
Waktu berjalan dengan cepat , sekitar setengah jam-an mereka berjalan mereka tiba di depan Gua kecil .
Leimera yang bersemangat berlari cepat memasuki Gua diikuti yang lainnya.
Satu kata untuk Gua ini, menawan? Walaupun tampilan dari luar kecil namun saat masuk kedalam sangat luas jalannya yang memang seperti dibuat seseorang berlika liku ditambah dengan ornamen seperti es namun bukan es pada dinding dinding Gua juga menggantung bagai lampu.
" Sumpah nih Gua bagus banget, coba aja ada hp udah selpie gw.." ucap Leimera membulatkan mata kagum
begitupun Kyna ia langsung berlari menghampiri batu yang seperti es
Mulut nya tak henti hentinya mengeluarkan air liur " Kyna jangan jorok itu ludah lu kemana mana " geram Ryuxie melihat kelakuan Kyna
" Udah sih gapa- " kesal Kyna terpotong teriakan Leimera yang menggema
" AAAAAAAaaaa..........."
BRUKK -
__ADS_1
Kyna dan Ryuxie menghampiri asal suara , disana terdapat Leimera yang tengah duduk bersimpuh dengan menutup kedua matanya
" Kenapa sih Lei? " Heran Kyna membantu membangunkan Leimera . Tangan Leimera menunjuk sesuatu di balik batu , dengan sigap Ryuxie mengecek
Ryuxie berdecak kesal ternyata hanya ada seekor ular putih kecil dengn segera ia mengambilnya dan mengelus ular kecil itu " ck..ck.. cuma ular lebai lu ahh..." Ujarnya berlalu pergi keluar Gua dengan ular di gendongan nya .
" Lu mau kemana ? " Tanya Leimera dengan sedikit takut apalagi dengan ular , itu salah satu phobianya .
Ryuxie menunjuk luar dengan jarinya , yang diangguki mereka berdua mengerti
Ryuxie tidak takut dengan ular karna ular baginya sahabatnya gk tau kenapa cuma dia suka aja kalo ada ular, dan juga satu rahasia yang belum diketahui siapa pun termasuk sahabatnya hanya Ayah angkat nya yang tau bahwa ditubuhnya , darahnya mengandung racun kuat yang bisa menyebabkan kematian dan penawar itu sendiri hanya satu dari dirinya yaitu hanya beberapa tetes air matanya sebagai penawar jadi walupun hewan apapun yang berbisa ia tidak akan mati karna dia racun oke itu aja.... Next
" Heh ular... Lu jangan lari ya.... Temenin gw " ujarnya dengan bahasa China siapa tau ia mengerti kan? Ular itu sedikit menggoyang kan ekornya yang dianggap Ryuxie setuju ular itu membelit lehernya tetapi bukan mencekik hanya mengalungkan badannya dan kepala ular tersebut berpangku pada bahu mulus Ryuxie, Ryuxie tersenyum ia mengelus kepala ular tersebut lalu memejamkan matanya lelah.
Ryuxie terlelap tidur terdengar dari suara dengkuran halusnya. Tanpa diketahui oleh siapapun ular itu turun dari tubuh Ryuxie dalam sekejap ular itu hilang digantikan oleh seorang pemuda tampan dengan surai putih nya , dia tersenyum memandang Ryuxie yang tengah terlelap
__ADS_1
Tak mau membangunkan , pria itu menggendong Ryuxie dengan perlahan , suara halus terdengar dari Ryuxie ia menggerakkan kepalanya pada dada bidang pria itu untuk mencari kenyamanan, pemuda tersebut sedikit geli tapi ia tetap melanjutkan membawanya masuk kedalam Gua , dilihatnya teman teman Ryuxie sudah pada tidur, pemuda tersebut menaruh Ryuxie diatas sebuah batu panjang yang dapat dipakai untuk istirahat nya.
Ryuxie menggeliat tak nyaman ia bangun membuka matanya sedikit tak ada siapapun disini, tapi mengapa ia merasa ada seseorang , Ryuxie melihat sekeliling ia berada di Gua apakah dia tidur sambil berjalan , merasa bingung ia menemukan ular yang jadi temannya tadi , ia mengangkat nya kepangkuannya
" Hei apakah tadi aku tidur sambil jalan ? " Tanyanya lesu pada ular itu, ular tersebut menggerakkan ekornya
" Benarkah? Aih.... " Ujarnya bergidik ngeri , ia kembali tidur tapi tak bisa
" Huaaa....gw gk bisa tidur " rengeknya kesal ia berjalan keluar Gua mencari tempat yang enak untuk bersantai tak lupa dengan ular putih ditangannya.
Angin berhembus kencang membelai dedaunan membuat suasana menjadi lebih enak , seperti nya ia betah disini ia menghirup udara sebanyak mungkin dan menghembuskan nya perlahan. Tangannya tak henti hentinya mengelus kepala ular miliknya.
" Ehh uler lu mau gak jadi pacar gw ? Hehehe....tau gk sih ... Gw kan suka banget sama uler terus gw pernah mimpi kalo gw nikah sama siluman uler , silumannya ganteng deh... Lu bisa berubah gak ? " Konyolnya , ia terkekeh sendiri dengan apa yang ia lakukan, ia curhat yang tak mungkin di mengerti ular tersebut dengan wajah konyolnya mulai deh sikap childish nya.
" Au dah susah ngomong sama lu , lu bisu y...." Keselnya seperti orang gila, kaki nya berjalan mendekati sebuah danau
Hari sudah semakin gelap matahari sudah turun dari peraduannya yang digantikan oleh bulan dengan cahaya indahnya.
__ADS_1
Ryuxie tiduran di atas rerumputan halus dekat danau matanya tak pernah lepas dari bulan , melihat bulan mengingat kan nya pada sosok ibunya , ibunya telah meninggal pada saat gerhana bulan total tepat setelah ia dilahirkan , ia juga bingung mengapa warna rambutnya putih perak berbeda dengan yang lain , dan katanya karna ibunya meminum ramuan bunga bulan yang hanya hidup di puncak gunung es dan hidupnya hanya seratus tahun sekali lalu degenerasi untuk menyelamatkannya itu yang ia tahu, entah ia mau percaya atau tidak.. ia tak tau apa itu benar.. kadang ia juga ragu.. karna tak ada satupun foto ataupun kenangan tentang itu semua.Ayah angkatnya yang merawat ia dari lahir tak pernah memberitahukan apapun tentang ibunya hanya memberitahukan sepintas ibu meninggalkannya.. ia bahkan tak tahu ibunya seperti apa apakah mirip dengannya atau bukan.. dan ayahnya ia tak tahu dimana ia dari kecil ia tak pernah melihatnya.