
flash back on
Matahari sudah berganti bulan, cuaca yang dingin dan juga mendung membuat siapa saja enggan untuk keluar rumah, namun beda halnya dengan Ryuxie, Leimera dan Kyna mereka walau saat cuaca seperti ini, mereka memilih keluar menelusuri Hutan Hitam karena ada sesuatu yang janggal tepat di ujung barat hutan.
mereka terus berjalan memasuki hutan lebih dalam, tak ada satupun hewan buas yang mendekat entahlah.... ini sangat jarang sekali terjadi.
" firasat gw ada yang gak beres disana, mimpi gw bener bener kayk nyata sumpah... semoga aja gak ada sesuatu yang berbahaya..." seru lirih Kyna tentang mimpinya sore tadi, ia menunduk menatap tanah terus mengulang memori kala ia mimpi tadi, dimimpikannya itu terdapat lubang hitam persis seperti apa yang mereka alami pertama kali kala itu, cuaca juga sama gemuruh langit bersautan mengiringi, walaupun hanya itu ia mempunyai firasat yang tidak enak entahlah apa itu...
" kyn... udah napa kalo itu bener bener terjadi, gw sih berharap oppa oppa gw yang muncul hahaha..." seru lantang Leimera membayangkan betapa tampannya oppa oppa tercintanya itu.
Kyna melirik sinis Leimera lewat ujung matanya, ia menjitak keras dahi mulus Leimera " Beg* anak siapa sih lu... gak bisa baca suasana apa..." kesalnya.
Leimera mengelus elus dahinya yang menjadi sasaran empuk Kyna ia terus mengumpat menyumpah serapahi Kyna yang hanya di diamkan sang empu.
Waktu terus berjalan sudah satu jam lebih mereka berjalan ke ujung barat hutan ini, walupun mereka memakai jurus cepatnya tetap saja akan lama karena ini hutan luasnya ampun...
hingga akhirnya mereka sampai di ujung barat yang dibatasi dengan sungai jernih juga perbukitan yang menambah keindahan.
namun semua itu kandas, yang awalnya indah saat mereka datang keadaan itu sudah berganti banyak dahan pohon pohon besar yang patah dan juga tanaman bunga ataupun yang lainnya yang berserakan dimana mana keadaan ini seperti di datangi tornado yang menimpanya, sangat amat jauh di bilang indah.
mereka bertiga memandang sekelilingnya tak percaya ada apa ini sebenarnya? Kyna langsung berlari mendekati sungai ia meneliti sungai itu ada sesuatu yang janggal batinnya.
Leimera terduduk lemas ia menatap langit yang suram ini persis seperti yang mereka alami dulu.
" ini serius kan... Kyna maksud lo itu ini? "
Kyna berbalik ia mengangguk dengan tangan yang memegang mangkok kayu yang isinya air sungai tersebut " iya... ini mimpi gw, gak nyangka kalo ini terjadi lagi, tapi... apa maksudnya ini siapa yang terlempar kembali kesini..." herannya menatap Ryuxie.
__ADS_1
Ryuxie mengedikkan bahunya tak tahu ia menatap sekitarnya menelisik " tak tau, lebih baik kita cari tau bersama, sekarang berpencar..." Kata terakhir terjatuh, Ryuxie berlalu hilang dengan cepat.
Kyna membelalakkan matanya begitu juga Leimera " Lei... itu tadi Ryuxie kan...kok hilang..."
" iya... gw kaget njirr...."
" yaudah lah... kita tanya nanti aja, kita lanjut selidiki ini dulu, Lei lu sebelah sana gw sini oke? " kyna menetralisir kan keterkejutannya, ia berbalik memunggungi Leimera.
Leimera mengangguk setuju ia berlari cepat menuju arah berlawanan.
" oke..."
disatu sisi, Ryuxie berdiri tegak diatas pohon yang menjulang tinggi ia memperhatikan sekitarnya seksama, mata emasnya berganti menjadi merah darah, aura hitam mengelilinginya, matanya terus berpencar kesana kemari.
bayangan hitam bersembunyi dibalik semak belukar ia juga memperhatikan Ryuxie, Ryuxie merespon ia sontak menoleh kearah semak semak belukar yang diyakini ada sesuatu itu, betul saja ia baru ingin mendekati namun selintas bayangan hitam melintas menghilang begitu saja membuat tanda tanya besar pada Ryuxie.
