Queen Of Darkness

Queen Of Darkness
penyerangan tiba-tiba


__ADS_3

Sudah siang hari selepas makan siang bersama, di istana kerajaan Chen tengah mengadakan perlombaan penahan, salah satu pesertanya ialah Xiao Shan dan Kyna yang memang handal bermain panahan, sedangkan Leimera jangan tanya ia memang bisa namun memilih bersama Xiao Feng maklum pasangan baru lahir.


Xiao Shan dan Kyna dengan baju khas mereka yang kembar mereka memilih milih panahan yang bagus untuk bertanding, selepas kemarin malam, Xiao Shan sudah tidak ingin sembunyi lagi, ia lebih baik menunjukkan dirinya dan menjadi dirinya seperti apa yang dikatakan teman temannya, yang telah berhasil membuatnya berubah.


Leimera di barisan penonton paling depan melambaikan tangannya " SEMANGAT CIWI CIWI KUHH AKU CINTA KALIAN...~muachh " teriaknya memberikan fly kiss. Kyna dan Xiao Shan tersenyum lebar dan memberikan jempol.


Xiao Feng disampingnya mencebik tak suka " Leimera... bagaimana dengan ku? apa kamu tidak cinta aku ? " lirihnya kesal.


Leimera memasang wajah konyolnya, sejak kapan pria itu menjadi cemburuan seperti ini.


" apa kamu cemburu ? aku tidak cinta kamu tapi aku saranghaeyo " serunya santai mencolek dagu mulus Xiao Feng.


" iya aku cemburu, apa itu sar saranghaeyo ? " tanyanya heran.


Leimera mengedikkan bahunya acuh " entah, sudahlah lebih baik kita menonton mereka, lihat sudah mau mulai " tunjuknya kedepan.


Xiao Feng mengangguk pasrah tak mau bertanya lebih lanjut, ia balik memperhatikan adiknya yang bermain panah dengan lihai itu, tak sia sia ia mengajarinya. memang selama beberapa tahun ini ia mengajari adiknya beladiri juga bermain senjata lainnya tanpa sepengetahuan ayah ataupun ibu mereka.


Ryuxie tiba di tempat arena panahan ia menelisik sekitarnya, memperhatikan setiap gerakan salah satu orang disana.


bibirnya membentuk senyuman miring, ia berjalanmenghampiri Leimera juga Xiao Feng.


" Xiao Feng ikut aku sebentar dan juga Leimera terserah kamu mau ikut atau tidak " pintanya saat sampai di depan mereka berdua tiba tiba, membuat keduanya terkejut.


Leimera mengelus elus dadanya kaget " set dah lu, ancang ancang kek kalo mau dateng " dengusnya.


Xiao Feng memandang Ryuxie heran " apa maksudnya? " tanyanya.


" ikut saja ini penting " jelas Ryuxie, matanya emasnya melihat satu sosok mencurigakan di ujung sana. Untung ia sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk berjaga jaga disini jadi ia tidak perlu terlalu khawatir.


Ryuxie menatap satu sosok dalam kegelapan ia mengangguk kan kepalanya, yang dibalas anggukan juga, itu adalah salah satu anak buahnya.


" baiklah, aku ikut dengan mu, ayo Lei.." ucap Xiao Feng menarik lembut tangan Leimera.


Leimera mengangguk ia bangkit dan berjalan mengikuti Ryuxie, hingga sampai di balik tembok yang tak ada seorang pun di sekitar.

__ADS_1


Ryuxie lagi lagi memandang sekelilingnya, merasa sudah aman ia berujar " Xiao Feng aku tak tau apa masalah keluarga mu, namun... aku sarankan bawa semua prajurit bayanganmu untuk menjaga setiap anggota kerajaan manapun itu, ini sangat genting "


Xiao Feng mengernyit heran " mengapa kamu bisa tau aku memiliki prajurit bayangan ? dan kenapa aku harus berjaga memangnya apa yang terjadi ? " tanyanya.


" kamu tak perlu tau, dan semua ini sangatlah penting tunggu saja apa akan yang terjadi, kamu akan tau... cepat sebentar lagi mereka bertindak " tegasnya berlalu pergi meninggalkan keduanya yang dilanda bingung.


" ada apa sebenarnya ? " ucap Xiao Feng frustasi mengacak acak rambutnya.


Leimera mengelus elus lengan Xiao Feng menenangkan " ikuti saja apa katanya, aku tau dia gak mungkin kayak gini kalau gak ada masalah yang serius " ucapnya tersenyum manis.


Xiao Feng balas tersenyum " baiklah aku ikuti " serunya.


" Jenha !! " teriaknya memanggil tak lama sosok yang dipanggil menampakkan dirinya.


