Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
kerak panci


__ADS_3

Lengkuhan lembut terdengar dari sepasang bibir kyna yang mulai menampakkan kesadarannya.


Shang Yuan yang pertama kali menyadarinya, sontak bangun meghampiri Kyna yang terbaring diranjang dan tak lupa memberikannya segelas air putih.


Kyna menghabiskan telak air tersebut, mata indahnya tergerak lemah menatap seorang pemuda dengan topeng menyertainya dengan pandangan heran.


" mengapa kau ada disini ? " Shang Yuan tersenyum lembut ia membelai rambut Kyna sayang.


" aku hanya ingin bersama denganmu " pipi Kyna merona detik itu juga, ia menutup wajahnya dengan tangannya malu.


" cih sok malu... biasanya malu maluin juga " ungkapan ketus itu membuat Kyna merenggut kesal, ia menatap tajam Leimera yang tersenyum miring padanya.


" heh !! ngaca mbak... situ punya kaca kagk, kagk punya nih pake kaki gw, lu pantengin dah tuh muka yang kek pantat ayam "


Leimera mendengus kesal, ia menghampiri Kyna " enak aja ya lu kalo ngomong muka kek Lisa blekping gini lu kata pantat ayam, nggak nyadar muka lo yang kek upil badak "


" Yee... gini gini gw banyak yang suka ya... upil badak neneklu..." Leimera terkekeh kecil menatap sinis Kyna yang memerah marah.


" iya... banyak yang suka tapi pada peot "


" sekate kate lu ya... elo tuh yang jablay perempatan udah muka mah kek kerak panci "


" enak aja lu... noh liat bulok isinya mantan gw semua " ngerti kan maksudnya ? awokawok


" mantan sejenis keledai iya..."


Leimera semakin merenggut kesal ia melipat lengan hanfunya " wah ngajak gelud nih anak, sini lo maju... jangan cuma kek monyet deh lo "


Kyna membelalakkan matanya geram, Kyna ikut melipat tangannya dan ingin bangun namun ditahan oleh Shang Yuan.


" apa ?! elo yang ngajak gelud njin*, gw baru bangun lu nyaber make mukutlu yang kek mertua Indosiar, gw cip*kin sama Ujang nyaho lu " Leimera bergidik jijik, ia mengetok kepalanya lalu mengetok meja di dekatnya.


" amit amit jabang bayi amit amit " Kyna tertawa senang, Ujang adalah penggemar fanatik Leimera yang tonggos dan krempeng apalagi gayanya yang kek orang jadul.


" gak ada yang cakepan apa ? najis gw sama si human satu itu " Leimera mengernyit kaget kala tiba tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang.


tak perlu menebak ia sudah tau bahwa itu Si Xiao Feng " lepaskan " gelengan kuat menjadi jawaban dari Xiao Feng.

__ADS_1


Leimera kembali berteriak namun tertahan oleh benda kenyal yang mendarat di bibirnya.


kyna membulatkan matanya, lalu tersenyum miring " heh lu dua, kalo mau cip*kan ulah di dieu, teu liat gw lagi disini " sontak Leimera menarik dirinya karena malu, sedangkan Xiao Feng berdecak kesal menatap sengit Kyna karena acara favoritnya terganggu.


Kyna mengibas tangannya tak peduli, ia menoleh pada Shang Yuan yang menatapnya emm... sudahlah tak usaha dipikirkan " Yuan tolong bantu aku " dengan sigap Shang Yuan membantu Kyna berdiri.


Kyna menunjuk sepasang kekasih yang masih canggung itu " dan kalian !! sono lanjutin acara yang tertunda, noh kasur kosong sono buru tapi awas aja nyampe berceceran gw gorok lu, dah lah... gw pengen ke danau bye kambing " ucapnya santai berjalan keluar kamar dibantu Shang Yuan.


Leimera menatap kasur bingung, masih Lola dia, lalu menoleh pada Xiao Feng yang sudah tersenyum lebar penuh arti, ia mengernyit heran masih memilah ucapan Kyna tadi, sontak matanya membulat sempurna wajahnya sudah memerah malu saat tau maksudnya.


" KYNA SYALAND " sedangkan di luar kamar Kyna terkikik kecil lalu kabur dengan perasaan yang puas.


