Quickie Marriage

Quickie Marriage
QM 2


__ADS_3

Hehe Masih part awal,  akan banyak kejutan yang mengejutkan.


Happy reading guys


.


.


Peluh keringat membasahi


seluruh tubuh Arka,  dia merasa tidak seharusnya berada pada posisi


ini. Pertanyaan-pertanyaan bagai bom menerjangnya.  Dari segala macam


kata yang tersusun menjadi kalimat untuk memojokkan dirinya.


Arka dapat melihat


perempuan yang baru ditolongnya terlihat menangis akibat hinaan dari


beberapa orang.  Mereka berdua tidak dibiarkan sama sekali berbicara


untuk membela.


"Kamu bukan orang kampung sini,  apa kamu dari kota" pertanyaan itu membuat Arka otomatis menganggukkan kepalanya.


"Sungguh memalukan,  sekolah jauh-jauh tetapi membawa aib bencana untuk kampung kita ini"


Sorakan-sorakan dapat


terdengar begitu nyaring.  Apa yang salah disni?  Kenapa dengan


dirinya?  Apa salah menolong orang lain.  Jika salah maka Arka sangat


sangat menyesal.


Plakkk


"Kamu saya urus bukan


buat jadi kayak ibu kamu" Bibir Arka terasa kelu melihat seorang


perempuan paruh baya menampar orang yang menjadi sebab dirinya ada di


krumunan orang.


"Maaf Bu,  Farah tidak seperti yang Ibu pikirkan"


"Apa ha?  Saya menyesal


mengurus Kamu.  Seharusnya saya sadar buah tidak akan jatuh jauh dari


pohonnya. Saya tidak ada ikatannya dengan kamu mulai sekarang,  saya


bukan ibu kamu"


Perempuan itu menangis


histeris,  namanya Farahdina Zahra.  1 minggu yang lalu baru dinyatakan


lulus dari jenjang pendidikan Sekolah menengah Atas.


"Ibu saya minta maaf,


Kak Dara yang jebak Farah bu" Farah mencoba membela dirinya.  Namun dia


tidak sadar bahwa dia bukanlah anak kandung ibunya. Bagaimana sang ibu


bisa percaya bagaimana jahatnya anak kandungnya sendiri.


"Apa?? kamu gak punya malu dengan melibatkan anak saya.  Kamu itu cuma orang luar,  Jangan pernah merendahkan anak saya"


Farah diam membisu,  semua menjadi tuli.  Tidak ada yang percaya dengannya.


"Huuu " sorakan-sorakan menghujani mereka.  Bahkan ada orang yang melempar Arka dan Farah dengan batu krikil.


"Ayah percaya Farahkan"


Farah sedikit lega karena sang Ayah datang dengan raut wajah khawatir.


Sang Ayah masih memakai pakaian sawah dan membawa cangkul.


"Ayah,  Farah dan Mas


ini gak melakukan apapun.  Farah dijebak Yah.  Mohon percaya Farah Yah"


Farah Menangis memegang tangan Ayahnya. Dia tau walaupun laki-laki


didepannya ini bukan Ayah kandungnya tetapi dia tau bahwa sang Ayah


sangat menyayanginya.


"Kamu mengecewakan Saya.

__ADS_1


Seharusnya Saya tidak menyetujui kamu sekolah di Kota.  Seharusnya Saya


sadar kamu tidak akan jauh berbeda dari ibu kandungmu"


Sakit


Ya sakit


sekali.  Dada Farah serasa sesak mendengar ucapan Ayahnya.  Selama ini


Ayah tidak pernah membahas dia anak dari hasil hubungan terlarang.


Bahkan sang Ayah selalu membelanya,  tetapi sekarang Ayahnya bahkan


mengatakan hal yang sangat menyakitkan.


Anak haram?


Anak hasil hubungam haram?


Anak pembawa sial?


Kata-kata yang selalu dia dengan dari kecil.  kata-kata yang selalu menghantui bahkan sampai ke alam tidur.


"Yang dikatakan


perempuan ini benar,  saya tidak mengenal dia. Saya hanya berniat


menolong" Arka angkat bicara. Dia tidak mau ikut kedalam drama keluarga


yang sangat buruk menurutnya.


"Anak muda apa kamu kira kami ini bodoh,  menolong apanya?  Lihat tampilan kalian, apalagi kalian digudang dan hanya berdua"


Arka melihat tampilan dirinya yang memang berterlanjang dada setelah memberikan kemeja kepada perempuan pembawa sial itu.


"Kalian harus kami nikahkan sekarang juga"


Arka syok luar biasa.  Menikah memang keinginannya tahun ini tetapi bukan perempuan sial yang didepannya.


"Saya menolak,  apa hak bapak menyuruh saya menikah" tolak Arka mentah-mentah.


