
Pagi harinya seperti biasa sama seperti hari hari sebelumnya, tak ada yang istimewa bagi Leimera , ia merenung menatap hamparan para manusia yang sedang berlalu lalang dari atas , saat ini ia berada disalah satu rumah makan terkenal , ia benar benar bosan tak ada yang mau menemaninya semuanya bilangnya pada sibuk bilang aja gak mau .
Leimera menendang bangku kosong dihadapannya hingga terjatuh menimbulkan suara yang lumayan nyaring mampu membuat perhatian orang orang teralihkan , Leimera menutup mukanya dengan kedua tangannya malu ia mengalihkan pandangannnya kebawah. tiba tiba saja sebuah tangan besar menarik lembut tangannya.
Leimera tanpa membuka matanya ia sudah tahu siapa ini orangnya itu tercium dari wangi badannya yang khas " apaan sih.. Feng..." sungutnya kesal membuka matanya.
sosok tersebut yang dipanggil Feng terkekeh ia semakin mendekat mengikis jarak diantara mereka dengan satu tangan memainkan rambut indah milik wanita didepannya " sepertinya... wanitaku ini sangat mengenali masa depannya " kekehnya suaranya yang lembut dan berat begitu menggoda, Leimera dibuat salting olehnya kedua pipinya sudah memerah tak tertahan ia ingin menutupi kedua pipinya namun segera ditahan oleh Chen Xiao Feng.
" mengapa ? kau lebih cantik bila seperti ini.. " godanya sembari mengelus pipi Leimera yang semakin memerah.
Leimera mengerucutkan bibirnya , ia hendak kabur dari sana karena sudah malu namun ia tak dapat bergerak sama sekali , Feng sudah mengunci erat tubuhnya dengan tangan besarnya yang melingkar di perutnya.
Leimera merasa tak berdaya di dunia ini , kemana semua keberaniannya dan kekuatannya saat di dunianya dulu, bila di dunianya ia terkenal karena salah seorang ratu kematian kenapa disini ia seperti anak ayam sangat berbanding kebalik. diam diam Leimera menggerutu dalam hari menyumpah serapahi pria tampan ini. Leimera menatap tajam pria itu sedang yang ditatap malah tersenyum lebar.
Chen Xiao Feng tiba tiba saja mengangkat tubuh Leimera sontak Leimera memeluk leher Feng agar seimbang ia takut jatuh karena pasti rasanya sakit. Xiao Feng tersenyum lembut ia membawa wanita digendongan nya ini keluar rumah makan dengan melompat dari tempatnya berada yang memang di teras atas , Xiao Feng terus melompat dari satu bangunan kebangunan lain dengan Leimera tetap pada posisinya, Leimera semakin mengeratkan pelukannya kepalanya ia rapatkan kebahu lebarnya sehingga nafasnya sangat terasa mengenai leher polos Xiao Feng.
Xiao Feng tak dapat menjernihkan pikirannya , ia menggelengkan kepalanya mencoba tuk menepisnya benar benar wanita ini begitu berpengaruh pada dirinya,nfokusnya terbagi pada raut wajah leimera yang terlihat imut baginya , tak sengaja satu kakinya menapak pada atap yang salah sehingga ia terjungkal terguling jatuh kebawah , Xiao Feng memeluk tubuh mungil Leimera membaliknya menjadi diatasnya membiarkan dirinya dijadikan bantalan agar wanitanya tak terluka.
Bruukkk.....
Leimera memejamkan matanya ia merasa tak sakit sama sekali malahan empuk enak gimana gitu, ia mendongakkan kepala menatap depannya matanya membulat kala Xiao Feng melihat kearahnya dengan kepalanya yang ditundukkan, sehingga membuat jarak menipis diantara mereka bahkan mereka dapat merasakan nafas lawannya masing masing.
Leimera meneguk ludahnya susah payah wajahnya memerah tatapannya tak dapat teralihkan dari tatapan lembut pria dihadapannya ' gila Gans banget ' batinnya.
Xiao Feng tersenyum lebar ia mendekatkan wajahnya membuat rona merah semakin jelas di wajah leimera begitupun Feng yang memerah , bibir lembutnya berhenti tepat di telinga milik Leimera suara lembutnya begitu membiusnya setelah mengucapkan beberapa kata dengan secepat kilat Xiao Feng mengecup sekilas bibir ranum Leimera , Leimera membeku , ia tak dapat melakukan apa-apa saat ini , ada apa ini... mengapa ia seperti ini... ini bukanlah seperti Leimera aslinya , dimana Leimera yang biasanya...
