Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
Kontrak darah


__ADS_3

Ryuxie menampakkan dirinya pada hamparan luas disekelilingnya, untung ia masih dapat menggunakan jurus andalannya kalo kgk mungkin ngabisin banyak waktu. Ryuxie tersenyum mekar ia memejamkan mata indahnya , semiluk angin yang berhembus menerbangkan beberapa helai rambut peraknya .


" hahh... jadi males pulang..." ujarnya membuka matanya , matanya terus memandangi sekitarnya ia tak tau ini dimana... baginya bila susana bagus itu sudah cukup.


Ryuxie duduk dihamparan rumput tangannya terulur mengambil beberapa rumput panjang di sampingnya. saat sedang asik melamun , seekor burung Phoenix yang sangat berbeda dan besar terbang berputar putar di langit suara nya yang mencengkam dan merdu bersautan dengan suara hewan hewan lainnya.


Ryuxie mengerutkan keningnya tangannya terulur ke atas spontan , dan Phoenix tersebut tiba-tiba berubah menjadi ukuran burung biasa dan hinggap di tangannya, Ryuxie tersenyum lebar tangan indahnya mengelus elus lembut bulu burung tersebut , burung tersebut memejamkan matanya menikmati semua sentuhan Ryuxie yang membuat Ryuxie merasa gemas sendiri.


Phoenix tersebut kembali terbang dan merubah wujudnya seperti yang awal, ia maju selangkah demi selangkah dan menjulurkan kepalanya pada Ryuxie , Ryuxie dibuat bingung apa yang dimaksud burung ini sebenarnya ? ia memiringkan kepalanya apa yang harus ia lakukan.


Phoenix tersebut menyundul pelan tangan Ryuxie menunjuk jarinya , Ryuxie mengangkat tangannya dan menatap jarinya bingung, setelah itu ia mengangguk mengerti apa sebenarnya yang dimaksud oleh burung itu.


" owhh... maksudmu , kau menyuruhku untuk meneteskan darahku padamu sebagai hubungan hewan kontrak begitu ? " terang Ryuxie, Phoenix tersebut mengangguk senang .


Dengan ragu ragu ia melakukannya, Ryuxie sedikit menggigit ujung jadi telunjuknya dan meneteskan darahnya pada kepala burung tersebut. setelah itu cahaya merah terang mengelilingi tubuh mereka , semakin lama semakin kecil dan hanya berpaku pada pergelangan tangan nya yang terasa amat sangat panas seperti terbakar dan kepala burung tersebut cahaya tersebut semakin menghilang dan akhirnya menghilang meninggalkan sebuah tanda api di sepanjang pergelangan nya bila dilihat seperti gelang.


Ryuxie memandang bangga pergelangan tangannya ia merasa ini sangat lah indah sesuai sekali dengan kepribadian dirinya namun rasa panas itu masih sedikit terasa dan berangsur angsur hilang.


" tuan... saya menunduk hormat padamu..." ucap Phoenix tersebut , Ryuxie tersentak ia memang tidak heran bila hewan didunia ini dapat berbicara , jadi ia tak terlalu terkejut namun ini begitu pertama kali ia mengalaminya.


Ryuxie menetralkan wajahnya kembali ke sifat aslinya " siapa namamu...? dan tolong jangan panggil aku dengan embel embel tuan... panggil namaku saja... Ryuxie " ucapnya berkacak pinggang.

__ADS_1


" aku tak punya nama... " keluhnya menunduk lesu.


Ryuxie mengangguk semangat " baiklah namamu Xiecie saja seperti namaku bukan? " bangganya membusungkan dadanya...


Xiecie mengangguk senang ia mengepak ngepakkan sayapnya bahagia ia suka dengan nama itu...


" baiklah Xiecie antar aku ke penginapan De Hua ayok...."


Xiecie membungkukkano badannya agar memudahkan tuannya untuk menaiki tubuhnya, dan dengan sigap Ryuxie menaikinya . satu yang ia rasakan saat dirinya menaiki Xiecie adalah rasa panas yang membara namun lama kelamaan ia sudah dapat beradaptasi dengan suhu tubuh Xiecie.


kemunculan Xiecie saat begitu sampai di desa membuat orang orang terkagum kagum dan terheran , pasalnya dia merupakan salah satu hewan legendaris dan kemunculannya yang sangat jarang bisa dibilang tak pernah muncul setelah beberapa ratus tahun lalu kini melewati desa mereka, pertanda baik atau burukkah yang akan menimpa mereka , namun rasa itu hilang tergantikan rasa kagum atas keindahan seekor Phoenix legendaris .


Ryuxie menggelengkan kepala melihat dibawah sana betapa ribut dan ramainya para warga " hey... kau lihat, sepertinya dirimu begitu menarik perhatian tau gini aku akan jaga jaga , yasudah turunkan aku di danau sana saja, begitu sampai ubahlah wujudnu secepat mungkin jangan sampai ada yang menyadarinya kau mengerti..." ucapnya sedikit kesal


tak lama, sesuai perintah dari tuannya ia menurunkan Ryuxie tepat yang ia minta dan mengubah wujudnya menjadi lebih kecil namun masih dapat menarik perhatian.


