
Di lain sisi, Ryuxie dengan cepat memasuki hutan hitam, langkahnya yang cepat dan ringan memudahkannya untuk sampai ke tujuan.
Kaki jenjangnya mendarat tepat di pintu masuk Gua misterius yang ditemukannya kala lalu ( chapter koper ), seketika atmosfir menguak mengintimidasi bagi siapapun.
Ryuxie melangkahkan kakinya perlahan memasuki gua semakin lama pasokan udara seakan akan terhisap jangan lupakan aura gelap yang begitu menusuk. namun dengan tekad keingin tahuannya, ia kembali memasuki gua lebih dalam hingga diujung gua terlihat batu besar dengan sebuah Buku diatasnya.
Tak berlama lama, Ryuxie mengambil buku tersebut saat mengambilnya tak sengaja ujung jarinya tergores pinggiran buku yang memang tajam, sehingga darahnya terhisap buku tersebut.
Ryuxie menampilkan raut terkejut, tiba tiba buku tersebut terbang dengan sendirinya mencuar dengan cahaya hitam dan merah yang keluar menyilaukan mata.
Ryuxie menghalangi pandangannya dengan tangannya, namun perlahan pandangannya menggelap kesadarannya seakan terserap habis, Ryuxie tepat pingsan di gua tersebut.
Ryuxie menggerang ia terbangun di tempat yang sama sekali tak ada cahaya, ia mencoba meraih sesuatu dan berteriak meminta bantuan namun nihil tak ada yang merespon seakan akan hanya dirinya disitu berada semuanya gelap sejauh mata memandang hanya ada hitam yang dilihatnya.
Kilasan rentetan kejadian yang tak urut menggeryangi pikirannya, kepalanya terasa ingin pecah, mata nya berubah merah menatap kosong di depannya.
'oeekk... ooeekk...'
' tuan putri '
' lihatlah ia sangat cantik sepertimu '
' *Wen Xie Lan indah bukan '
' TIDAAAKKK PUTRI KU.... '
' maafkan ibu sayang....'
' kami menyayangimu '
' sraashhh '
' aaarrghhhh* '
kilasan kejadian potongan tersebut menambah sakit dikepalanya tanpa sadar air mata sudah menetes deras dari kedua pelupuk indahnya, tak ada yang sama sekali diketahuinya semuanya asing namun entah kenapa hatinya sesak ia merasa tak nyaman.
__ADS_1
" TIDAAKK "
Ryuxie terbangun dengan keringat dingin bercucuran, kilasan itu masih terasa nyata, hatinya juga masih sesak, ia melihat sekelilingnya ia masih di gua, ia menghela nafas lega.
ia memperhatikan buku tersebut, tiba tiba tanah bergoyang seperti ada gempa, bahkan batu batu di dinding gua berjatuhan, Ryuxie memegang erat batu besar di dekatnya guncangan semakin besar, tanah di depannya seketika terbelah besar tak lama muncul satu makhluk mitologi yang dipercaya sebagai mitos keluar dengan gagahnya.
Naga hitam yang sangat besar itu dengan gagahnya mendekati Ryuxie yang terkejut bukan main, naga Hitam tersebut meneliti Ryuxie keseluruhan tatapannya terpaku pada tato lotus di bagian lengan kirinya yang terbuka yang merupakan tanda bahwa dia keturunan murni klan racun berdarah.
" hormat hamba my Queen " Naga hitam tersebut membungkukkan badannya menghadap Ryuxie yang masih syok.
tak ada sepatah pun kata yang keluar dari bibir manisnya, Ryuxie masih terpaku dengan semua kejadian dadakan ini.
" my Queen " Panggilan itu membuatnya tersadar kembali, Ryuxie berdeham pelan lalu bangkit mendekati naga hitam dengan tatapan yang menusuk.
" siapa kau... kata itu... "
" dan apa maksudmu dengan ' my Queen ' siapa ratumu ? " tambahnya pasalnya itu merupakan bahasa Inggris, apa mungkin ada orang lain lagi yang seperti mereka ? pikiran tersebut terus berulang.
" maafkan hamba my Queen, namun engkaulah ratu kami ratu dari semua makhluk didunia ini kaulah sang pemimpin dalam kegelapan ' QUEEN OF DARKNESS ' " Ryuxie terdiam kaku ia masih tak habis pikir dengan dunia aneh ini.
Ryuxie mengibaskan tangannya mengelak " mana mungkin kau jangan bercanda ini sama sekali tidak lucu, apa apaan ini ? ratu ? heh !!! "
" hamba tak berani my Queen, namun itulah adanya "
" mana buktinya? jangan cuma mengarang " geramnya apa apaan lelucon ini heh..
Naga tersebut berbalik badan menghadap batu besar tempat dimana ia tersegel bersama buku tersebut, ia menekan yang bentuknya berbeda sedikit menonjol dibatu tersebut.
Batu tersebut bergetar disana keluarlah sebuah permata berkilau berwarna hitam kelam, naga hitam sedikit menggeser tubuhnya guna memperlihatkan permata tersebut pada Ryuxie.
