
Hari semakin menjelang sore, matahari sudah malu malu perlahan menyembunyikan dirinya dari khalayak. angin berhembus pelan membawa kesejukan.
selepas dari Fuo Neilan suasana hati Leimera dan Kyna begitu cerah bagai pelangi. yang datang setelah hujan mengguyur, lain halnya dengan Ryuxie ia dilanda bingung pasalnya ia lupa bahwa ia malam nanti akan ada misi yang akan ia lakukan sesuai permintaan sebagai seorang pembunuh bayaran dan ditambah ada lagi permintaan Fuo Neilan yang pasti membutuhkan waktu lama, Ryuxie menghembuskan nafasnya lelah m, ia memejamkan matanya merilekskan pikiran.
Dengan langkah riang gembira Leimera beserta Kyna berlarian kecil dan sesekali melompat lompat kecil seperti anak kecil dengan tangan mereka yang saling bergandengan.
" Hahaha... asique asique..." seru mereka berputar putar membuat sekitar mereka menatap heran kedua wanita muda itu.
" akhirnya....sekian lama gw gak main lagi..."
Kyna menghentikan aksinya , ia menoleh ke belakang menatap heran Ryuxie yang sedari tadi malamun.
" Napa lu..." tegurnya menepuk keras bahu Ryuxie. Ryuxie sedikit terhuyung ia melirik sengit Kyna dengan ujung ekor matanya.
Cengiran khas terpampang watados pada wajah manis Kyna " hehehe... lagi lu galau bae... kayk doi gak dapet jackpot ae..."
Leimera di ujung sana memandang heran kedua temannya yang berhenti, langsung saja ia menghampiri mereka namun baru setengah jalan suara toa yang sangat menekakkan telinga terdengar membwahana hingga mengejutkan dirinya membuat ia terhenti, ia menoleh mencari sumber suara yang langsung menubruk memeluk dirinya.
" SHIAOLI... LIAN YI... XIANXIE...HUAAA...."
bruukkk
" aduhh... putri Shan... bisa tidak, kau tidak langsung menubruk..." ringis Leimera mengelus elus bokong bohai kesayangannya.
sedang sang tersangka menggaruk tengkuknya tak enak " ya...lagian kalian tidak pernah menjenguk diriku... kan aku rindu...kalian tahu bukan aku tak punya teman..."
Leimera menghembuskan nafasnya lesu, ia mengangguk membenarkan sebelah tangannya mengelus elus punggung Chen Xiao Shan miris " yang sabar ya..."
" iiihhhh.... bukannya dihibur..." dengusnya memalingkan wajahnya kesal namun sedetik kemudian ia mencerahkan wajahnya dengan senyuman manis khasnya.
" Xianxie... Lian Yi...aku juga merindukan kalian..." senangnya berlari memeluk keduanya.
Kyna menepuk nepuk keras punggung Chen Xiao Shan nafasnya tersengat, wajahnya memerah kehabisan nafas sangking kencangnya pelukan Xiao Shan.
" h...he..hei...a..aak..ku.."
" aihhh...maaf... hehehe..." Xiao Shan melepaskan pelukannya, ia tersenyum miris tak enak pada Kyna. Kyna merauk udara sekuat kuatnya seakan akan udara akan habis, wajahnya yang awalnya memerah berangsur angsur memudar.
" apa kau ingin membunuh ku hah!! " sengitnya mengelus elus dadanya.
" aku sudah bilang bukan... aku hanya merindukan kalian...oh iya... apa kabar kalian " tanyanya.
" yahh... lumayan baiklah..." balas Leimera mengibaskan rambut coklatnya.
" Heleh... sok aja " sinis Kyna pada Leimera, Leimera mengembungkan pipinya tak suka.
__ADS_1
" apaan seh..."
" apa ada sesuatu? " tanya Ryuxie spontan, Xiao Shan yang mengerti itu tersenyum lebar.
" tentu saja... sebentar lagi... emmm mungkin dua Minggu lagi akan ada festival tahunan, kalian tahu...akan ada banyak permainan yang menyenangkan dan pada malam harinya diadakan festival lampion teratai...dan... satu lagi tentu saja banyak pria tampan... hehehe..." cengirnya diakhir kalimat ia melirik Leimera tersenyum penuh rencana.
Leimera sang playgril tentu tahu maksud dari itu ia membalas senyuman yang sama sama " hahaha... permainan akan lebih seru bukan shan'er? "
" tentu saja..."
Kyna dan Ryuxie saling pandang penuh maksud, tentu mereka juga tahu maksud mereka berdua dan mereka mungkin...akan menambahkan sedikit bumbu .. hehehe
waktu semakin berlalu dan mereka berempat memutuskan untuk ke istana menemani Chen Xiao Shan hanya mengantarkan karena tidak mungkin mereka menginap, mereka akan menjalankan misinya malam nanti, dan itu akan sangat merepotkan.
kereta kekaisaran telah sampai pada gerbang istana, para pengawal berkumpul menyambut kedatangan putri kerajaan, mereka berempat keluar dari kereta satu persatu.
