Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
Ada apa dengan Kyna ?


__ADS_3

Kyna yang tengah menggoda Shang Yuan di buat kaget kala suara petir menyambar, Kyna meringsut takut, tubuhnya bergetar hebat tangannya ia di gunakan untuk menutupi kedua kupingnya, matanya terpejam erat ia semakin mundur menabrak tembok air mata sudah mengalir di kedua matanya. Rubah putih miliknya seketika itu juga berlari kencang menuju aura sang pemimpin berasal, Kyna sudah tak mempedulikan lagi, yang ia pedulikan akan traumanya.


Perubahan langit yang terjadi membuat semua warga panik bukan main, semuanya berlomba lomba melindungi dir mereka, bahkan badai angin melewati setiap bagian wilayah, membawa barang barang ringan terbang bersamanya secara acak, tak jarang juga ruko ruko kecil hancur tertiup badai angin.


Shang Yuan yang menyadari perubahan pada sikap Kyna dibuat khawatir ia mendekati Kyna dan membawanya pada dekapannya.


Kyna yang merasa rasa nyaman dalam dekapan sedikit rileks namun itu tidak menutupi semua ketakutannya, Setiap suara petir terdengar membuatnya mengingat kembali kejadian yang membuatnya trauma sejak ia berumur 10 tahun dimana kedua orang tuanya dan adiknya dibunuh secara bengis tepat dihadapannya. Karena kejadian tersebut membuatnya berubah ia menjadi gadis yang tak berperasaan namun karena pesan ibunya ia tetap ceria walau dibalik keceriaan itu terdapat kesedihan yang mendalam.


Isak tangis keluar dari sepasang bibir kyna, ia semakin mengeratkan pelukannya, suara petir yang saling bersahutan dengan kencangnya, menambah ketakutan di dirinya.


" tidaakk jangan bunuh mereka tidak... hiks hiks "


" mengapa? mengapa semuanya harus pergi... hiks "


" ayah... ibu... nana takut... "


Kyna menggeleng gelengkan kepalanya ia semakin terisak kencang, bahkan memukul keras dada Shang Yuan untuk melampiaskan emosinya.


di lain sisi, di atas atap dari bangunan yang tinggi, Leimera beserta dengan tunangannya Xiao Feng sedang asik saling menggoda satu sama lain, hingga kejadian tersebut terhenti karena perubahan langit yang menjadi gelap dana suram.


Leimera tersentak kala suara petir terdengar nyaring, hatinya sudah berdetak tak karuan keringat membasahi dahinya, ia menatap sana sini dengan khawatir, yang dia khawatir kan hanya keadaan Kyna, karena ia tau semua yang terjadi dengannya, tentang trauma dan kejadian memilukan itu.


Leimera menarik paksa lengan Xiao Feng yang tengah heran.


" ada apa ra'er ? " Leimera menoleh pada Xiao Feng wajah paniknya tergambar jelas.


" cepat kita temukan Kyna dan pria topeng tersebut "


" mengapa ? apa yang terjadi ? "


" sudah cepatlah ini sangat penting "


Xiao Feng mengangguk ia menggendong Leimera di depan, dan membawanya berkeliling tak jauh dari tempat mereka terpisah tadi.


Leimera menajamkan pendengarannya, suara isak tangis menarik dirinya, ia menepuk bahu Xiao Feng dan menyuruhnya ke arah suara itu berasal.


tepat sekali, disana sudah ada Kyna yang berada didekapan Shang Yuan. Leimera buru buru turun, dan menerjang Kyna ia memeluknya erat bahkan air matanya ikut turun.


" heyy... kyna gw yang manis berhenti menangis oke? gw gak bakal kemana mana kok, gw dan yang lainnya janji gak bakal ninggalin lo, kita akan selalu bersama selamanya menjadi sahabat jadi gw mohon tenangkan diri lo "


" tapi mereka jahat... hikss~~ " leimera mengelus lembut Surai hitam kyna.


" nanti kita bales dendam sama mereka biar pada ma*pus oke ? "


Kyna yang mendengar penuturan Leimera mengangguk lemas dan mulai rileks, perlahan kesadarannya terenggut ia terjatuh pingsan karena traumanya.


Leimera tersenyum tipis ia menatap Shang Yuan " bisakah kau menggendongnya ? " Shang Yuan mengangguk setuju dengan semangat.


