
Ryuxie tiduran di atas rerumputan halus dekat danau matanya tak pernah lepas dari bulan , melihat bulan mengingat kan nya pada sosok ibunya , ibunya telah meninggal pada saat gerhana bulan total tepat setelah ia dilahirkan , ia juga bingung mengapa warna rambutnya putih perak berbeda dengan yang lain , dan katanya karna ibunya meminum ramuan bunga bulan yang hanya hidup di puncak gunung es dan hidupnya hanya seratus tahun sekali lalu degenerasi untuk menyelamatkannya itu yang ia tahu, entah ia mau percaya atau tidak...ia tak tau apa itu benar.. kadang ia juga ragu.. karna tak ada satupun foto ataupun kenangan tentang itu semua.Ayah angkatnya yang merawat ia dari lahir tak pernah memberitahukan apapun tentang ibunya hanya memberitahukan sepintas ibu meninggalkannya.. ia bahkan tak tahu ibunya seperti apa apakah mirip dengannya atau bukan.. dan ayahnya ia tak tahu dimana ia dari kecil ia tak pernah melihatnya.
Tak sadar air mata menetes dari kedua pelupuk indah matanya, terus mengalir tak mau berhenti, ular itu yang mengerti bergerak menaiki tubuh Ryuxie yang sedang melamun , ia ( ular ) dengan ekornya menghapus air mata Ryuxie , Ryuxie yang merasakan pergerakan pada wajahnya tersentak ia kembali sadar dan menatap lembut ular itu
Ryuxie bangun menghapus air matanya " hehehe aku menangis ya..." Lirihnya dengan suara serak. Ia membawa ular itu di pangkuannya tangannya mengelus lembut kepala ular itu.
" Aku mau cerita , tapi dengerin ya, terserah mau ketawa atau nangis pokoknya jangan motong cerita loh..."
" Kamu lihat bulan itu kan? " Tany Ryuxie menunjuk bulan
" Bulan mengingatkan ku pada ibunda, ibunda tiada saat melahirkanku tepat saat gerhana bulan total,makannya setiap bulan purnama aku selalu keinget ibunda , aku pengen liat ibunda sekali secara nyata tapi takdir... Hiks..hiks... Huaaa aku nangis kamu jangan ikut nangis loh... Nanti banjir... Noh danau aja udah banjir..." Tangisnya sambil menyeka air matanya tangan terulur menunjuk danau
SRUUUTTTT
Membuang ingusnya dengan sehelai daun yang entah ia dapat dari mana, ia terkekeh menatap ular tersebut yang bingung memiringkan kepalanya
" Oh iya sini deh..." Ucapnya menepuk dahinya lupa, ular tersebut menghampiri Ryuxie sesuai perintahnya . Ryuxie dengan sigap mengangkatnya dan melihat ular tersebut dari atas sampai bawah
" Nah... Kamu laki laki kan? Karna kamu teman aku , aku namain kamu Snaky gimana? Lucukan...." Riangnya melupakan bahwa ia menangis tadi, tanpa menunggu persetujuan ia menggeleng cepat
" Tak ada penolakan.... "
Ryuxie bangkit dari duduknya ia menepuk nepuk pakaiannya yang sedikit kotor " oke Snaky aku sudah mengantuk mari tidur.... Let's go.." ucapnya berlari riang mendahului Snaky menuju Gua dimana teman temannya berada.
Lagi , ular itu berubah ke wujud aslinya , ia berdiri bersandar pada pohon cemara angin menerbangkan surai putih indahnya , matanya yang tajam mengkilat akan kelembutan ia menatap lembut Ryuxie yang berjalan dengan riang.
" Snaky ? Tidak buruk.." ucapnya ujung bibirnya terangkat membentuk senyuman yang penuh akan kelembutan, ia kembali berubah menjadi sosok ular , ia mengejar Ryuxie yang sudah jauh di depannya dengan gesit tak mau tertinggal.
Pagi hari yang cerah , matahari keluar memancarkan sinarnya, suasana begitu indah begitupun dengan suasana hati mereka bertiga terutama Kyna ia senang bukan kepalang karna akhirnya mereka akan pergi meninggalkan hutan ini dan tujuan mereka adalah pergi ke Desa Bui.
