
Grooaarrr
suara auman hewan buas menyambutnya saat tiba di depan mulut Gua.
Didepannya kini terdapat seekor hewan yang amat dicari cari dirinya, hewan yang akan membuat dirinya menang dalam kompetisi pemburuan ini, terlihat seekor Harimau hitam yang siap menyerang dirinya dengan taring mengkilat yang mencuar keluar.
Ryuxie tersenyum miring, ia berjalan santai mendekati Hariman hitam itu dengan pedang baru miliknya yang ia dapatkan dari dalam Gua itu.
sriingg
kilatan pedang yang terpantul cahaya matahari membuatnya semakin mengkilau, Ryuxie sudah siap dengan pedang yang ia todongkan pada harimau tersebut.
" bukankah kau ingin melawanku, majulah " pancingnya memandang remeh harimau itu.
Geerrr
Harimau hitam itu menggertakkan giginya marah, cakar tajamnya ia keluarkan dan berlari dengan kencang menuju tempat Ryuxie berada.
Triing
suara dentuman pedang dan cakar yang saling beradu terdengar nyaring, mereka terus beradu tanpa ada yang mengalah.
cukup dengan main-mainnya, Ryuxie menyimpan pedangnya, ia berlari mendekati Harimau itu satu kakinya ia gunakan untuk bertumpu pada pohon besar ia melompat tinggi mengangkat kuat tinjunya.
Buughh
Harimau itu tersungkur jauh, tinjunya sangat kuat, tak sampai disitu berhubung harimau itu tengah lengah ia menghilang dan muncul tepat di hadapan harimau.
seringaian kejam terukir jelas di wajahnya, matanya yang mengkilat akan haus membunuh terpancar jelas, ia kembali meninju bawah dagu harimau tersebut dan langsung menendangnya tepat di perut, Harimau hitam tersebut terpental jauh.
Merasa geram dan tak terima harimau itu bangkit dan langsung menyerang Ryuxie dengan membabi buta menggunakan cakarnya, Ryuxie yang diserang secara brutal sedikit kewalaha.
ia mengambil belatinya terus menghindari serangan, mata emasnya terus mencari kesana sini dimana letak kelemahan harimau tersebut.
Senyum cantik terpapar, tanda bahaya sudah menyala indah, Ryuxie ia dengan cekatan menendang keras perut harimau itu yang membuat harimau itu terpental, saat itulah ia beraksi, ia melompat mengangkat tinggi tinggi belatinya, ia berpindah tempat telat di atas harimau itu yang masih terpental jauh.
Bleesshh
Belati yang telah ia lumuri racun miliknya tertusuk tepat di tengkuk Harimau Hitam itu yang menjadi titik kelemahannya, yang membuat kemenangan telak bagi Ryuxie.
Ryuxie kembali menyimpan belatinya, ia menatap datar mayat harimau hitam tersebut, beberapa menit lagi waktu habis, ia bergegas ke titik penilaian soal hewan buruan lainnya dan harimau hitam itu, ia menyimpannya di ruang angkasa miliknya.
Ryuxie mengambil kuda yang ia pakai sebelumnya dan saat dirinya tak jauh dari tempat itu, ia mengeluarkan semua hasil buruannya dan menaruh semuanya pada kayu panjang dan lebar yang telah ia buat menjadi seperti papan mangkok persegi itu, lalu menyeretnya dengan kuda yang ia giring, tak lupa ia memakai cadar kembali seperti awal.
semua penonton sorak sorai menyambut satu persatu peserta yang hadir sudah hampir semuanya hadir tepat ia datang lonceng berbunyi dengan nyaring menandakan berakhirnya perlombaan.
Semua peserta telah siap dengan hewan buruannya untuk dinilai, Ryuxie tersenyum sinis, wajah cantiknya yang tersembunyi di balik cadar hitam itu menunjukkan keremehan, tentu sudah dipastikan ia yang akan menang.
***
Di lain sisi, Leimera, Kyna dan juga Xiao Chan kini tengah sibuk membenah diri mereka, tak ada Xiao Feng karena perlombaan sudah dimulai ia sebagai Putra mahkota harus turut hadir dalam perlombaan berburu lain halnya dengan adiknya Xiao Shan karena perlombaan bagi wanita akan diadakan sore hari.