Jenha menunduk hormat " saya tuan " ucapnya


" perintahkan sebagian prajurit untuk menjaga semua anggota kerjaan manapun itu, sebagian lagi menjaga sekitar, namun tetap di kegelapan jangan sampai ada yang menyadari keberadaan kalian, cepat laksanakan " perintahnya tegas.


Jenha mengangguk " baik tuan akan saya laksanakan..." setelah itu ia pergi menghilang.


Leimera diam diam mengulas senyum lebar, ia yakin pasti akan ada satu pertempuran. hahahaha jiwanya memberontak untuk bermain.


Tepat saat ia memikirkan itu, suara ledakan api terdengar, semua orang menjadi panik, di depan sana asap tebal menyelimuti saat asap itu hilang sudah berdiri banyak prajurit kerajaan Api yang siap menyerang, mereka semua menunduk memberi jalan pada satu sosok, yang melewati mereka.


" Hahahaha raja Chen aku pastikan kau mati saat ini " teriak sosok itu jubah merah nya sudah menjadi ciri khasnya , raja api yang selalu mengusik kerajaan lain, dan memberantas semua orang yang ia temui baik itu salah maupun tidak.


Ryuxie di ujung sana tersenyum miring " cihh sudah dimulai, mati kita lihat permainan mu " serunya bersemangat memainkan pedang barunya.


disisi lain Xiao Feng berkeringat dingin jadi ini yang dimaksud oleh Ryuxie, untung ia mengikuti kalau tidak ia tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Prajurit bayangan Xiao Feng menampakkan dirinya mereka sudah siap diposisi melindungi setiap anggota kerajaan, dan menyuruh semua orang untuk berlindung.


Raja Chen menatap tajam raja Api, ia memanggil semua prajuritnya berjaga " raja Chen aku tak pernah menyinggung mu kenapa kau menyerang kami ? " geram Raja Chen meledak ia tak terima kalau kerajaan nya akan menerima penyerangan tiba tiba seperti ini apalagi ia tak pernah sam sekali menyinggung raja Api.


sosok itu raja api menyeringai ia tertawa hebat " Hahahaha kenapa aku menyerang mu? itu karena aku mau " balasnya.


Kyna dan Xiao Shan berlari mendekati keluarganya, Kyna menghampiri Leimera yang tengah tersenyum tipis, beda lagi dengan Xiao Feng yang kalang kabut.

__ADS_1


" ckck sejak kapan dia berguru sama Madara ketawa nya aja mirip banget " decak Leimera, Kyna yang mendengar penuturan Leimera menempeleng kepala Leimera gemas.


" gimana sih lu, lagi genting gini malah bercanda liat nihh pacar Lo " gemasnya.


Leimera mengelus elus kepalanya " apaan sihh, emang bener kan kayak Madara, lagian emang kenapa sama Feng Feng " dengusnya menoleh pada pria disampingnya.


Leimera meringis, ia menggaruk pipi kanannya lalu tersenyum manis " hehehe Feng Feng jangan khawatir, kita pasti bisa menang " ucapnya menenangkan.


Xiao Feng menghembuskan nafasnya berat " bagaimana mungkin, aku hanya takut akan terjadi sesuatu dengan keluargaku dan juga kamu " serunya.


" elahh tenang aja, monyet Afrika kek dia mah kebal, ya gak? " ucap Kyna menaik turun kan alisnya menunjuk Leimera.


Leimera mengangguk, tersadar ia menarik rambut Kyna " enak aja gw yang cantik sekseh kayk Lisa blekping lu kira monyet Afrika elu tuh yang kayk kutu monyet " kesalnya tak terima.


Hebat disaat kacau gini masih bisa bercanda, Kyna balas mencubit pinggang Leimera sehingga tarikan dirambutnya terlepas.


" aduh aduh " ringis Leimera.


" heh emang gak sakit apa kalo berani sini lu maju " geram Kyna sambil mengelus elus kepalanya.


Leimera tanah terpancing melipat lengan hanfunya, ia maju hendak menyerang Kyna namun sudah dihentikan oleh Ryuxie yang tiba tiba datang ditengah mereka.


" diam. lihat suasana " dinginnya menatap keduanya tajam.


keduanya tersentak mereka tersenyum manis dan langsung berpelukan.


" maapin gw ya.."


" gw juga minta maap "


keduanya tersadar langsung melepas pelukan keduanya, dan menatap satu sama lain sinis.


" dasar mencari kesempatan " ucap keduanya lalu memalingkan wajahnya.


Balik ke penyerangan kerajaan Api, suasana sudah menjadi panas prajurit prajurit yang diperintahkan banyak yang gugur, Ryuxie menggertakkan giginya, begitupun Xiao Feng yang sudah memerah padam.

__ADS_1


.


__ADS_2