__ADS_1
Desa Bui letaknya di timur kerajaan Chen , desa Bui biasanya menjadi tempat para pedagang atau penjelajah negara lain sebagai tempat istirahat bisa dikatakan didesa bui tempat pusatnya perdagangan kerajaan Chen.
Ryuxie yang tengah asik santai makan buah di atas pohon dan juga pastinya ditemani Snaky kecilnya dikejutkan oleh sebuah suara melengking milik Leimera
" KYNA...... BUAH GW MANA ? GW LAPER NIH..." Teriaknya menggema memecahkan telinga, para burung berterbangan keluar dari tempatnya. Begitupun Ryuxie ia terjatuh dari atas pohon akibat teriakan Leimera .
Kyna dengan hati dongkol menghampiri Leimera " lu bisa gak sih gak usah teriak "
Leimera cengengesan watados ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " ya... Bisa sihh... Tapi gw laper "
Kyna menghembuskan nafas berat ia mengambil sesuatu di balik bajunya
" Nihh... Jangan rewel..." Ia menyodorkan beberapa apel yang di bungkus kain.
" Makacihh... Kyna .." ucapnya diimut imutkan , Kyna bergidik geli dan berlangsung pergi tapi langkahnya terhenti melihat Ryuxie berjalan kearah mereka dengan pakaian yang kotor .
Ryuxie berjalan menghampiri mereka dengan tangan yang satu tuk memegang bokongnya yang sakit ia berjalan dengan terpincang pincang, soal bajunya ia tadi terjatuh tepat di lumpur.
Kyna dengan sigap menghampirinya dan membantunya berjalan.
" Lu kenapa bisa begini.."
" Siapa yang teriak kyk nenek lampir, siapa yang jadi korban..." Sindirnya menatap sengit Leimera yang tengah menatapnya juga dengan wajah polosnya.
" Maksud lu, Karna teriakan kuntilanak "
Jelas Kyna menunjuk Leimera.
" Ya siapa lagi..."
__ADS_1
" Heh... Ketek onta.. minta maaf lu sama nih beruang " panggil Kyna pada Leimera.
Leimera yang dipanggil seperti itu berdecak kesal " apaan sih gw salah apa lagi..."
" heh... noh liat si beruang.. ini semua karna mulut kaleng lu.. minta maaf lu.." kesal Kyna mendorong Leimera mendekati Ryuxie.
Leimera tersenyum manis sangat manis
" Ryuxie yang cantiknya mengalahkan Lisa blekping maapin ya... cantik deh.."
Ucapnya mengeluarkan puppy eyes andalannya, Ryuxie bergidik geli ia berpaling kebelakang ingin mengobati kakinya dan membersihkan pakaiannya , untung ia tadi nemu baju jadi mayan bisa ganti.
" Heh... Ketek onta , liat nohh makannya kalo punya mulut saring dulu kek " ucap Kyna berkacak pinggang seperti emak emak kos. Leimera menyatukan kedua telapaknya tersenyum manis
" GK janji.... Oke Babay..." Ucapnya berlalu pergi.
" Heh lu mu kemana ? "
" Ke danau yuk nyari ikan...mayan bisa dijual.."
" GW IKUTT..."
Akhirnya mereka berdua pergi untuk mencari modal berjualan karna ya memang mereka membutuhkan uang apalagi ini di dunia yang berbeda , mereka harus punya persiapan .
Ryuxie berdecak kesal ia , menghentakkan kakinya yang sedang sakit ke tanah membuatnya meringis sakit " AAaahhhh.... Sialan..."
" Heh... Snaky ngedep sono lu gw pen ganti baju, lu ngeliat gw kulitin lu..." Tegasnya setelah itu ia membuka baju luarnya hingga dalamnya perlahan.
Ia berendam di dalam air danau , disini sungguh seger. Setelah cukup berendam ia kembali memakai pakaian yang ia temui tadi.
__ADS_1
" Yuk kita pergi.." ucapnya menggendong ular itu membawanya pergi menemui temannya di seberang danau sana agak jauh sihh.... Kalian gak akan ngeliat mereka kalo gk teliti.