
"pasti dong... " bangganya, memang sebelum ia menyelamatkan Leimera, terlebih dahulu ia melumpuhkan semua penjaga dalam dengan bubuk pelumpuh saraf yang lebih kuat.
Leimera menepuk nepuk bokongnya yang kotor " ayok pulang, kita tunggu dia di penginapan aja " ujarnya menarik pergelangan kyna yang langsung ditepis olehnya.
" enak aja lu... emang lu kira tugas kita ini doang " bantahnya menepis, ia memandang bangunan megah dihadapannya miris.
" lahh emangnya ada lagi ? " tanya Leimera tak tau menahu dengan wajah polosnya.
Kyna menghembuskan nafasnya berat, beginilah kalo ngomong sama satu b lemotnya mengalahkan yang lain " ada Leimera ku sayang..." gemesnya pasalnya ia ingin sekali merobek robek Leimera biar populasi orang sepertinya habis.
" owhh apaan? emang yang jadi target kita salah apaan dah gw masih bingung..." bingung Leimera dengan wajah polos minta ditaboknya.
menghembuskan nafas perlahan Kyna tersenyum terpaksakan dengan tangan yang mengepal " Leimera yang g*bl*knya minta ampun, jadi selama ini lu jalanin misi jangan jangan gak tau permasalahan nya? "
" kgk, lagi bingung..."
kyna menatap arah lain ia bener bener kehabisan kesabaran " bodo amat, gw bukan temen lu " kesalnya beranjak pergi melanjutkan misinya yang belum tuntas.
leimera mengerutkan dahinya bingung " tadi emang gw ngomong apaan ya..."
" ehh kyn... tunggu woyy..." imbuhnya mengejar Kyna yang memasuki pekarangan rumah mewah itu.
Ryuxie memasuki kamar demi kamar guna mencari sang target, ia membuka ralat lebih tepatnya mendobrak pintu itu hingga rusak, soal pembantu atau yang lainnya semuanya sudah ia urus bersama Kyna, karena bila Leimera ikut bakal berabe dah...
tepat saat ia berhenti di depan kamar dengan pintu berlapis emas yang di ukir sedemikian rupa, Ryuxie memasang topeng kebanggaan nya, ia dengan perlahan masuk dengan santainya, kedatangan dirinya membuat panik orang didalamnya.
" si siapa kau..." gugup seseorang itu ketakutan menodongkan pedangnya.
Ryuxie tersenyum licik, ia menekan ruangan dengan aura membunuh miliknya, ia beranjak mendekati target nya perlahan kabut hitam muncul mengiringi setiap langkahnya, kranag tersebut mundur dengan ketakutan yang amat besar melihat sosok menakutkan dihadapannya.
__ADS_1
Mata Ryuxie berkilat kejam ia menyeringai lebar kala targetnya sudah terpojok " kau yakin tak mengenal ku ? " Ryuxie menunjukkan topeng peraknya juga sebuah gambar dibelakang jubahnya.
orang tersebut meringsut gemetar ia mendudukkan dirinya lemah seolah olah dirinya sudah tak memiliki tenaga lagi, siapa yang gak mengenal sosok itu walau dilihat dari topengnya saja semua sudah tahu itu adalah Xue meigui seorang pembunuh kejam berdarah dingin.
" am ampun... kumohon jangan bunuh aku..." lirih orang itu bersujud dengan tubuh yang bergemetar hebat.
sudut bibir Ryuxie berkedut, ia menendang orang itu hingga menabrak dinding dilain sisi
" heh... kau kira apa kesalahanmu... "
" am ampun..." Ryuxie semakin dibuat muak oleh orang tersebut kesabarannya sudah habis ia tidak suka bermain main.
perlahan kabut hitam semakin menyebar menutupi ruangan itu, Ryuxie juga tak tahu menahu tentang kabut itu namun ia menghiraukan ia akan mencari tahu nanti.
brakk
Ryuxie kembali menendang orang itu jauh hingga orang tersebut memuntahkan banyak darah akibat benturan keras.