Ryuxie tertegun, ia mendekati permata tersebut yang sangat mirip dengan gambar permata, juga semuanya benar benar mirip dari batu juga tempat gua tersebut seperti yang ada di buku milik ayah angkatnya yang ia ambil secara diam diam diruangannya.
Ryuxie menatap sekelilingnya mengapa ia baru menyadari semua ini, Ryuxie menggeleng tak percaya ia balik menatap permata tersebut.
mulutnya bergerak mengucapkan kata yang terdapat di buku ayah angkatnya " sang pemimpin bangkit dari ketidak berdayaan nya, ia mengangkat tangannya semuanya perlahan kembali, peperangan yang ditakutkan kini terjadi membuat dunia kembali pada kegelapan, hanya sang pemimpin lah yang menyelamatkan dari kegelapan dialah ' QUEEN OF DARKNESS ' " ia tersentak setelah mengucapkan semuanya.
__ADS_1
Naga hitam tersebut sedikit membungkuk mempersilahkan Ryuxie, ia sudah tidak terkejut lagi dalam ramalan sudah tertulis semua tentang Sang Ratu terakhir.
lain dengan di Gua, di luar langit menghitam awan hitam terlihat mengelilingi sesuatu suara petir bersahutan dengan kencangnya bahkan badai sangat kencang menerjang membuat beberapa pohon tumbang.
Suara hewan saling bersahutan seakan menyambut sesuatu, bahkan semua spirit beast yang sudah terkontrak maupun belum bersama mendekati aura sang pemimpin berasal, mereka mengerubungi daerah gua dengan kepala yang tertunduk hormat.
Ryuxie dengan sendirinya mengambil permata hitam tersebut, tak ada kesusahan yang terjadi saat mengambilnya, ia menggenggamnya seraya meneliti, permata tersebut bersinar terang bahkan mengalahkan sinar yang tadi.
Ryuxie memejamkan mata menghalau cahaya dengan tangannya, saat sinar itu meredup, ia terkejut saat pertama kali membuka mata, permata tersebut sudah hilang.
tiba tiba badannya terasa panas, semua panas menjalar ke tato lotus ditangannya, Ryuxie memejamkan mata menahan ringisannya.
Panas itu perlahan memudar, Ryuxie bernafas lega ia membuka matanya menatap sekelilingnya, ia terkejut pandangan matanya terlihat lebih tajam dan jelas bahkan ia dapat melihat semut di balik batu yang terletak jauh di belakang sana.
Ryuxie mengkerut kan dahinya saat tatapannya terhenti pada seekor Phoenix disamping Naga Hitam.
" Xiecie ? mengapa kau ada disini ? " tangannya heran.
" saat kau memegang permata itu, bukan hanya aku namun semua beast spirit dari yang terendah hingga terkuat terpanggil saat aura sang ratu bangkit "
Ryuxie terdiam kaku, ia mengedikkan bahunya acuh, ia menatap tajam naga hitam.
" kau tau kemana permata itu ? " naga tersebut mengangguk.
" permata tersebut sudah melebur menyatu pada dirimu karena ia sudah menemukan pemiliknya, bukankah sudah terbukti bahwa kaulah my Queen " Ryuxie memutar bola mata malas ia masih mengelak tak membenarkan.
" siapapun bisa mengambil permata itu, jangan ngaco deh " Xiecie yang geram atas kekeras kepalaan tuannya angkat bicara.
" ayolah kau tak bisa mengelak lagi, diramalan sudah tertulis bahwa hanya seorang keturunan darah murni terakhir yang dapat mengambil permata tersebut, orang biasa tidak akan dapat mengambilnya bahkan tak akan dan tak akan pernah mengetahui letak gua ini karena gua ini terikat dengan keturunan darah murni, mereka tidak akan dapat melihat maupun merasakan, namun para spirit beast maupun hewan legenda dapat merasakan aura sang ratu karena itu sudah terikat sebagai pengikut " Jelasnya panjang lebar.
Ryuxie syok bukan main, ia masih belum menerima semua ini, apakah ini maksudnya ? apa karena ini ia terpanggil ke dunia ini ? namun bagaimana dengan teman temannya ?
" ini jawaban dari pertanyaanmu kala lalu ? namun ini belum terjawab semua perlahan lahan semua itu akan terjawab tentang adanya dirimu "
Ryuxie menggeleng lemah perlahan kesadarannya memudar ia pingsan karena terkejut oleh semua teka teki ini, biarkan saja semoga ini hanyalah mimpi...
__ADS_1
sesosok putih melesat menahan tubuh Ryuxie agar tak terjatuh, orang itu tak lain adalah Lie Han, semua spirit beast menunduk hormat bahkan Xiecie dan Naga Hitam ikut membungkuk saat kedatangannya.
sebenarnya siapakah sosok Lie Han ini ? mengapa ia sangat dihormati ? penasaran ? ikutin terus ya...