Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
Jepit rambut


__ADS_3

Waktu terus bergulir, tak terasa sudah beberapa hari atau Minggu yang lalu, tepat saat ini diadakannya festival tahunan yang di adakan di setiap kerajaan menyambut musim semi.


keadaan desa desa maupun kerjaan dilanda kesibukan menyambut datangnya hari istimewa bagi mereka, mereka sangat berantusias menyelenggarakan nya bahkan mencoba untuk membuat hari istimewa ini megah, di kerajaan Chen hiruk piruk pelayan yang mondar mandir kesana kemari mempersiapkan bahkan matahari belum menampakkan dirinya mereka sudah sibuk mengurus semuanya bukan hanya pelayan bahkan anggota anggota kerjaan lainnya pun sibuk berlatih untuk mengikuti lomba lomba yang akan diadakan.


tepatnya di salah satu paviliun milik seorang putri dengan hanfu merah muda yang melekat pada tubuhnya, putri Chen Xiao Shan ia sangat panik bukan kepalang karna dirinya yang bangun kesiangan juga ia lupa menaruh barang berharga yang akan dipakainya.



" ahhh tidakk... bagaimana ini..." paniknya terus mondar mandir mengecek sana sini disetiap sudut ruangan dibantu pelayan juga prajurit yang ada.


" tidak boleh sampai hilang... bagaimana kata mereka nanti... "


derap langkah perlahan terdengar mendekati Putri Chen Xiao Shan, Xiao Shan yang menyadari itu mendongak menatap siapa yang datang.


berlari dengan cepat mendekati sosok tersebut, ia langsung memeluknya " kakak Feng bagaimana ini, jepit rambut itu hilang... apa yang harus aku katakan pada kakak ipar nanti..." keluhnya.


Dia putra mahkota Chen Xiao Feng balas mendekap adik kecilnya ia mengelus lembut Surai milik adiknya " apa maksudmu shan'er ? siapa maksud mu dengan kakak ipar ? " tanyanya lembut, ia juga sedikit bingung dengan ucapan adiknya.


Xiao Shan mendongak kesal ia melepas pelukan kakaknya itu " huft... kenapa kakak harus bertanya? apa belum jelas tentu aku hanya ingin Shiaoli ( Leimera ) yang menjadi kakak ipar ku " dengusnya


seulas senyum terpancar dari wajah tampan Xiao Feng, bahkan adiknya merestuinya " hah!! benarkah wahh adik kecilnya kakak sangat pengertian ya...lalu apa kau sudah mencari di seluruh paviliun mu? "


Xiao Shan mengangguk lemah " sudah kak..." lesunya.


" benarkah ? bagaimana dengan tamanmu, apa kamu sudah memeriksanya ? " tanyanya lagi.


Xiao Shan kembali mengangguk namun sedetik kemudian ia teringat akan sesuatu " tunggu... apa mungkin tertinggal di penginapan mereka karena terakhir kali aku disana..." sentaknya mengingat.


Xiao Feng mengangguk ia tersenyum manis " kenapa tidak kesana Sekarang dari pada kamu makin terlambat ? kakak akan mengantarmu..." riangnya karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan gadis manisnya itu, aihhh membayangkan betapa cantiknya ia saat ini ia memerah.


Xiao Shan yang mengerti ucapan kakaknya itu mendengus kesal " huuhh bilang saja kau ingin bertemu kakak ipar..." sinisnya melipat tangannya didepan dadanya.


" ku tau saja adik kecil... yasudah ayok... agar kita tidak terlambat saat acara nanti..." semangat nya menarik tangan adiknya itu keluar paviliun.


" heyy kak... pelan pelan saja kamu ini tidak sabar sekali untuk bertemu kakak ipar... "


Xiao Feng terus berjalan cepat tanpa memperdulikan ucapan adiknya " kau sudah tau bukan... " jujurnya tak menyanggah buat apa ia mengelaknya kalau ia memang seperti yang diucapkan adiknya.


" aishhh.... " sungut Xiao Shan.


saat tengah perjalanan belum menuju luar gerbang mereka sudah dihadapkan kepada raja Chen Long selaku ayah mereka.


" ada apa dengan kalian ini ? " tanya raja Chen Long heran menatap kedua anaknya yang terlihat terburu buru.

__ADS_1


" hormat kami ayahanda..." hormat mereka berdua menunduk sedikit.


" maaf ayahanda, ini darurat..." seru Xiao Feng tak bisa diam.


Raja Chen Long semakin dibuat heran ia menautkan alisnya " apa maksud mu Feng ? "


" biasa ayah... darurat karena dia sudah tak sabar menemui pujaan hatinya..." sindir Xiao Shan melirik kakaknya lewat ujung matanya.


Mata Raja Chen Long membulat sempurna, ia menempelkan punggung tangannya pada dahi Xiao Feng mengecek " apa kau demam? pujaan hati ? kau bahkan sangat benci bila para wanita mendekat..." serunya menggeleng gelengkan kepala tak percaya.


Xiao Feng mendengus kesal ia memindahkan punggung tangan ayahnya lembut " ayah... anak ini tidak mungkin berbohong... yasudah lah ayah aku harus buru buru... "


" sampai jumpa ayahku tersayang..." lanjutnya tersenyum lebar berlari menyeret adiknya meninggalkan ayahnya yang terbengong hebat.


" anak itu... siapa gadis yang berhasil menarik perhatian Feng'er... dia gadis yang sangat hebat.." takjubnya melanjutkan langkahnya menuju aula pertemuan.