Plakkk


"Kamu tidak sopan


berbicara dengan yang lebih tua.  Apa orang tuamu tidak mengajarkan


bagaimana harus menghargai orang yang lebih tua"


di pipi Arka.  Dia sedikit merasakan sakit,  dia tidak salah kenapa


warga disini seakan akan ingin dia mengakui sesuatu yang tidak


dilakukannya.


"Jangan bawa orang tua


saya,  Sebelum menuduh seharunya anda anda semua harus mempunyai bukti


terlebih dahulu.  Saya bisa melaporkan kalian semua ke kantor polisi


dengan kasus pencemaran nama baik"


Arka tidak takut sama


sekali apabila dia di amuk masyarakat dikampung tersebut.  Dia tidak


akan pernah mengakui sesuatu yang tidak dilakukannya.  Ini bukan drama


alay yang sering bermunculan di televisi.


"Silakan jika memang kamu bisa, karena inilah peraturan di kampung kami anak muda. Kalian tetap harus menikah"


"Pakde yang dikatakan


mas ini benar.  Kami tidak saling kenal.  Dia hanya menolong saya.


Kalaupun dihukum hanya saya jangan dia karena ini salah saya" Farah


Angkat bicara.


Dia tau ini kesalahannya.


"Baiklah kalau itu kemauan kamu.  Sesuai peraturan kamu saya hukum cambuk"


Bibir Farah bergetar,


dengan fisik lemah apakah dia bisa melewatinya.  Tetapi ini akan lebih


mudah dengan tidak melibatkan orang lain.


"Nah gitu dong eh apa cambuk,  Anda gak bisa seenaknya mencambuk anak orang dong"

__ADS_1


Kesal ya Arka sangat kesal, kampung ini terlalu lebay menurutnya.


"Ini peraturan dikampung ini,  Anda jangan sok tau.  Anda hanya orang luar yang berbuat mesum disini"


"Tapi kan-"


"Anak muda kalau Anda


tidak mau menikah maka biarkan perempuan ini menanggung resikonya.  Jika


memang Anda tidak bersalah cukup pergi dari sini. Jangan kotori kampung


kami dengan tingkah kalian"


Arka terdiam.  Lebih


baik dia segera pergi agar dia terlalu jauh terlibat.  Awalnya dia


mengira bahwa datang kesini akan memberikannya ketenangan tetapi dia


lupa ya lupa sesungguhnya ketenangan itu berasal dari Allah.


Arka tau bagaimana pun


menjelaskan kepada penduduk kampung tersebut, mereka tidak akan


percaya.  Apalagi tampilan mereka sangat mengundang tanda tanya besar.


"Maafkan saya membuat


mas terlibat,  lebih baik segara pergi dari sini.  Terima kasih telah


menolong saya, semoga Allah membalasnya mas dengan dengan


kebaikan-kebaikan lebih mulia"


Suara ricuh penduduk


kampung kembali terdengar. Farah tau tidak akan ada yang percaya


dengannya apalagi dia mempunyai masa lalu yang kelam.  Namanya sudah


rusak dari dulu akibat kakak nya sendiri.  Dia selalu bertanya-tanya apa


salahnya?


Kalau pun dia bisa memilih,  dia pun tidak ingin lahir


dari cara yang salah.  Dia juga tidak mau menyusahkan Ayah dan ibunya


tetapi Allah berkehendak lain.  Meskipun dia sadar bahwa tidak ada anak


yang haram saat dilahirkan,  semua anak suci hanya saja cara dia hadir


yang salah.  Ini bukan kesalahannya,  ini salah kedua orang tuanya.


Bagaimana pun seharusnya


Farah ridho dengan ketetapan yang telah Allah berikan.  Dunia ini hanya


panggung sandiwara, dia harus melewatinya.  Kesedihan didunia ini bukan


selamanya, akan tiba masanya semua kesedihan itu hilang saat kematian


datang. Jika manusia ridho dengan apa yang Allah telah tetapkan maka


itulah kemulian yang paling tinggi.


Setiap manusia mempunyai


problem hidup yang berbeda-beda tetapi Allah tau bagaimana kemampuan


seorang hamba.  Farah tau itu,  selama 17 tahun dia mampu melewati


semuanya. Allah menguatkannya,  Allah bersamanya.  Dia tidak pernah


merasa sendiri karena ada Allah.


Arka segera pergi dari


kerumunan penduduk yang menuduhnya melakukan hal buruk.  Pikiran kacau,


dia tau bahwa perempuan itu tidak sekuat yang terlihat.  Tetapi dia


tidak ingin terlibat lebih jauh seakan hati dan otaknya berperang.


.


.


Jangan lupa mrmbaca Al-qur'an every time guys💕💕


 

__ADS_1


 


__ADS_2