" Bagus, yasudah ayo ke penginapan " Leimera mendongak menatap langit yang mulai menunjukkan cahaya, tidak kelam dan gelap seperti tadi, walau suara petir masih terdengar jelas ia bernafas lega.

__ADS_1


Shang Yuan meletakkan satu tangannya di lutut satunya lagi di punggung lalu mengangkatnya, Shang Yuan mengangguk pertanda siap, mereka pun melesat pergi menuju penginapan dengan ilmu peringan tubuh.


Shang Yuan meletakkan tubuh Kyna diatas ranjang saat telah sampai di penginapan, lalu berbalik menghampiri kedua sejoli yang tengah duduk mesra di sofa.


" Leimera? sebenarnya apa yang terjadi dengan kyna ? " Tanya Shang Yuan tersirat kekhawatiran di ucapannya.


Leimera menghela nafas berat ia sedikit berpikir apakah mereka juga harus diberi tahu, tapi bukankah itu akan bagus kalo hal ini terjadi lagi.


Leimera membenarkan posisi duduknya lalu mengangguk " baiklah akan ku kasih tahu, tapi jangan pernah beri tahu ini kepada siapapun " keduanya mengangguk setuju.


" sebenarnya Saat usia Kyna menginjak 10 tahun, kejadian naas menimpa keluarganya...."


flash back on


" DIMANA KAU BRENGSK " teriakan menggelegar tersebut terdengar kencang di sebuah kediaman yang megah.


seorang anak meringsut takut dengan seorang wanita paruh baya yang tengah mengandung besar memeluknya.


" ib...ibuu... nana takut "


" tenanglah Nana, ayah dan ibu ada disini...kita tidak akan meninggalkan Nana ibu janji oke " walaupun ibunya mengatakan tersebut, terdapat sirat kekhawatiran dan ketakutan darinya.


" ingat Nana apapun nanti yang terjadi tetap jadi diri kamu tetap jaga kesehatan kamu ingatlah ibu dan ayah akan selalu menyayangi kamu " Kyna kecil hanya dapat mengangguk kecil.


" DIOOONN LU GAK BISA KABUR LAGI TUNJUKAN DIRILO BRENGS*K " teriakan tersebut semakin terdengar lebih jelas suara hentakan sepatu terdengar jelas, dengan begitu bukankah dia sudah dekat dengan mereka.


sang ayah mengedarkan pandangannya panik, Ia menatap lemari lalu anaknya bergantian.


Ayahnya dan ibunya saling berpelukan di depan lemari guna menutupi lemari kecil di belakangnya.


" HAHAHA DION DION LU GAK BISA KABUR LAGI, SETELAH INI GW YANG AKAN URUS SEMUA HARTA LO HARTA LO MILIK GW SELAMANYA HAHAHA " tawa jahat menggema di ruangan yang minimalis itu


Ayah Kyna tak habis pikir " apa karna harta kau harus melakukan ini ? Pei sudah lebih dari 15 tahun kita temenan tapi apa yang kau lakukan ? kau sama saja seperti yang lainnya yang hanya tergiur dengan kekayaan " Pei merupakan sahabat ayahnya yang juga bekerja sebagai wakil direktur di perusahaannya, tapi semuanya itu semata hanya harta yang diinginkannya.


" benar, selama ini gw cuma pura pura baik sama Lo, Lo kira gw sudi temenan sama Lo kalo bukan karena harta Lo yang melimpah itu, dan Lo tau... adik tersayang Lo itu menurut Lo siapa yang telah membunuhnya ? " Sinisnya berjalan semakin mendekat ke pasangan suami istri itu.


Ayah Kyna membawa ibu Kyna di belakangnya, ia menutupi dengan tubuh besarnya matanya mengkilat akan dendam.


" kau kah itu ? " tanya nya yang dibalas oleh tepukan tangan dari Paman Pei.


Pei tersenyum miring " benar Lo tidak menyangka bukan ? hahaha lo tu bodoh "


Ayah Kyna menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya " kau... kau sangat kejam Pei "


" memang lo kira kenapa ? udahlah sekarang mending lu mati aja biar harta lu segera beralih ke tangan gw " Pei mengeluarkan pistol dibalik jasnya, pistolnya mengarah tepat ke kepala ayah Kyna


Kyna yang di dalam lemari menangis dalam diam, tubuhnya sudah bergetar hebat ia ketakutan sangat ketakutan apalagi cuaca yang tidak bagus dengan petir yang menyambar menambah kesan mencengkam.