" huft... sakitnya pinggangku..." keluh Leimera memijit pinggangnya.
" kalian mampirlah dahulu... kalau bisa menginap saja..." seru Xiao Shan.
" tidak... ada sesuatu yang harus kami selesaikan... maaf ya... kapan kapan aja deh..." bantah Kyna dengan lembut.
Xiao Shan menekuk wajahnya muram " kami janji..." tak lama setelah mendengar keyakinan dari Ryuxie ia tersenyum cerah.
" baiklah... Sampai jumpa... kalian akan diantarkan pengawalku... hati hati ya..." ucapnya berjalan memasuki gerbang kekaisaran.
" huft... aku kira ia akan marah, ayo sudah semakin larut kita harus pergi dan buat rencana..." tukas Kyna tersenyum lega.
Ryuxie berjalan membelakangi mereka, ia harus melakukannya sekarang " maaf... bisakah kalian duluan dulu... ada yang harus agw selesain dulu... tepat tengah malam kalian beraksi dan gw akan menyusul kalian di depan hutan Hitam... gw akan kesana... sampai jumpa..." serunya ia berjalan menjauh tepat memasuki hutan kecil ia menghilang diantara bayang bayang.
Kyna memutar bola matanya malas " hah... oke deh.. yuk ahh gw pengen boker nih..." keluhnya memegang perutnya yang sedari tadi menahan buangan.
mereka berdua memasuki kereta dan menyuruh para pengawal untuk bergegas cepat.
Selain itu di tengah kegelapan hutan Ryuxie berdiri diatas pohon yang menjulang tinggi keatas, seekor elang datang hinggap dibahunya, Ryuxie mengambil sepucuk surat yang terselip rapat pada kaki burung elang tersebut.
" pergilah..." elang itu pergi sesuai perintah majikannya kembali ke tempat ia berada. Ryuxie perlahan membukanya dan membacanya sudut bibirnya terangkat menampilkan senyum sinis yang membawa kesan menyeramkan.
" kau kira... aku takut? jangan bercanda..." Ryuxie menyeringai hebat ,aura hitam menyeruak mengelilingi tubuhnya, matanya yang semula emas tiba tiba berubah menjadi merah bak darah, rambutnya yang semula perak menyeluruh namun tiba tiba perubahan itu membuat rambutnya merah sebagian kecil, seperti belang merah dan putih tidak hanya itu pakaiannya yang semula berwarna putih berangsur angsur berubah menjadi gaun yang sangat cantik dengan warna hitam yang di padukan warna merah yang begitu mencolok sekaligus misterius.
Perubahan tiba tiba dirinya begitu kontras saat malam, dirinya berdiri seperti malaikat pencabut nyawa yang gila akan darah sangat menyeramkan namun juga memukau. mata merahnya terus mengamati sekitar angin berhembus kencang menerbangkan setiap helai rambutnya dan menyibak gaun cantiknya yang membuat dirinya begitu makin menyeramkan.
Ryuxie sama sekali tak tahu perubahan yang terjadi pada dirinya, pikirannya seakan akan kosong seperti ada yang mengendalikan dirinya, tak lama ia terjatuh pingsan terjun jatuh dari atas pohon namun tak disangka bayangan hitam menyelimuti dirinya dan membawanya perlahan untuk menurunkannya diatas tanah.
tak berselang lama Ryuxie terbangun dan semua perubahan yang terjadi padanya hilang begitu saja seperti tak ada sama sekali yang berubah, dan Ryuxie tetap tak menyadari itu.
__ADS_1
tangan seindah gioknya terulur memijat pelipisnya pelan " ada apa ini? " herannya.
" sial... misi itu..." baru teringat akan itu, ia buru buru berdiri dengan sempoyongan tangannya membersihkan kotoran kotoran yang menempel pada hanfu belakangnya.
" Xiecie...kemarilah..." setelah mengucapkan itu tak lama seekor burung Phoenix datang dengan anggunnya. burung tersebut sedikit membungkukkan badannya sebagai bentuk hormat pada tuannya.
tak ingin membuang buang waktu lagi, ia menaiki Xiecie dan terbang bebas ketempat yang menjadi tujuannya, ia berdiri memandang pemandangan bawah yang lebih akan keramaian dan saat itu hanfunya berubah menjadi pakaian buatannya yang biasa ia gunakan saat identitas sebagai seorang mawar hitam atau seorang pembunuh bayaran.
Waktu terus berputar dan ia harus secepatnya menyelesaikan tugasnya. tepat didepan sana terlihat kawah gunung dan mungkin orang tak menyadari bahwa disana ada sebuah bangunan yang lumayan besar yang terbuat dari bebatuan yang akan mengecohkan bagi para pendatang. namun tidak dengan Ryuxie ia dapat melihatnya walau dari kejauhan sekalipun itu tidak akan dapat menipu seorang Ryuxie.