Ryuxie berbalik melangkah dengan pasti mendekati Gua besar yang dikelilingi sungai, ia memasuki tanpa ragu Gua itu semakin ia masuk tekanan menyeramkan semakin pekat terasa bahkan dadanya sudah sesak, tak mau mengambil resiko ia berbalik keluar Gua.
keringat dingin mengucur dari dahinya, ia mengernyit heran sangat jarang baginya seperti ini, Mata merahnya menatap tajam pintu Gua ia tak bisa masuk namun suatu saat nanti ia akan masuk ia yakin itu.
Ryuxie berbalik arah ia melangkah menjauhi Gua tersebut, ia kembali memperhatikan sekitarnya hingga tatapannya terpaku pada satu titik yang terasa familiar itu.
Ryuxie menatap heran benda yang sudah ada dihadapannya itu bukan hanya satu namun ada tiga koper sedang tergeletak berantakan.
tangannya terulur membuka satu koper yang dirasa miliknya karena tampilan luarnya yang sangat ia kenal koper hitam dengan dengan tanda mawar kecil di ujungnya, benar saja itu miliknya dan isinya ia sangat kenal hanya terdapat beberapa helai pakaian dan banyak senjata dari mulai belati, pistol dan bom racun miliknya.
tak mu bertele tele lagi membawa semua koper tersebut ketempat temannya berada.
__ADS_1
Kyna dan Leimera tanah telah selesai menatap heran Ryuxie apalagi mereka terkejut melihat benda akrab di genggaman temannya itu.
Leimera yang menyadari itu ia bangkit mendekati Ryuxie dan mengambil satu koper warna gold miliknya, senyum lebar terukir diwajah cantiknya walupun ia juga terkejut sangat.
begitupun dengan Kyna ia mengambil satu koper silver kesayangannya, matanya berbinar bahagia tak lama lama ia langsung membuka koper itu begitupun dengan Leimera sontak mereka berdua saling pandang lalu berbalik menatap isi dari kopernya itu.
" in ini... bukannya koper koper yang kita siapin buat ke Paris pas itu sebelum kita ke sini..." heran Leimera yang diangguki Ryuxie dan juga Kyna.
" wahhh... Daebak rejeki ini mahh...." seru senang Kyna memeluk erat kopernya itu.
" OMG.... catokan gw, pewarna rambut, skin care, and make up gw... ahhhh akhirnya gw misa perawatan manjahhh...." riang Leimera berbinar-binar, koper Leimera hanya terisi alat make up, dress, pewarna rambut dan alat alat kecantikan lainnya.
" eh anjirr... Chiki Chiki gw gak expayet kan ya..." berbeda dengan isi koper Leimera, koper Kyna berisi banyak Chiki Chiki dan juga pakaian crop top miliknya juga hotpants hahaha sangat berbeda.
" Ryuxie... elu nemu ini dimana ? " tanya Leimera yang diangguki Kyna.
Ryuxie menunjuk ujung selatan sungai ini " di ujung sana dan masih dalem lagi..." jawabnya datar.
Leimera sontak bangkit ia menarik tangan Kyna dan juga Ryuxie kearah yang dimaksud Ryuxie " ayokk kesana ..." serunya
Kyna merenggut kesal ia menarik tangannya " apa apaan sih lu... mau ngapain kesana? " sentaknya.
" nyari cogan..." jawaban singkat itu membuat dua gadis terdiam mereka menatap tajam Leimera yang tersenyum manis.
Ryuxie mendengus dingin ia berbalik pergi tak mau meladeni otak absurd temannya itu.
" mati sono lu..." teriak kesal Kyna berbalik mengikuti Ryuxie meninggalkan Leimera sendiri.
__ADS_1
sedangkan Leimera mengerucutkan bibirnya ia menatap kedua temannya polos yang sudah pergi meninggalkannya.