Quickie Marriage

Quickie Marriage
QM 10


__ADS_3

"Assalamu'alaikum bro" salam Bima tiba-tiba.


"Wa'alaikumsalam,  Wah


gak ketemu lo selama 1 bulan kok tambah dekil hahaha" cerocos Arka.


"Yang penting gue gak pakai


skincare macam Andi lah hahaha" balas Bima tidak kalah heboh.


"Haha Iya iya. Hobi banget


ghibahin Andi atau enggak Ray ni"


"Wahh Ini ya istri Lo"


Bima melihat sosok perempuan yang masih menunduk di samping Arka.  Jarak


perempuan tersebut dengan Arka tidak ada dan itu sangat membuat jiwa kejombloan


Bima meronta-ronta.


"Iya ni,  Dek kenalin


sahabat Mas namanya Bima" ucap Arka.  Farah yang awalnya menunduk


langsung mengangkat kepalanya.


"Farah Mas" ucap Farah


pelan.


Bima di buat tabjuk dengan sosok


istri sang sahabat.  Bukan hanya Tabjuk tetapi bersyukur juga karena Bima


merasa istri Arka adalah perempuan baik-baik.


"Wah pantes ngebet nikah Ya


Ka hehe" goda Bima.


Mereka memutuskan untuk duduk


disalah satu meja.


"Farah kok mau nikah sama


Arka?" tanya jail Bima.  Dia sudah tau sebab Arka dan Farah


menikah,  hanya saja dia penasaran dengan respon Farah.


"Karena Allah Mas"


balas Farah.  Jawaban yang sama sekali tidak terpikirkan oleh Bima sama


sekali.


Arka diam-diam tertawa melihat


bagaimana respon Bima atas jawaban sang istri.


"Wah wah,  Ini ya


bininya Arka. Kok bisa dapat beginian lo kutu kupret" Andi datang secara


tiba-tiba dan langsung heboh sendiri.


"Salam dulu kenapa Ndi"


tegur Bima.


"Eh lupa Pak Ustadz

__ADS_1


Assalamu'alaikum" ucap Andi salah tingkah.


"Wa'alaikumsalam"


"Siapa namanya dek? Duh kok


imut gini" cerocos Andi.


"Andi jangan gitu,


bini gue jadi takut kan.  Dia bukan bininya Kahfi yang udah biasa sama tingkah


gila Lo" tegur Arka karena sang istri tidak nyaman dengan sikap Andi.


"Eh sorry dek,  Gue


terlalu excited" balas Andi.


"Kenalin Bini gue, namanya


Farah" ucap Arka mewakilkan sang istri.


"Nama gue Andi dek,


umurnya berapa si Ka?  Kok imut gini" Andi masih penasaran dengan


umur istri sang sahabat.


"Kepo lo sama umur bini


gue,  yang penting dia udah boleh nikah secara hukum"


"Sensi amat Pak, Umur adek


berapa? " cibir Andi.


"Umur Farah 17 Mas"


jawab Farah sedikit takut.


umur dia masih 17. Arka pedofil ni hahahaha"


"Andi suara lo tu ya gak


bisa dikecilin,  noh liat banyak yang keganggu" tegur Bima.


"Kedewasaan itu bukan


berdasarkan umur Mas,  tetapi berdasarkan pola pikir kita sendiri"


balas Farah.


"Wahh adek bikin Abang gemes


ni" celetuk Andi lagi.


Arka yang tidak suka dengan


respon sang sahabat langsung menjitak kepalanya.  Dia terlalu kesal karena


Andi tidak henti-hentinya menggoda sang istri.


"Sakit Arka,  lo kalau


mukul kira-kira dong" ucap Andi sambil mengusap kepalanya.


"Kasihannya,  makanya


jangan jail jadi orang" Bima tertawa melihat kesakitan Andi.


"Wah wah hari apa ini,


Anjel" teriak Andi ketika melihat sosok yang tidak asing.  Anjel

__ADS_1


memang sering membeli minuman atau makanan di sini,  selain enak dia juga


secara tidak langsung membantu bisnis temannya sendiri.


Anjel yang namanya di panggil


segara mencari sumber suara tersebut.  Dia dapat melihat Bima,  Arka,


Andi dan satu perempuan yang begitu dekat dengan Arka.


"Sini bentar" ajak


Andi.


Anjel mendekati ke arah meja


mereka.


"Assalamu'alaikum"


salam Anjel sopan.


"Wa'alaikumsalam" balas


mereka secara serentak.  Atmosfir tiba-tiba saja berubah.


"Lo udah tau Arka udah


nikah?" tanya Andi polos.


"Udah kok,  kemaren


dikasih tau Fiyah kok pas gue main ke rumahnya" balas Anjel.


"Dek, ini teman Mas namanya


Anjel" Arka berinisiatif mengenalkan Anjel kepada Farah.


"Mantan dek mantan"


celetuk Andi tanpa rasa bersalah.


"Andi lo minta di timpuk


ya" oceh Bima kesal. Dia tidak suka apabila sikap Andi dapat menjadi titik


permasalahan dalam rumah tangga Arka.


"Jangan dengarin dek, Andi


memang agak aneh" ucap Anjel membantah ucapan Andi. Dia sama sekali tidak


bangga dengan gelar mantan,  malahan dia sangat jijik dengan masa lalu


yang sangat buruk tersebut.


"Iya mbak gak apa-apa. Nama


saya Farah mbak" Farah membalas senyum Anjel yang menurutnya cantik.


"Wah cantik banget ya"


ucap Anjel.


Mereka berbincang bersama-sama


tanpa rasa bersalah,  rasa beban atau apapun.  Mereka menganggap apa


yang terjadi adalah ketetapan Allah.


***


Jangan lupa baca Al-qur'an

__ADS_1


every time guys 💕


__ADS_2