
Ryuxie saat ini sedang kalut entah kenapa dia sangat gelisah, dengan gontai ia terus melangkah menuju danau yang tepatnya jauh dari penginapan dan saat ini matahari sebentar lagi tergelincir terbenam ia tidak mau menyia-nyiakan moment sunset disini .
Ryuxie duduk dihamparan rumput pandangan nya tak pernah luput dari danau ia tersenyum tipis sangat tipis " andai kau disini... aku sangat merindukanmu...salju..." lirihnya tersenyum getir tak menyadari air mata turun merembes membasahi pipinya , ia membiarkan mengering biarlah ia tak mau menghapusnya.
Namun, sebuah tangan menyentuh pipinya menghapus air matanya, Ryuxie tersentak ia menatap sebuah tangan besar seputih giok ia mendongak kebelakang matanya terpaku pada sosok putih di depannya ia kurang bisa melihat matanya karena topeng yang dikenakannya , tapi aura ini... kenapa tidak asing ,ia menatap datar orang itu
" siapa kau ? " dinginnya menepis kasar tangan tersebut.
lelaki bertopeng didepannya tertawa keras ia mendekatkan bibirnya ke telinga Ryuxie
" kau akan tahu cepat atau lambat " ucapnya setelah itu menjauhkan diri membuat jarak sekaligus tanda tanya besar pada Ryuxie .
lelaki bersurai putih tersebut mengangkat tangannya ia menyentil dahi Ryuxie lalu menghilang begitu saja hanya ada hembusan
angin yang menyertai nya. Ryuxie tak dapat berkutik ia terdiam memaku perasaan ini sangat tidak asing baginya seperti familiar sangat melekat di ingatannya.
ia mencoba mengingat apa yang terjadi namun tiba tiba sakit kepala menyerangnya, ia memegang kepalanya menahan sakit
" Arghh..."
ia merintih pelan menggigit bibir agar tidak menimbulkan suara yang lebih keras. kakinya sangat lemas seperti jelly tak mampu menahan beban tubuhnya seperti tenaganya habis tersedot , ia terkulai jatuh dengan memegangi kepalanya nafasnya memburu pandangan matanya memburam ia tak tahu apa yang terjadi ini terjadi setiap ia mencoba mengingat kenapa dengan dirinya...?
Ryuxie tergeletak lemas di rerumputan ia tak bisa apa-apa rasa sakit ini terus menghujam bagai hujan ribuan jarum pada kepalanya , nafasnya tercekat pandangannya semakin menghitam terakhir yang ia lihat samar samar ada sesuatu berwarna putih ia tak tahu apa matanya terpejam membiarkan kegelapan mengambil alih .
***
__ADS_1
Ryuxie terbangun nafasnya memburu ia menatap sekeliling ini di penginapan pertanyaan mengiang ngiang di benaknya siapa yang membawanya ? yang paling penting siapa pria misterius itu asing tapi terasa familiar ia benar benar bingung. ia melihat sosok kyna yang membelakangi dirinya tak Leimera dimana dia, merasa tak peduli ia melangkah lesu menghampiri Kyna
" kyn siapa yang bawa gw ? "
Kyna tersentak terkejut ia mengelus elus dadanya berbalik menatap Ryuxie dari atas ke bawah " gak tau , tapi lu gak papa kan ? ada yang sakit ? emang lu kenapa nyampe pingsan gitu? lu gak diapa apain kan sama om pedo ? " tanyanya beruntun dengan raut khawatir membolak balik badan Ryuxie memeriksa
Ryuxie mendengus kesal ia menatap Kyna tajam yang dibalas cengiran andalannya
" pertama..gw gak papa , kedua..gak papa , ketiga.. gak papa dan yang terakhir... lu om pedonya.." kesal nya
Kyna tersenyum lebar " hehehe... oh ya Leimera dia lagi beli makanan " serunya yang diangguki Ryuxie.
Ryuxie mendekat ke jendela tatapannya tak pernah lepas dari langit yang dihiasi hamparan bintang bintang dan juga bulan sabit pemandangan yang sangat menenangkan hati. Kyna tak mau mengganggu ia pergi keluar untuk mencari udara segar di taman
" beb...gw ke taman ya " pamitnya pergi.
" kok gw nangis ya... " ucapnya bingung yang berbeda dengan reaksi tubuhnya.
Ryuxie menghembuskan nafas gusar , baru ingat ia mencari kain tipis yang ia bawa , setelah menemukannya ia membukanya namun kosong tak ada apa apa setau dirinya ia mengurung Snaky di kain ini tapi dimana Snaky ? . ia mencari di penjuru ruangan tak ada, merasa lelah ia mendudukkan bokongnya pada kursi didekatnya.
