ryuxie.
" nih... in- " Ryuxie cepat cepat memotong tajam ucapan Leimera.
" taro gak!! "
Leimera terbengong heran " kenapa? ini kan " ia menunduk mengerti setelah melihat tatapan tajam Ryuxie ia menaruh kembali barang barang itu.
Kyna tersenyum miring ia memeletkan lidahnya mengejek Leimera yang cemberut " hahaha... rasain tuh ketek onta " ejeknya tertawa bahagia.
Leimera melirik sinis Kyna dari ekor matanya, sedari tadi mulutnya berkomat Kamit menggerutu kesal kepada Kyna, ia berharap Kyna segeralah mendapatkan karma.
Baru saja disumpahin, Kyna terbatuk batuk karena kemasukan nyamuk akibat tertawa terlalu lebar, Leimera tersenyum lebar dibalik itu... hehehe... karma emang gak pernah nyasar.
__ADS_1
' uhuk- uhuk '
Ryuxie mendekati Kyna dan membantu menepuk nepuk punggung Kyna, ia menyodorkan segelas air pada Kyna yang diambilnya dari meja sebelahnya.
Kyna buru buru saja meminum air itu ia mengelus elus dadanya, batuknya perlahan mereda ia bernafas lega, matanya menatap tajam Leimera yang tengah tertawa kecil. " ini pasti ulah lu kan..." tebaknya memicing curiga.
" entah... tapi keknya ia deh, gw kan cuma nyumpahin doang ehh taunya si dagu lancip Roy datengin elu biar kena karma, emang deh gak sia dia gw nonton karma ha-ha-ha " Leimera tertawa jahat, ia menganggukkan kepalanya saat memikirkan beberapa adegan di serial karma.
" owhh... gitu ya... oke lu undang si dagu lancip, gw undang Mbah Sugiono special buat lu..." ujarnya, Leimera berlagak terkejut ia menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
" Appa... kamu serius? tapi sori aja ye... gw gak suka sama yang udah peot mending buat lu aja dah... dijamin dia bakal nagih... mending lu bawa my bebeb Jungkook deh buat incess yang cantiknya membwahana cetar cetir " bangganya membusungkan dadanya sombong.
Kyna menekuk wajahnya kesal, tangannya terkepal tiba tiba sepintas ide menghampiri dirinya bersemayam pada otak mulus miliknya. " oke... dari pada lu ngehalu,biar gw bikin nyata..." sarkasnya.
Leimera tersenyum tipis ia menyetujui ucapan kyna " nahh betul itu, tapi kapan? emang lu bisa ? " tengilnya.
" liat aja..." jawabnya tersenyum miring.
" oke gw tunggu... awas lu ga kalo boong " ancamnya memalingkan wajahnya pada Ryuxie yang hanya diam dengan memasang wajah datar andalannya.
" udah? " tanyanya dingin menatap keduanya tajam.
Kyna memeluk tubuhnya saat hawa dingin muncul dari tubuh Ryuxie " berasa dia kutub gw hiihh...."
" i- iya u-udah..." gugup mereka.
Ryuxie berbalik menghadap jendela yang terbuka menampilkan suasana malam yang sepi " ayok... jangan sekali kali bawa barang yang gak berguna cukup bawa senjata aja " ucapnya memakai jubah miliknya, ia melemparkan dua jubah pada keduanya yang ditangkap dengan tangkapan mulus keduanya.
Mereka berdua saling lirik takut takut, lalu mengangguk memakai jubah yang diberi Ryuxie.
" brrr... besok besok gw beli kipas ahh biar gak dingin..." ujar Leimera mengeratkan jubahnya. Kyna menempeleng pelan kepala Leimera, makan apa sih nih orang nyampe otak aja ikut bleber
" ****, tambah dingin lah... ckck gw kasian yang bakal jadi suami lu , kyknya punya istri **** amat ya..." kesalnya menggelengkan kepalanya prihatin.
Mereka berdua tak mau melanjutkan debat lagi, mereka keluar dari jendela mengikuti Ryuxie yang sudah keluar dahulu.
mereka bertiga terus berlari melewati atap demi atap hingga mencapai tujuan, mereka menghentikan langkahnya di sebuah atap bangunan yang menjulang tinggi. mereka memperhatikan interaksi para manusia dibawah sana dengan seksama, memperhatikan setiap gerakan gerakan mencurigakan setiap orang.
Ryuxie menatap kyna, Kyna mengangguk ia menatap Leimera yang juga dibalas anggukan.
" lu tau kan rencananya ? " tanya Ryuxie pada mereka berdua yang dibalas anggukan ringan keduanya.
" oke... seperti biasa Leimera lu maju duluan, lu taukan apa tugas lu ? " ujar Ryuxie melirik Leimera.
