
Setelah dari istana Ryuxie pamit dengan tema temannya untuk pergi dan tidak menginap dahulu di penginapan, tujuannya kali ini seperti biasanya hutan malam yang menjadi tempat tersembunyi para Mafianya, mafia Rose Blood yang ia pimpin, masih belum terkenal karena ia tak mau terburu-buru yang lebih penting baginya adalah, pelatihan kekuatan, dan pengetahuan lainnya.
Ryuxie berteleportasi menuju hutan malam. keadaan di tempat yang menjadi naungan para anggotanya terlihat sangat sepi mungkin yah lain tengah istirahat, bangunan yang dahulu kecil sekarang berubah menjadi bangunan besar nan megah yang mampu menampung 1000 orang.
Dalam hati kecilnya, Ryuxie tersenyum kecut organisasi yang ia bangun di zamannya dan sekarang dan ia yang menjadi pemimpinnya, jujur saja ia tak ingin berlaku kejam seperti kehidupannya ini, ia ingin menjadi gadis normal seperti yang lainnya, namun takdir berkata lain, dan ia cukup bersyukur bagaimanapun karena organisasinya ini ia dipertemukan kepada kedua orang yang amat ia sayangi.
Ryuxie menaiki satu pohon dan bersandar santai di dahannya, ia memejamkan matanya lelah dan tertidur pulas dengan posisinya saat ini.
Seperti biasanya, Sekelebat putih menghampiri Ryuxie dan terlihat jelas sesosok pria dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya, pria itu menatap lekat lekat wajah cantik Ryuxie saat tertidur terlihat damai sangat berbeda saat ia bangun yang hanya menampilkan satu ekspresi saja.
Pria itu dengan hati hati, membawa Ryuxie pada gendongannya dan membawanya pergi ke tempat ia tinggal.
Di sebuah istana nan megah yang hanya di dominasi warna perak dan putih sama seperti sosok pemiliknya, Pria itu Han Lie melewati setiap lorong istananya itu, setiap penghuni yang memiliki bermacam jenis menunduk hormat kepada sang pemimpin dari klan mereka, banyak pertanyaan yang melintas di benak mereka saat melihat pemimpinya membawa seorang gadis, yang bahkan dirinya tak pernah menyentuh seorang gadis pun.
Han Lie meletakkan sosok Ryuxie di ranjangnya setelah sampai di kamarnya, ia melepaskan topeng yang menutupi wajahnya dana meletakkan pada balas di samping ranjang, mata merahnya meneliti setiap inci wajah damai Ryuxie, bibirnya melengkung sempurna, ia membaringkan dirinya dengan pelan di samping Ryuxie dan merengkuh tubuh Ryuxie yang sangat pas di pelukannya.
Ryuxie sama sekali tidak terganggu ia bahkan tanpa sadar balas memeluk Han Lie dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Han Lie mencari kenyamanan.
Han Lie tertawa kecil, oh tidak gadis di pelukannya ini sangatlah imut ingin sekali ia memiliknya seutuhnya.
" aku tak sabar memilikimu my little girl " gumamnya setelahnya ikut tertidur menjelajahi alam mimpi.
Matahari menampakkan dirinya, cahaya hangatnya terpancar menyinari dunia, Ryuxie menyipitkan matanya, tangannya ia silangkan di kedua matanya guna menghalau cahaya matahari yang menelisik masuk melalui jendela kamar itu.
Tersadar sepenuhnya Ryuxie membelalakkan matanya tak percaya " dimana ini? " tepat pertanyaan nya jatuh, seorang pria dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya datang menjawab.
" tentu saja di istanaku baby..."
Ryuxie memperhatikan sekelilingnya juga pakaian lengkap, ia bernafas lega. Ia balik menatap pria itu yang tak lain Han Lie.
__ADS_1
" Han Lie ? benarkan ? sebenarnya siapa dirimu ? " tanya nya pasalnya pria ini mengerti bahas Inggris ia pasti dari dunia yang sama dengannya.
Han Lie mengangguk, senyum manis terbit di wajahnya walaupun tertutupi " benar sekali, rupanya kamu masih mengingatku, tapi belum saatnya kamu mengetahui siapa diriku baby, cepat atau lambat kamu akan tau yang sebenarnya di dunia ini... jadi bersabarlah my little girl " Jelasnya berlalu pergi saat langkahnya terjatuh sebuah pertanyaan terucap keluar dari Ryuxie membuatnya terhenti.
" hey!! setidaknya bawa aku keluar dari sini, aku yakin ini bukan tempat biasa yang akan di ketahui manusia bukan? "
Han Lie berbalik berjalan mendekati Ryuxie yang terduduk di ranjang " kamu ingin meninggalkan aku? aku susah payah loh membawamu kesini, menginaplah sehari tak masalah bukan? " serunya tak rela.