Leimera dan Kyna kini tengah sibuk mewarnai rambut Xiao Shan dengan ombrean warna pink, mereka sudah memikirkan ini sejak awal tunggu saja akan ada kejutan menanti dari mereka bertiga.
" apakah ini masih lama? apa aku harus menunggu ini hingga kering? ini sungguh membosankan..." keluh Xiao Shan, ia mendengus kesal rambut indahnya entah di apain oleh kedua temannya itu, melihat rambut mereka berdua ia sebenarnya iri karena itu sangat indah.
" ckck... tak bisakah kau diam saja, tunggu saja , sebentar lagi juga selesai..." dengus Kyna memainkan rambut ombren birunya.
Leimera yang sedari tadi diam membuka suara " hey.. aku tak sabar untuk kejutan nanti, dan kamu !! ( sambil menunjuk Xiao Shan yang tengah mengunyah cemilannya ) kamu harus bersemangat dan melakukannya dengan baik, oke ?!! " serunya mengedipkan matanya.
__ADS_1
Xiao Shan mengerutkan dahinya " baiklah... lagipula apa itu oke ? " herannya dengan kata asing itu.
" oke itu sama saja dengan baiklah, atau ya atau iya atau baik atau atau atau dan atau..." jelas Leimera bangga.
Xiao Shan menekuk wajahnya " kenapa terlalu banyak atau? "
" entahlah " sanggah Leimera.
Kyna yang mulai merasa ikut bosan mengutarakan idenya " main saja yuk, ini sangat membosankan " lesunya.
seketika mata kedua orang itu berbinar " ayokk..." semangat mereka.
Kyna mengangguk ia mengambil sebuah kartu dari dalam kopernya " nihh, kita main UNO saja..." ucapnya menyodorkan kartu itu di tengah tengah mereka yang telah membuat lingkaran.
dahi Xiao Shan lagi lagi mengkerut ia mengambil kartu asing itu dan menelitinya, tapi tetap saja tak tahu " kartu apa ini? dan bagaimana cara memainkannya ? "
Leimera tersenyum lebar ia menarik paksa kartu yang ditangan Xiao Shan, dan me jelaskannya dengan semangat " jadi ini tuh cara mainnya, kita harus bla bla bla bla... nahh gitu... ngerti kan? "
Xiao Shan mengangguk matanya berbinar ketidak sabaran " ayok cepat kita mainkan..."
Kyna menyela " eitss sebentar, ada peraturannya... setiap yang kalah dia dapet hukuman, hukumannya satu coretan di wajah bagian mana aja bila permainan sudah selesai setiap yang kalah maksudnya yang ada coretan diwajah nya harus berani keluar dengan penampilan saat itu juga dan coretan nya gak boleh dihapus bagaimana? " usulnya.
Xiao Shan dan Leimera saling pandang mereka mengangguk menyetujui " oke, aku pasti bakal menang..." seru keduanya dengan pede.
Kyna tersenyum miring, hahaha tak ada yang akan menang darinya karena ia ratunya dalam perjudian awokawok " baiklah kita mulai sekarang " semangat nya.
" LET'S GO..." seru Leimera bangkit dari duduknya.
Kyna dan Xiao Shan menatap heran Leimera, walau Xiao Shan tak mengerti.
" eh bedon.. mau kemana lu let's go lets go.. mau balik? Sono lu, gak usah balik lagi.." kesal kyna, yang membuat Xiao Shan semakin bingung ia sangat tak mengerti apa yang diucapkan mereka berdua kata kata itu terlalu aneh baginya.
Kyna memasang muka datarnya ininih kalo sedari kecil diajarinnya cuman tau huruf doang, gedenya beg*nya kebangetan.
" Bodo amat Lei bodo amat, lu lama lama gw pitakin juga lu "
" IHH kalian ngomong apasih dari tadi? " kesalnya karena tidak mengerti keduanya.
" udah gak usah didengerin, kita ngomongnya pake bahasa alien, jadi abaikan saja..." seru Kyna.
" alien? itu apaan? " tanya Xiao Shan semakin dibuat bingung.
" Alien itu makhluk aneh yang tingkahnya begajulan, dia tinggalnya bukan di dunia ini " jelas kyna.
" owhh aneh ya... kayk kak Feng dong diakan aneh suka gak jelas, tapi emang alien tinggal dimana? "
Kyna mendengus sabar, nanya mulu dah nih bocah " di tipi tipi..."