Ryuxie merenggangkan tubuhnya yang serasa mau remuk " hei !! kau tak bisa merubah wujud manusiamu...?" tanyanya penasaran , biasanya yang ia tahu dari pengalaman membaca novel novel fantasi hewan yang dianggap mempunyai tingkat kekuatannya Qi yang tinggi dapat merubah wujud manusianya.


" maaf Xie... aku tak dapat sebelum kekuatan asliku kembali semua..." jelasnya dengan nada sendu, Ryuxie mengernyit bingung apalagi ini?


" apa maksudmu... bicaralah yang benar..." kesalnya merasa bodoh tak dapat mengerti.

__ADS_1


" huft... 500 tahun yang lalu, terjadi sebuah perang besar besaran antar benua , dan pemilik sebelumku mengunci setengah kekuatanku sebagai upaya untuk memutuskan hubungan kontrak kami... katanya agar aku dapat hidup bebas tanpa adanya kekangan dan satu lagi sebelum ia benar benar meninggal dalam peperangan tersebut ia berpesan padaku bahwa akan adanya satu satunya jiwa dari klan racun yang akan menjadi pemilik baruku....dan selama ini aku menunggu... dan saat aku pertama kali bertemu denganmu rasa itu muncul , rasa keterikatan antar kontrak , dan dari itu aku yakin bahwa kau adalah sosok yang dimaksud oleh tuan terdahulu dan itu semakin terbukti dari tetesan darahmu yang mengandung racun..." jelasnya panjang lebar, ia berangsur sedih saat ia mengingat kembali tuan terdahulunya. Ryuxie memeluk burung tersebut ia juga merasa sedih namun rasa sedih itu hilang digantikan rasa penasaran dirinya.


" tunggu tadi katamu seorang jiwa dari klan racun apa maksudmu itu aku? tapi bagaimana bisa ... " ujarnya tak percaya.


" benar, kau adalah orangnya.. "


Ryuxie semakin dibuat kalut ia mundur selangkah " tak mungkin ak- ..... arghhh..." Ryuxie memegangi kuat kepalanya yang serasa ingin meledak, lagi kenapa rasa sakit ini selalu datang padanya apa maksud dari semua ini?... Ryuxie menggigit kuat bibir bawahnya menahan semua erangan yang ingin keluar , nafasnya memburu pandangan nya semakin kabur keringat menetes deras dari pelipisnya , dadanya begitu sesak sangat sakit bagai dipotong potong, Ryuxie bersimpuh lemas di rerumputan, Xiecie yang melihat itu terkejut bukan main rasa khawatir menghantui dirinya ia benar benar panik namun ia tak bisa melakukan apapun kekuatannya belum cukup pulih...


Ryuxie semakin lemas , rasa sakit ini semakin bertambah dan bertambah , pandangannya menggelap kesadarannya perlahan menghilang ia benar benar lelah . Xiecie mengubah wujudnya ia terus berkicau dengan nyaring yang hanya dapat didengar oleh orang orang yang berarti bagi tuannya itu merupakan satu satunya yang bisa dilakukan nya.


Leimera menghentikan langkahnya begitupun dengan Kyna ,mereka saling pandang entah kenapa perasaan mereka begitu khawatir satu satunya yang ada dipikiran mereka hanyalah satu orang RYUXIE , dan saat mereka mendengar suara seekor burung yang begitu nyaring mereka seperti mendapat kan sebuah sinyal , dan dengan tergesa gesa mereka mencari asal suara tanpa mempedulikan barang barang yang mereka bawa dana meninggalkan barang barang tersebut begitu saja, mereka hanya peduli pada apa yang sebenarnya terjadi pada Ryuxie.


Leimera dan Kyna tepat sampai di danau dekat penginapan mereka , nafas mereka masih memburu akibat berlari larian, mereka mengedarkan pandangannya dan terpaku pada sosok burung yang sangat indah tidak ada seorang wanita bersama nya , dan tanpa pikir panjang lagi mereka berlari menghampiri Ryuxie dengan khawatirny.


Kyna memangku Ryuxie , air mata menetes begitu saja dari kedua mata indahnya, tangannya terulur menepuk nepuk pelan pipi Ryuxie, tak ada sahutan.


" Ryuxie...bangun...dia kenapa?..." tangis Kyna tak terbendung ia benar benar takut.


sama halnya dengan Leimera ia juga menangis " udah... kyn bawa Ryuxie ke kamar ayok cepet..." paniknya menggendong bagian kaki Ryuxie.


Kyna mengangguk ia menghapus air matanya dan menggendong bagian atas Ryuxie , dengan jurus kecepatan kilat mereka , mereka sampai pada kamar mereka, dan meletakkan Ryuxie pada ranjang yang ada, Kyna mengambil seutas kain untuk mengelap buliran keringat yang tersisa dari wajah Ryuxie, leimera tiduran disebelah kanan Ryuxie dan Kyna disebelah kirinya , mereka sama sama memeluk Ryuxie dari arah yang berbeda menjaga agar tetap hangat suhu tubuh sahabat tercinta mereka

__ADS_1


XIECIE



__ADS_2