Mereka memasuki kereta kuda milik Xiao Feng yang didominasi warna perak dan juga hitam warna khas dirinya.


kereta kuda terus berjalan menyusuri jalanan yang sudah ramai dihuni warga warga yang sangat berantusias. setengah jam berlalu kereta sudah sampai tepat didepan penginapan yang ditempati tiga gadis itu.


penjaga maupun warga yang berada disana sontak berbaris rapih menyambut kedatangan anak raja istana kerajaan tersebut.


Xiao Feng dan Xiao Shan keluar dari kereta dengan anggunnya.


Xiao Feng mengangkat sebelah tangannya bertanda agar kembali berdiri " hmm..." datarnya langsung masuk diikuti Xiao Shan dan juga beberapa prajurit.


Xiao Feng menghentikan langkahnya secara tiba tiba membuat Xiao Shan yang berjalan dibelakangnya tertabrak punggung lebar kakaknya itu.


" awhhh... apa yang kakak lakukan, kenapa tiba-tiba berhenti ? " sungutnya memegangi dahinya yang terbentur.


Xiao Feng berbalik ia memandang tak enak adiknya " maafkan kakak..." ucapnya tersenyum simpul.


" kalian semua tunggu disini berjaga, bila ada yang mencurigakan lapor saja, dan kamu adik berjalan dahulu aku tidak tahu dimana letak kamarnya " lanjutnya mendorong lembut Xiao Shan agar berjalan lebih dahulu.


" ckck... makannya jangan sok tau..."


Xiao Shan berdecak, ia melangkah lebih dahulu diikuti Xiao Feng. tepat didepan kamar ketiga gadis itu ia Xiao Shan mengetuk pintu kamar ketiganya.


" heyyy kaliaan... cepatlah buka pintunya ini aku Shan'er..." teriaknya.


tak lama pintu kamar terbuka menampilkan sosok gadis tinggi yang berwajah datar dengan rambut perak keputihan nya.


__ADS_1


( anggap aja warna rambutnya putih itu cuma style dia aj )


" hmmm silahkan... dan kau !! diluar saja..." ucap dingin gadis itu yang tak lain Ryuxie menunjuk Xiao Feng yang tak boleh masuk.


Xiao Feng menggeleng menolak, ia langsung melangkah masuk " tidak bisa..." tolaknya


Ryuxie mendengus dingin ia memilih berdiri di depan pintu yang terbuka mengawasi sekitarnya.


Xiao Feng yang baru masuk dibuat takjub oleh keindahan Dewi dihadapannya itu, disana berdiri Leimera yang mengenakan hanfu ungu tengah membenarkan rambutnya yang tidak hanya warna coklat asli rambutnya namun ada juga warna lain yaitu ungu sangat cantik dan anggun, rambutnya yang berwarna menambah kesan cantik dirinya, ia bahkan tidak menutup mulut nya sangking kagumnya.



Hingga suara cempreng milik adiknya menyadarkan dirinya


" HEI KAK... PERHATIKAN KELAKUAN MU..."


Buru buru Xiao Feng berdiri tegak, ia memalingkan wajahnya yang sudah memerah menahan malu, bahkan yang lain tertawa melihatnya.


Leimera tersenyum miring ia berjalan mendekati Xiao Feng yang semakin memerah, berdiri tepat dihadapannya Leimera mengulurkan tangannya menyentuh kedua pipi pria itu yang memerah, mengelusnya dengan lembut.


" kau kenapa hmm... aihh manisnya... " godanya memberikan senyuman manis miliknya.


Xiao Feng tak kuat, ia berlalu keluar kamar dengan muka yang masih memerah, ia sungguh malu bila Leimera saja mungkin ia tak apa namun ini ada beberapa orang lainnya.


Leimera menyemburkan tawanya, melihat tingkah manis pria itu membuatnya tertawa ia bahkan sangat gugup karena sedari tadi jantung nya sudah mau copot sangking kencangnya berdetak saat melihat penampilan tampan pria itu namun ia mudah mengembalikan suasana, aihh bila ia membayangkan saja ketampanan pria itu tidak setingkat dengan pria pada zamannya dulu.


Leimera menghentikan tawanya begitupun yang lainya minus Ryuxie karena ia tidak berekspresi sama sekali hanya wajah datarnya yang menjadi andalannya.


" oh iya, Shan'er ini jepit rambut mu, waktu lalu kau tak sengaja meninggalkannya disini " ucap Kyna menyodorkan jepit rambut perak dengan hiasan permata berwarna merah muda itu yang dibeli mereka bersamaan juga dengan model yang sama hanya warna permata yang membedakannya, Leimera ia membeli warna ungu yang menyamakan dengan penampilannya, dan Kyna yang memilih warna biru.



disana sudah berdiri Kyna yang juga sudah rapih dengan hanfu birunya juga penampilan mereka berdua Leimera dan Kyna berbeda, rambut mereka di cat dengan pewarna rambut bila Leimera ungu kalau Kyna ia biru juga mereka sedikit memoleskan make up pada wajah mereka yang menambah daya pikat mereka berdua. Bila bingung semua itu dari mana mereka mendapatkan semua itu karena Ryuxie yang menemukannya.




ingin tahuu ceritanya, di episode berikutnya ya...


_____________________----------------


aduhhh maaf banget ya.... baru bisa update sekarang, beberapa Minggu ini aku ada ulangan di rumah, dan sekarang udah bebas dari yang namanya ulangan hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan nya aja... doainnya semoga aku bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.

__ADS_1


Arigatou Minna...💕💞


__ADS_2