
Malam hari adalah waktu yang ditunggu tunggu bagi seluruh rakyat ataupun bangsawan, karena acara yang menjadi inti di hari istimewa ini yang merupakan hari memperingati kejayaan Kerajaan Chen. Festival Lampion yang di adakan di sepanjang sungai Ling, Sungai Ling adalah satu satunya sungai terindah yang menjadi sumber ekonomi bagi rakyat, sehingga bila Lampion di lepaskan itu akan menjadi sesuatu yang sangat indah.
Disalah satu Kamar penginapan, empat orang gadis sedang sibuk mempersiapkan diri ralat hanya tiga gadis karena satu gadis yang hanya berdiam diri memperhatikan ketiga temannya.
" Ayo cepet cepet Festivalnya akan segera di mulai " seru Xiao Shan bersemangat, penampilan dirinya sudah berubah rambutnya sudah terlihat ombrean warna pink yang indah, sesuai apa yang akan mereka lakukan saat kejutan nanti.
Leimera gadis itu sibuk mengganti ganti hanfunya yang lebih bagus agar terlihat indah saat ia memakainya, hanfu ungunya yang selaras dengan penampilannya menambah nilai elegan di dirinya.
" pakai yang ini saja dehh..." serunya berganti hanfu kembali, ini sudah yang ke empat kali ia berganti.
" Ayo buruan kak Shiaoli, sudah jangan berganti hanfu lagi aku pusing melihat kamu berganti terus.." decak Xiao Shan.
Kyna menghembuskan nafasnya kasar, ia memperhatikan bentuk badannya yang terlihat sedikit lebih berisi " uhh kayaknya aku gendutan deh..."
Tak lama Leimera selesai berganti hanfu dan telah bersiap siap, Xiao Shan yang melihat itu dengan cekatan menarik lengan Leimera dan Kyna secara paksa " cepat kita akan terlambat bila terus berlama lama " ujarnya.
__ADS_1
Leimera dan Kyna hanya mendengus pasrah, Ryuxie yang sedari tadi diam mengikuti ketiganya dari belakang sekalian mengawasi takut ada yang mencurigakan, hanya dirinya yang berbeda, dia hanya memakai hanfu hitam polos yang dipadukan dengan celana, rambutnya yang ia biarkan tergerai indah dan tak lupa cadar hitam yang bertengger manis di wajahnya.
mereka terus berjalan dengan riangnya tak ada yang mengenali mereka mungkin karena efek penampilan mereka yang juga sama memakai cadar untuk menutupi sebagian wajahnya, sambil menuju ke sungai Ling, mereka sesekali membeli beberapa perhiasan dan juga camilan, hingga saat sampai di sungai Ling.
Mata mereka bertiga berbinar binar benar benar pemandangan yang sangat indah, berbanding terbalik dengan mereka, Ryuxie memilih berbalik ke salah satu pedagang senjata yang terletak agak jauh dari kerumunan ia lebih tertarik pada senjata dari pada pemandangan yang sering ia lihat di zamannya dulu, bahkan baginya pemandangan yang paling indah adalah saat menyiksa para korbannya, darah,suara rintihan kesakitan dan meminta tolong dari para korbannya itu sangatlah indah bagaikan musik yang mengalun.
Ryuxie memperhatikan satu persatu senjata yang tersedia ada belati, panah, dan juga pedang, matanya terhenti pada satu belati yang menurutnya sangatlah indah dana terasa familiar, sebuah belati berwarna biru tua dan perak, kecil namun sangat tajam, belati yang sederhana namun rasanya itu istimewa.
" pak ! bisa tolong berikan belati itu, aku ingin membelinya..." ucapnya menunjuk belati itu.
pedagang tersebut tersenyum lebar, ia mengambil belati sesuai permintaan dan memberikan pada Ryuxie " nona... ini buat nona saja, karena ini tidaklah terlalu berguna dan terlihat sangat tua, banyak yang tidak menyukainya, lebih baik belati ini untuk nona saja bila nona tertarik dan jangan untuk membelinya, saya akan memberikannya secara cuma cuma " serunya.
" baiklah aku akan mengambilnya, dan ini untukmu saja bagaimanapun aku menginginkannya dan harus membelinya " setelah memberikan satu koin emas dan berlalu pergi.
" terimakasih nona..." senang pedagang itu dengan mata yang menyiratkan akan kebahagiaan menatap satu koin emas.
Ryuxie kembali berjalan ke teman temannya yang telah siap di pinggir sungai Ling dekat dengan pohon sakura dengan empat lampion bersama mereka.
__ADS_1
Kyna melambai lambaikan tangannya menyuruh Ryuxie agar lebih cepat " cepatlah ini akan segera mulai " teriaknya mengundang banyak tatapan dari yang lain, bukan Kyna kalo merasa malu orang urat malunya ilang.
" ckck... " decak Ryuxie.
tangan Xiao Shan terulur memberikan satu lampion berwarna merah pada Ryuxie yang sudah dihadapannya " ini untukmu..." ucapnya.
Ryuxie tersenyum kecil " terimakasih " yang dibalas anggukan dan senyuman lebar yang terlihat jelas dari matanya yang melengkung.
" Ayo cepat nyalakan apinya, festival nya sudah mulai " teriak semangat Leimera dan Kyna berbinar.
mereka buru buru nyalakan api pada bawah lampion itu agar bisa terbang, dan menerbangkan lampion mereka setelah mengucapkan permohonan secara bersamaan.
" satu... dua...tiga..."
Semua lampion terbang memenuhi langit, dari motif dan warna yang beragam terbang indah bersamaan dengan lampion yang lainnya, decakan kagum terdengar jelas di malam yang indah ini ,semua mata memandang takjub pemandangan ini tak terkecuali Ryuxie itu mengingatkan dirinya pada saat ia kecil lalu bersama dengan sahabat kecilnya yang selalu ia panggil dengan sebutan salju, tak terasa air mata menetes dari kedua pelupuk mata Ryuxie dan itu di lihat oleh Kyna secara tak sengaja
Kyna menghampiri Ryuxie dan mengelus elus pundak gadis itu lembut " hey... kamu gak papa ? kenapa nangis ? kangen seseorang ? " tanyanya beruntun namun terkesan lembut, ia sudah sangat memahami karakteristik gadis itu, dan Ryuxie juga tak mungkin berbohong karena itu sia dia Kyna adalah Kyna.
__ADS_1
" iya... kira kira dimana dia sekarang..." lirihnya menghapus bulir air mata yang terjatuh.
Kyna langsung saja memeluk Ryuxie yang juga dibalas oleh Ryuxie, kedua gadis lain yang tak lain Xiao Shan dan Leimera yang melihat itu mendekati keduanya dan ikut memeluk walaupun mereka tak tahu, dan itulah mereka akan selalu bersama, mereka berempat saling berpelukan di malam yang indah ini di temani lampion yang terbang bersinar indah di gelapnya malam.