***


Di satu sisi, Ryuxie menatap tak percaya pada cermin di depannya yang memantulkan sosok cantik dirinya.


tangannya terulur meraba wajahnya tatapannya tak bisa berhenti dari sepasang bola matanya yang kini bewarna darah darah.


kriiett~~


Decitan pintu mengalihkannya, ia menoleh sekilas setelah tau siapa yang masuk ke kamar. Orang tersebut langsung yang tak lain Lie Han.


Ryuxie tak mempermasalahkan Lie Han, ia menatap lekat lekat matanya dari cermin.


" apa kau tau kenapa mataku seperti ini ? " Lie Han tersenyum simpul ia menatap bayangan Ryuxie di cermin.


" tentu saja, aku tau semuanya tentang dirimu " Ryuxie berdecak kesal.


" kenapa tak beritahu padaku tentang semua ini ? " Lie Han kembali mendusel di ceruk leher Ryuxie membuat Ryuxie sedikit geli.


" kurasa kamu sudah mengetahui jawabannya "


" bilim siitnyi ciihh bangke, kek gak ada kata lain aja " dengusnya bosan kerena jawabannya selalu itu.


Lie Han terkekeh kecil, ia menopang dagunya di bahu Ryuxie yang sedikit terlihat.


" sebentar lagi juga kamu tau sabar sayang... lebih baik kamu pijitin kepala aku deh, capek tau ngurusin semua disini..." Ryuxie melepas paksa rengkuhan Lie Han.

__ADS_1


" pijit emak kau... udah sono mending lu istirahat " Ryuxie berbalik berjalan keluar kamar dengan perasaan yang kesal, ia mengerucut bibirnya lalu menoleh lagi pada Lie Han yang memelas.


Ryuxie menghembuskan nafas berat, ia berbalik menghampiri Lie Han yang merajuk, bagaimanapun dia juga sudah membantu banyak dirinya, lagian gaya sebuah pijitan pikirnya.


Ryuxie mendekat ke sofa di ruangan tersebut, lalu menghempaskan dirinya dan menepuk nepuk pahanya seraya memanggil Lie Han.


" Sini... mau dipijitin gak ? " ketusnya. Mata lie Berbinar terang ia dengan semangat menghampiri Ryuxie dan menidurkan dirinya di sofa dengan paha Ryuxie sebagai bantalan.


Lie Han menatap lekat dari bawah wajah Ryuxie yang datar itu, bibirnya mengulas senyum indah.


" apa liat liat ? "


" kamu cantik "


blusshh ~~


Pipi Ryuxie merona, ia mengalihkan pandangannya keatas agar tak dilihat Lie Han namun telat Lie Han sudah melihat pipinya dan itu membuatnya terkekeh gemas.


Lie Han mengelus elus pipi Ryuxie yang masih merona, Ryuxie yang semakin malu menghempas tangan Lie Han pelan.


" udah ahh gak jadi nih..." Lie Han menggeleng seraya mengatupkan tangannya.


" gak lagi..." Ryuxie mendengus ia mulai memijat kepal Lie Han perlahan, Lie Han memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut Ryuxie.


Ryuxie sedikit tersenyum, ia menatap lekat lekat wajah Lie Han dari jarak sedekat ini, tatapannya terpaku pada sebuah topeng perak yang menutupi sebagian wajahnya, bila dilihat dari dekat dia mirip seseorang pikirnya terkekeh kecil, tak mungkin bukan.


" kamu kenapa ketawa gitu ? Ryuxie sontak menggeleng mengelak.


" buka dong topengnya... " Tanyanya, Lie membuka matanya dan menggeleng.


" nggak, nanti gak jadi kejutan " Ryuxie mengernyit heran bukannya sama saja ia kan belum pernah melihat wajahnya.


" kalo kamu ngasih tau sekarang kan juga kejutan " Lie Han tetap menggeleng.


" gapapa aku pengen biar romantis aja "


" dasar " Lie Han tersenyum ia menghadapkan wajahnya pada perut Ryuxie dan memeluknya.

__ADS_1


Tak mempedulikan Ryuxie tetap melanjutkan kegiatannya, hingga suara dengkuran halus terdengar.


Ryuxie tersenyum lembut ia membelai lembut kepala Lie Han dan tak lama ia ikut memasuki alam mimpi.


__ADS_2