Leimera yang sedari tadi mendengarkan percakapan unfaedah itu mengernyit heran " emang iya ya.. Alien tinggalnya di tipi, aku kira tinggalnya bareng Boboiboy, kayk si kepala kotak itu..." serunya memasang wajah polosnya.
lagi lagi Kyna dibuat pusing sama satu spesies seperti Leimera, bunuh temen sendiri boleh gak sih..
" BODO AMAT , GW GAK DENGER, GW LAGI BOKER NJIRR SABAR GW..." teriaknya mendengus marah, kapan mainnya ini kalo kyk gini terus.
Xiao Shan dan Leimera mengerucutkan bibirnya
" IHH aku agak ngerti..."
" kyn... emang dimana sih yang bener "
__ADS_1
" kak Shiaoli emang tipi itu apaan kak? "
" tipi itu kayak emmm toilet nah iya toilet..."
" toilet itu apa ? "
" toilet itu, tempat yang sangat indah..."
" benarkah ? aku mau kesana juga... aku ingin melihat toilet..."
Kyna memasang datar wajahnya " liat noh taik , erosi gw..." gumamnya yang tanpa sengaja terdengar mereka berdua.
Leimera dan Xiao Shan balik memandang Kyna yang kesal
" emang taik apa lagi sih kak? " tanya lagi Xiao Shan.
Kyna masih sabar ia masih memantau kedepannya, apa yang bakal dijawab sama Leimera gw yakin banget pasti sama beg* nya.
" kamu gak tau ya.. taik itu sebutan lain dari kue..." balasnya tak lupa wajah polosnya yang minta ditabok selalu menjadi andalannya.
" owhh jadi kalo aku makan kue, berarti aku makna taik "
' njirr nih anak respon gitu lagi, tolong cabut nyawa gw.. gw gak sanggup lagi...' batin Kyna dramatis.
" iya begitu "
sudah cukup Kyna kehabisan kesabaran, otak pintarnya ternodai oleh kebodohan milik Leimera.
" BODO AMAT NJIN*, MATI LU SEMUA " geramnya keluar kamar, lebih baik ia mencari udara segar dari pada harus dengerin celotehan absurd temannya itu.
Xiao Shan mengerucutkan bibirnya " yah.. dia pergi kita gak jadi main dong..." sedihnya.
Leimera mengangguk ikut menyetujui " iya... yaudah mending kita main kain aja yuk, sambil nunggu rambut kamu " serunya.
wajah Xiao Shan cerah kembali, ia tersenyum manis " oke, tapi main apa ? "
" gak tau..." jawab Leimera menggeleng kan kepalanya.
" yahh..."
Dan suasana kembali hening, berbanding kebalik dengan Kyna yang sudah termakan emosi, ia terus menyumpah serapahi kedua temannya itu yang IQ nya sama sama di atas rata-rata.
" awas aja tuh anak berdua, ketemu beg* lagi gw kulitin abis abisan dah..."
" ihhh sebel banget, pengen nyemplungin juga dah.."
" semoga mereka berdua jomblo karatan, ehh tapi kan dari dulu gw yang selalu jomblo, au ahh bodo amat, orang cantik mah bebas " dengusnya terus komat Kamit berjalan kesana kesini tanpa memperhatikan depannya pikirannya hanya satu ingin menghilangkan spesies seperti Leimera.
hingga tanpa liat jalan ia menubruk sesuatu yang keras membuatnya hampir tersungkur untung aja dia bisa jaga keseimbangan.
" ini lagi... tau orang lagi jalan, nabrak nabrak aja sih, makannya kalo liat liat itu pake mata bukan make dengkul, mata ada gak di pake " sungutnya marah pada seorang pria yang ditabraknya.
pria tersebut mengelongo heran, bukankah gadis ini yang duluan menabraknya, seharusnya siapa yang marah marah.
" maaf nona... tapi nona yang tidak berjalan dengan benar, apa mata nona dibawah karena sedari tadi nona menunduk, jadi jangan salahkan aku, ingat nona berjalan menggunakan kaki melihat dengan mata... sampai jumpa..." seru pria itu berlalu pergi.
Kyna menatap sinis pria itu " bodo amat, urat malu gw ilang gk tau kemana " dengusnya berjalan pergi dengan menghentak hentakan kakinya kesal.
pria itu yang tak jauh, berbalik menatap punggung Kyna dengan senyum tipis " gadis... kita bertemu lagi..."
__ADS_1