Ryuxie menatap tajam Han Lie, ia berdecak kesal " tak bisa, aku ada urusan. cepat bawa aku ke teman temanku " tolaknya bagaimanapun ia harus cepat cepat ke tempat temannya berada firasatnya berkata bahwa akan ada sesuatu yang besar yang datang yang pasti itu tidak baik.
Han Lie menghembuskan nafasnya pasrah, ia mengangguk mengiyakan " yasudah lah... lagipula kamu juga akan tinggal disini dalam waktu lama di masa depan..." lirihnya.
dahinya mengkerut tak mengerti, Ryuxie berujar " ada apa lagi ini? "
" belum saatnya..." seru Ryuxie lagi, ia sudah hapal mulai sekarang apapun itu pasti alasannya belum saatnya kamu tahu.. ckck sebenarnya ada apa ini, terlalu banyak rahasia di sini, dan semuanya berhubungan dengan dirinya.
Han Lie mengangguk " sepertinya baby ku ini sangat kesal " ucapnya memainkan rambut perak milik Ryuxie, tak ada penolakan dari Ryuxie, Ryuxie hanya pasrah tak berdaya.
Han Lie tersentak tangannya berganti memainkan pipi Ryuxie, terlihat jelas Ryuxie tak suka.
Ryuxie menatap tajam, tangannya menepis tangan besar Han Lie " kamu??.." geramnya mengelus ngelus kedua pipinya yang memerah karena ulah pria putih itu.
" kamu? kenapa baby... apa aku tampan ? " ucapnya percaya diri.
Ryuxie menatap malas, wajahnya dibuat datar sedatar datarnya, apa ia tak salah dengar?
" bodoh bagaimana aku bisa tau wajahmu bila kamu selalu saja memakai topeng itu " geramnya tak kuasa, apa spesies seperti Leimera sudah meraja lela?
" ahh iya betul juga, tapi tetap kau belum boleh tahu wajahku..." ucap Han Lie.
__ADS_1
" cepat bawa aku pergi atau..." ucap Ryuxie menggantungkan.
Han Lie menaikkan alisnya heran ia memiringkan kepalanya " atau ? " serunya
Ryuxie tersenyum tipis " atau... aku potong masa depan mu " geramnya.
Mata Han Lie melebar, ia buru buru menutupi aset berharganya, kepalanya menggeleng geleng tak rela
" baik baik, aku akan membawamu, yasudah cepatlah bersiap siap " ucapnya berlalu keluar kamar, menunggu Ryuxie di depan pintu kamar.
Ryuxie mengangguk, ia turun dari ranjang dan mengitari kamar yang sangat luas ini mencari kamar mandi.
selepas mandi ia mengganti hanfunya dengan hanfu putih pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya agar memudahkannya dalam segala hal, dana menguncir kuda rambut perak nya.
setelahnya ia keluar dari kamar, di depan pintu sudah ada Han Lie yang siap juga namun ada yang berbeda ia hanya memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya saja Yaang memperlihatkan hidung juga bibirnya yang err seksi, Han Lie menarik tangan Ryuxie mendekat, lalu merengkuh tubuh Ryuxie ia mengendus leher jenjang gadisnya itu dan mengecupnya, membuat Ryuxie tersentak Wajahnya sudah memerah malu.
" harummu tak berubah baby... aku suka " gumamnya kecil.
" apa yang kamu lakukan, cepat lepaskan lihat banyak yang melihat cepat ihh..." kesalnya mendorong dorong tubuh Han Lie.
Han Lie melepaskan pelukannya tak rela ia menatap sekitarnya emang banyak yang melihat mereka heran terlebih sang pemimpin mereka, ia mengacuhkan semuanya, matanya menangkap sosok Ryuxie yang memalingkan wajahnya yang memerah malu.
Han Lie menangkup wajah Ryuxie, namun langsung ditepis olehnya, Ryuxie menatapnya tajam.
" ayo aku buru buru " sentaknya berjalan mendahului.
Han lie menatap nanar tangannya yang ditepis " sabar ya tangan " setelahnya berlari mengejar Ryuxie saat sampai di sampingnya ia mengulurkan tangannya merangkul pinggang Ryuxie posesiv menatap tajam yang melihat Ryuxie secara terang terangan.
baru Ryuxie ingin membuka mulut, Han Lie meletakkan jarinya pada bibirnya.
__ADS_1
Han Lie menggeleng " tak menerima penolakan baby... ayok atau kita tidak jadi " serunya semakin merapatkan dirinya pada tubuh Ryuxie.
Ryuxie mendengus kesal membiarkan dirinya mengalah, ia hanya mengikuti saja, lagipula ia tak keberatan, dan semua ini membuatnya merasa nyaman, entahlah ia tak tau.