" hehehe ... mau bermain rupanya... Xiecie turunkan aku depan sana dan aku mau kau lepaskan api hitam milikmu pada bagian sana ..."
saat sudah mendekati targetnya ia melompat salto dari tubuh Xiecie membiarkan tubuhnya terjun bebas.
" SEKARANG...."
api hitam menyembur keluar dari tubuh Xiecie tepat pada arah yang dimaksud tak sampai situ, dengan jurus pisau angin anginnya Ryuxie memanfaatkan kesempatan ia membuat pisau sebesar besarnya dan menfokuskan nya untuk menyerang bangunan itu lalu mendarat pada sebuah batu besar.
WUUZZHHHH
pisau angin ia layangkan membuat bangunan tersebut terbelah dua sudar terlihat semua penghuni sana yang mati atau juga masih bertahan, sekelompok perampok datang membantu kawanannya dari arah belakang, Ryuxie tak sekalipun mengalihkan titik fokusnya ia mengerutkan dahinya saat dia menatap seorang pria yang bertanda pada leher nya seperti tato namun itu menyala, sekitar 370 orang datang membantu dengan senjata yang siap sudah dipegangnya dan semua anggota yang hadir atau bermunculan semuanya selalu ada tanda yang serupa, setelah diperhatikan beberapa kali Ryuxie membulatkan matanya tak percaya.
" ckck.... tanda tato itu bukanlah hal yang biasa..." decaknya.
Walaupun ini tugasnya hanya menghancurkan seluruh kamp perampok yang selalu meresahkan warga namun tetap saja mereka tak bersalah , seseorang sudah mempengaruhi mereka dengan teknik yang terlarang untuk memuaskan nafsunya. dan untuk tanda tato itu, itu sangat berbahaya, ia akan meledak sewaktu waktu bila si pengguna memintanya, bisa dibilang mereka hanyalah sebuah pion agar ia mendapat puncak yang dimintanya.
mata emasnya berangsur berubah menjadi merah dan tanpa disadarinya kemampuannya dalam melihat semakin tajam dan jelas bahkan lebih... seperti mata langit yang dapat melihat seluruhnya sekalipun itu tak dapat dijangkau oleh panca Indra.
" apa ini?..." Ryuxie memegangi sebelah matanya yang sakit, ia bingung namun rasa itu terkalahkan akan rasa niat membunuh pelaku sebenarnya. mata merahnya terus menyelidik dan tatapannya terhenti pada satu titik yang mencurigakan. Ia dengar gesit tiba tepat dihadapan sang pelaku, Ryuxie menyeringai kejam aura membunuhnya sudah menguat kuat. bibirnya terangkat menjadi senyuman mistis yang menyeramkan membuat pria tersebut yang sebagai pelaku memundurkan langkahnya dengan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya.
" aku menemukanmu.... bersiaplah tuk kuhabisi keparat..." desisnya membuang ludah kedepan tepat kearah orang itu berada.
" heh.... asphergylmfus brenszuea..."
benang hitam yang sangat mengkilat keluar dari celah jemari tangannya. dan dengan kecepatan andalannya ia berlari berputar mengelilingi dengan benang ditangannya sehingga mereka terpojok.
dan untuk selanjutnya silahkan baca dieps selanjutnya. terimakasih.....
*sebelumnya aku mau minta maaf dan untuk kedepannya aku bakal usahain buat update, awalnya Minggu lalu aku mau publish cerita yang udah jadi tapi karna aplikasinya kehapus sama Ade jadi semua cerita yang belum aku publish ilanag semua , padahay aku udah cape cape mikir sama ngetik ya... tapi mau gimana lagi, dan untuk kedepannya mungkin aku bakal update nya lama deh , karna ya aku emang lagi sibuk banget terus juga aku main hpnya dibatesin banget , gk boleh lama lama, untuk ngejar semuanya, apalagi mau kelulusan jadi aku bener bener harus fokus dulu sama nilai, apalagi buat UN dan sejenisnya hadeuhhh bikin kepala pusing....
jadi kepada para readers mohon maaf ya....dan doain aku ya... semoga aku ujiannya lancar sentosa, dan lulus dengan nilai yang memuaskan dan tentu biar bisa cepet update terusπππ aamiin...
aku gak tau sihh... menurut kalian cerita ini gimana? garing ya... pokoknya ini ceritanya masih panjang dan ini masih awal pengenalan tokoh dulu baru kalo udah tuntas, masalah yang sebenarnya bakal keluar siap dibasmi. jadi tolong boleh dong minta saran dan jangan lupa like and comment ya...karna itu salah saru penyemangat aku.....
__ADS_1
so.. see you next time πππ