Ryuxie mengangkat dagu orang Itu dengan ujung pedangnya, ia tertawa dingin melihat raut ketakutan itu " kenapa kau? takut? " ejeknya mendorong pedang itu hingga menusuk sedikit leher orang itu.belum puas Ryuxie memotong kedua tangan orang itu dengan cepat tak terduga.
" AKHHHHH...." teriakan kesakitan korbannya begitu mengalun indah bagi Ryuxie, seperti yang diharapkannya.
" hahaha iya... teruslah berteriak itu membuat ku semakin bersemangat " Ryuxie tertawa kejam dengan aura membunuh yang begitu kental dari dirinya ia memang sangat cocok disebut Queen of the death karena ia seorang malaikat pencabut nyawa yang kejam dan ia suka itu.
masih kurang, Ryuxie kembali memotong kaki korbannya tapi secara perlahan yang membuat sang korban kembali berteriak kesakitan bahkan lebih nyaring dan itulah yang diharapkan Ryuxie.
saat sedang asik asiknya suara teriakan Kyna menggelegar dari luar jendela.
" RYUXIE GC CEPET GW PENGEN BOKER, GC WOYY..." teriak kyna, Ryuxie berdecak kesal sungguh memang dasar penganggu acara orang saja.
__ADS_1
" huh kau dengar tadi, kau sungguh beruntung " sungutnya kesal, ia langsung menebas pala orang itu dan menendang kencang kepalanya hingga menembus keluar jendela yang memang tipis itu.
Ryuxie tersenyum miring menepuk nepuk tangannya, lalu seperti biasa ia menggambar mawar ditempat kejadian dengan darah segar yang mengalir dari tangan yang terpotong itu. setelah itu ia menghilang dan berpindah ke tempat dimana teman temanku berada.
" kalian sungguh menganggu, sudah diselesaikan? " tanya Ryuxie pada keduanya, yang dibalas anggukan.
ya... mereka berdua Kyna dan Leimera sebelum itu mereka membebaskan para tahanan yang akan dijual oleh si target ke perdagangan manusia ilegal, dan membawa mereka semuanya ke tempat yang lebih aman lalu setelah ini mereka akan menyerahkan semua tahanan itu pada Fuo Neilan.
" Leimera lu ya sama Ryuxie yang bawa mereka... gw pengen boker sumpah dah kebelet banget ini..." ucap Kyna sudah tak tahan sedari tadi ia memegangi perut yang sakit.
DUUUUUUTTT
Bau tak enak menguar menyebar sudah dipastikan itu berasal dari Kyna, Leimera dan Ryuxie buru buru menutup hidung mereka dan Leimera ia ingin muntah karena baunya yang sangat sangat omejing itu.
Kyna menghirup aroma itu,ia langsung menutup hidungnya tak tahan " eh anjirr bau banget ogep..." eneknya.
" ehh beg* kentut lu anjirr bau banget, makan apa sih lu... sudah sono lu boker biar gw ama Ryuxie yang lanjut GC...sebelum lu kentut lagi sono...." ucap Leimera masih menutup hidungnya, ia mendorong Kyna yang hanya cengengesan watados itu.
" iya iya.... " turut Kyna pergi tapi sebelum itu...
DUUUUUUUUUTTTT
Kyna kembali mengeluarkan gasnya bahkan ini lebih panjang dan juga lebih bau, Leimera dan Ryuxie langsung berlari menghindari bom mematikan itu, sedangkan sang pelaku sudah ngacir tak tau dosa.
setalah menunggu bom itu hilang,mereka berdua akhirnya sudah dapat bernafas lega
" hahh... akhirnya gila si Kyna makan bangke kali ya bau banget busyedd " heran Leimera menggeleng gelengkan kepalanya.
dan pada akhirnya mereka juga yang melanjutkan tugas ke Fuo Neilan untuk menyerahkan para tahanan yang menjadi korban.
__ADS_1
tapi sebelum itu seperti biasa mereka membakar rumah si target hingga tak tersisa.