__ADS_1
Leimera tersenyum miring, ia memainkan rambutnya menyelipkannya pada belakang telinga " tentu Queen of mafia..." ucapnya, ia membuka jubahnya dan memperbaiki hanfu putih yang dipakainya, ia mengambil pisau dan merobek bawah hanfunya secara acak dan lengan hanfunya yang ia robek sebagian juga tak lupa menaburkan tanah kering yang dibawanya dalam kantong pada hanfunya dan sedikit pada wajahnya.
Setelah siap ia sedikit mengacak acak rambutnya, dan meluncur menjalankan tugas andalannya " pokoknya lu harus tanggung jawab sama wajah mulus gw..." ucapnya sebelum pergi.
Kyna mengancungkan jempolnya, tentang perawatan dan pengobatan jangan ragukan pada ahlinya dialah sang ratu pengobatan.
Ryuxie memakai topeng peraknya" tunggu kode dari gw " setelah mengucapkan itu Ryuxie melompati atap itu menuju bangunan yang tak jauh dari tempat mereka.
Kyna tersenyum mengerti " oke Queen " tentang kode yang di maksud Ryuxie tentu ia tahu selama bertahun tahun mereka bersama dalam satu mafia tentu bukan hal yang tabu bagi dirinya.
Leimera tiba di ujung gang di mana didepannya banyak para manusia yang berjaga didepan sebuah rumah, Leimera memulai aksinya ia berjalan cepat seperti berlari sempoyongan menuju arah mereka, karang yang melihatnya akan menyimpulkan bahwa ia sedang dikejar, dengan derai air mata palsu miliknya Leimera terus berlari tangannya ia gunakan untuk menutupi bagian dadanya dan satunya untuk mengangkat hanfu miliknya, jarak dirinya semakin dekat ia menambah nilai akting dirinya, tepat di depan orang-orang itu ia terjatuh lemas membuat pandangan heran dari orang orang tersebut.
Leimera mendongakkan kepalanya menatap sendu orang orang itu agar merasa iba padanya " to tolong tuan , se selamat kan a aku... kumohon... me mereka mengejar ku dan dan... hiks hiks..."
Segerombolan orang tersebut saling pandang mereka semua yang berjaga mengalihkan tatapannya pada sosok rapuh leimera. salah satu diantara mereka tersenyum mesum juga diikuti yang lainnya, sesuai prediksi Leimera, Leimera menunduk takut ia diam diam tersenyum jijik
' sial amit amit gw ama kumpulan kecoa kek mereka, Leimera gw harap lu cepet cepet dah nyelesain gw muak asli dah...' melasnya miris dalam hati
" aku pikir, ia terlihat sangat menggoda seperti itu..." ucap salah satu dari mereka menatap mesum Leimera.
" betul sekali, lebih baik kita mencobanya dahulu bukan..." saut satu orang lainnya
" ya...aku setuju padamu..." saut lainnya dengan senyuman mesum menjijikkan mereka. mereka perlahan mendekati Leimera , Leimera beringsut mundur ketakutan matanya melirik kyna dan Ryuxie bergantian.
Kyna mendapati kode dari Ryuxie, ia mulai menjalankan bagiannya, ia menutupi seluruh tubuhnya dengan jubahnya dan dengan gerakan cepat ia kebawah mendekati kumpulan serigala penuh nafsu menjijikkan.
Saat Leimera terpojok pada tembok ia berlagak panik dan ketakutan matanya menatap memohon para pria itu yang meneteskan air liur menjijikkan itu.
tepat salah seorang ingin menyentuh Leimera, Kyna datang menaburkan asap yabg berisi obat melumpuhkan saraf bila menghirupnya, Leimera tak merasa was was bila terhirup, di dalam tubuhnya ia sudah kebal terhadap hal yang berbau seperti itu, jadi tak perlu risau.
*Bruukk
bruuk*
perlahan lahan para penjaga itu terjatuh lemas sebagian ada yang memiliki kesadaran sedikit, Leimera tersenyum lebar ia bangkit membenarkan tataan rambutnya yang berdebu.
seorang pria yang masih sedikit memiliki kesadaran terkejut, Leimera yang sadar akan hal itu tersenyum miring ia mendekatkan dirinya pada pria ******** itu.
" dasar sampah..." sinisnya menginjak keras lengan pria itu hingga terdengar bunyi suara retakan tulang.
Leimera semakin melebarkan senyumannya, ia menatap Kyna dan saling bertos ria, mereka tertawa bersama.
" sekarang tinggal bagian Ryuxie, huahhh gw ngantuk nih... lu dah ngabisin penjaga yang di dalem ? " tanyanya menutup mulutnya saat menguap.
__ADS_1
" pasti dong... " bangganya, memang sebelum ia menyelamatkan Leimera, terlebih dahulu ia melumpuhkan semua penjaga dalam dengan bubuk pelumpuh saraf yang lebih kuat.