***
__ADS_1
Kyna seperti biasa ia sedang menyusuri hutan untuk mencari tanaman obat , memang diantara mereka Kyna yang paling unggul dalam hal pengobatan, sosok manis dirinya dengan jubah hitam sepanjang kaki begitu mencolok ditengah tengah hutan.
apa salah dan dosaku sayang..
cinta suciku kau buang buang..
lihat jurus yang kan ku berikan..
jaran goyang... jarang goyang...
" asekk..." riangnya sambil joget andalannya, ia memandang sekelilingnya mencari tanaman yang menjadi targetnya, ia mengedikkan bahunya ia menajamkan pendengarannya , suara riak air terdengar samar berarti terdapat sungai tak jauh dari sini.
Kyna berjalan kembali mendekati suara riak air tersebut , mulutnya tak henti hentinya mengeluarkan nyanyian nyanyian dari dangdut , KPop sampe lagu anak anak ia nyanyikan.
Kyna menghentikan langkahnya saat ia mendengar suara ringisan seorang pria , ia mengedarkan pandangannya tatapannya terpaku pada sebuah pakaian sobek di sana dengan hati hati ia mendekati suara ringisan tersebut.
langsung saja Kyna mendekatinya , ia memeriksa nadi pria tersebut , lemah itu yang ia rasakan... ia membantu memapah pria tersebut yang setengah sadar membawanya mendekati sungai agar memudahkan ia mengobatinya.
" bertahanlah... " setelah sampai di sungai ia mendudukkannya ia bawah pohon , ia dengan cekat mengambil air dengan wadah batok kelapa. yang selalu ia bawa.
Kyna perlahan membuka baju luar pria tersebut, ia dengan hati hati membersihkan luka pria tersebut yang cukup dalam pada bagian dada kanannya.
" sshh.... argh..." ringisnya tersadar saat Kyna memoleskan salep yang dibuatnya khusus untuk luka dalam , ia memang selalu membawa salep tersebut siapa tahu ada yang membutuhkan dan terbukti sekarang.
pria itu terus mengamati wajah manis Kyna yang tengah serius mengobatinya hingga gadis itu menyobekkan kain jubahnya untuk membalut luka ditubuhnya, ia seumur umur tak pernah melihat kecantikan unik seperti ini seperti ada sentuhan lain yang membuat tertarik.
Kyna tak menyadari tatapan itu , ia terlalu fokus pada pasiennya, Kyna menepuk tangan nya bangga ia tersenyum lebar pada pria tampan di depannya . seperti ada listrik yang menyengat buru buru ia mengalihkan tatapannya dan bergerak mundur.
__ADS_1
" bagaimana kondisimu sudah lebih baik ? " tanyanya gugup. pria tersebut tersenyum tipis tangan satunya menyentuh luka yang telah dibalut itu.
" tak apa... sudah lebih baik , terimakasih nona telah membantuku..." jawabnya sedikit membungkuk hormat berterimakasih.
Kyna mengangguk ia bangkit menepuk nepuk pakaiannya yang kotor " yasudah, kau bisa nunggu sekitar setengah jangan untuk bisa bergerak lagi , cepat sembuh..." saat ia ingin melangkah ujung jubahnya ditarik pria itu untuk menahannya.
Kyna membalikkan badan bertanya " apa ada yang sakit lagi ? " pria tersebut menggelengkan kepalanya.
" tidak!! aku hanya ingin mengetahui namamu , Shang Yuan dari desa Hao " ucapnya memperkenalkan dirinya dengan senyum tipis menghiasi wajah tampannya.
Kyna mengulurkan tangannya seperti yang dilakukan orang dizamannya ketika berkenalan " Lian Yi , kau bisa memanggilku itu atau lainnya terserah " riangnya masih tersenyum, pria tersebut mengerutkan keningnya bingung apa maksud uluran tangan itu ?. Kyna menepuk dahinya lupa, ia sontak menarik tangan pria tersebut dan menggenggamnya lalu menggoyangkannya.
" ini namanya tanda perkenalan, salam kenal "
setelah itu melepasnya ,ada sedikit rasa kecewa di hati Shang Yuan , namun ia dapat merubah raut wajahnya , lagipula ia orang beruntung yang diselamatkannya.
" baiklah, sampai jumpa...hati hati kau disini banyak hewan buas, dadah..... " serunya melambaikan tangan setelah itu pergi melangkah menjauhi pemuda tersebut sendirian.
Shang Yuan tersenyum tipis ia terus mengawasi gadis itu hingga ia hilang dari pandangan matanya, ia menutup matanya memusatkan fokusnya pada satu sosok dipikirannya.
" jemput aku di hutan **** dekat sungai sekitar 2000 meter dari perbatasan desa , kutunggu " setelah mengirimkan pesan melalui telepati ,ia membaringkan tubuhnya istirahat memasuki alam bawah sadarnya.
CHEN XIAO FENG
__ADS_1