*dorr

__ADS_1


dorrr*


dua tembakan jatuh tepat mengenai kepala dan jantung ayahnya dengan cepat, sang ibu yang melihat tubuh suaminya yang telah terbujur dengan banyaknya darah syok berat, ibunya menangis kencang memeluk tubuh suaminya.


" hikss bangun mas... bangunn... "


" BAJING*N KAU PEI APA SALAH SUAMIKU... KAU KAU... BAJING*N SIALAN hikss~~ "


Pei terdiam ditempatnya dengan acuh, ia tertawa sinis " tidak ada yang salah hanya saja aku membencinya "


" KAU BRENG- "


dorr


satu peluru lepas tepat mengenai jantung ibunya, Pei mendekati tubuh ibunya dengan sebuah pisau ditangannya bibirnya sudah membentuk seringaian kejam diwajahnya.


" hahaha kau harus mati juga Hanna "


blesshh


Pei menusuk perut buncit ibu Kyna dengan pisau ditangannya lalu menariknya dan melemparkannya ke sembarang arah.


" HAHAHAHA KALIAN SEMUA MATI MATI HAHAHAHA "


Kyna melihat jelas semua kejadian itu lewat celah lemari yang sedikit terbuka, air mata sudah meluncur deras dari kedua matanya, ia membekap erat erat mulutnya dengan tangan nya agar tangisannya tak keluar, tubuhnya bergetar hebat ia meringsut ke sudut lemari dengan menutupi telinganya kala suara petir yang semakin jelas terdengar.


Pei tak peduli dengan Kyna yang bersembunyi ia langsung keluar dari ruangan tersebut dengan senyum yang mengembang tanpa adanya rasa bersalah.


Kyna yang merasakan suara kaki menjauh dari tempatnya mengintip sedikit setelah menyadari tak ada paman Pei, langsung keluar dari lemari


Kyna tertunduk lemas menatap kedua tubuh kaku kedua orang tuanya yang bersimbah darah yang sangat banyak, tangisannya sudah tak terbendung, ia meraung raung tak jelas membangunkan kedua orang tuanya namun tetap saja semua itu sia sia.


Kyna memeluk tubuh ibunya dengan gemetar " ibuu... ayahhh katanya kalian tidak akan meninggalkan Nana kemana janji ayah... hiks~~ "


" kalian jahat hikss~ nana gak mau ditinggal sendiri ayahh ibu..."


" nana ingin ikut kalian hiks~~ ayah ibu bangunn... ayo kita ke pantai ayah udah janji mau ke pantai pas ulang tahun nana..."


" besok nana ulang tahun ayahh... ayo bangun kita ke pantai hikss... bangun yahh ibu... hiks hiks bangun.... "


" bangun ayo kita ke pantai... ayah ibu... bangun hiks jangan tinggalin Nana sendiri BANGUN YAH IBUU... hiks~ BANGUN... BANGUN.... nana janji gak bakal nakal lagi sama temen nana tapi ayo bangun "


" Bangun ayah ibu... bangunn Nana takut... hikss bang-un yahh ibu... bangun...hiks ~ "


Kyna yang sudah lemas pingsan di dekat orang tuanya dirinya sudah berantakan bajunya sudah kotor dengan darah orang tuanya.


hingga beberapa hari kemudian Kyna masih ditempat yang sama, tetap memeluk kedua tubuh yang sudah mulai mengeluarkan bau dan terus memanggil membangunkan kedua orang tuanya dan selama itu juga Kyna tak pernah makan atau pun beranjak dari tempat kedua orang tuanya hingga polisi datang dan membawa tubuh keduanya agar dimakamkan dengan layak.


Kyna hanya dapat menangis dalam diam, dia dibawa oleh Paman dari ibunya dan dibesarkan dihingga dirinya berusia 17 tahun setelah itu dia hidup mandiri melanjutkan kehidupannya di negara yang berbeda dari tempatnya dilahirkan.

__ADS_1


flash back of*


__ADS_2