Ryuxie menghembuskan nafas lelah memapah dagunya dengan tangan nya yang bertumpu pada sebuah meja kecil depannya, ia terus menengok sana sini dirasa tak ada ia memejamkan mata mungkin pas bangun udah ada.
sesuatu yang kecil berjalan di bahu nya membuatnya geli , ia membuka matanya dan mendapatkan snakynya sedang menatapnya , senyum cerah terbesit di wajah cantik Ryuxie menambah kecantikannya , dengan segera ia mengambil snakynya lalu mengelus elus lembut .
" ku kira kau hilang..."
__ADS_1
seseorang di balik kegelapan terus menatap lembut Ryuxie yang berada jauh darinya , ia terus menatapnya intens seolah olah akan hilang dari pandangannya.
Ryuxie merasakan ada seseorang yang terus memperhatikan dirinya , ia beralih menatap sebuah bangunan tinggi yang berada jauh dari jendelanya samar samar ia melihat sepintas warna putih begitu mengkilat , tak membuang waktu ia melangkah mendekat ke jendela melihatnya lebih dekat namun tiba tiba saja itu hilang , Ryuxie memejamkan mata ia menggeleng kuat menepis pikiran nya mungkin itu hanya halusinasi nya saja.
Disisi lain Kyna ia menggerutu kesal karna lapar ia menunggu Kyna di depan penginapan , namun orang yang ditunggu tunggu dirinya tak kunjung muncul dengan wajah memerah ia pergi menuju taman dengan satu tangan memegangi perutnya yang sudah berbunyi minta diisi
" Laparr... awas aja kalo tuh anak dateng gw bejek bejek.." kesalnya menendang sebuah baru kesegala arah , saat ingin melanjutkan langkahnya terdengar suara ringisan orang kesakitan.
Kyna semakin was was ia menoleh sana sini mencari orang itu namun sepi...hanya ada dirinya di tempat ini siapa itu ? pikirannya kalut kedua tangannya mengatup di depan dada memohon " maaf ya... penghuni disini , jangan mengganggu nona ini... ampun aduh...mama papa..." teriaknya ketakutan berjalan perlahan , namun saat langkah keduanya tangannya seperti ditarik sesuatu bulu kuduknya meremang merinding ia perlahan berbalik menutup kedua matanya
" ampunnn... jangan makan saya... saya belum makan jadi tidak ada dagingnya lepaskan ya..."
" hei..." panggil seseorang membuat bulu kuduknya semakin merinding ia tak mau menatap terus memohon untuk dilepaskan.
seseorang tersebut melepaskan cekalannya ia mendengus kesal pada wanita dihadapannya " saya seorang manusia bukan hantu yang anda maksud "
mendengar penuturan tersebut , Kyna perlahan membuka matanya , matanya membulat melihat sesosok pria tampan dihadapannya
" nona.. saya tahu kalau saya tampan , tidak usah seperti itu kau lihat ini semua karna ulahmu " ujarnya menunjuk dahinya yang memerah.
Kyna masih tak bergeming ia mengedipkan matanya cepat saat tersadar , ia menepuk nepuk pipinya lalu menatap pria dihadapannya dari atas ke bawah pakaian putih pria tersebut terpancar sinar bulan , matanya kembali membulat was was , secepat mungkin ia berbalik lari menjauhi pria dihadapannya itu walau ia tak tahu itu hantu atau memang orang yang ia pedulikan ia takut dan satu lapar ...
" HANTU....."
pria tersebut melongo tak mengerti apa ia memang seperti hantu ia meraba raba wajahnya apa memang wajahnya seseram itu ia mengernyit bingung mengambil sebuah kaca kecil yang selalu ia bawa kemana mana , ia menatap pantulan wajah nya tampan hanya itu kenapa wanita tadi lari..
__ADS_1
" wajahku tampan...jangan jangan dia seorang hantu makannya tidak terpesona wajah rupawan ku..." matanya melotot tak percaya ia melihat tangannya yang ia pakai untuk menarik wanita tersebut, wajahnya memerah lalu menjadi biru ia terus menatap tangan dan depannya terus berulang ulang
" WAAAA.... TANGAN TAMPANKU TAK SUCI..." pria tersebut lari terbirit-birit melawan arah . pandangan matanya tak pernah lepas dari tangannya , ketakutan kembali menyertainya tak peduli ia berlari kemana ia hanya ingin melakukan satu ia harus kaburkan diri dari wanita hantu tadi.