
"Assalamu'alaikum" salam orang yang berdatangan di dalam ruang
rawat inap.
"Wa'alaikumsalam, Wow udah
datang aja lo" teriak Andi heboh ketika melihat sahabatnya.
"Jangan teriak lah,
Alfa jadi takut kan."
Ternyata yang datang adalah
Bima, Kahfi, Fiyah dan Alfa.
"Masya Allah, Alfaa
sayang Ayah." Arka langsung menghampiri Alfa yang tengah di gendong oleh
Bima.
"Ntar aja, Ayah Bima
masih mau gendong Alfa. Jadi antri dong, " tolak Bima yang mau
memberikan Alfa.
"Masya Allah, ini
Istri nya ya Ka? Wah cantik banget." Fiyah mendekat ke arah Farah
dan hal itu membuat Farah tersenyum canggung.
"Eh, Makasih banyak
mbak. Mbak juga cantik kok" balas Farah.
"Dek ni kenalin, Ini
namanya Fiyah dan itu suaminya namanya Kahfi. Oh sampai lupa sama si
kecil hehe Yang di gendongan Bima itu anaknya Fiyah sama Kahfi," ucap Arka
sambil menunjuk siapa yang dikenalkannya.
"Salam kenal mbak,
Nama saya Farah" balas Farah.
"Lun lun" celoteh Alfa.
Bima membiarkan Alfa untuk turun
karena sudah memberontak. Alfa langsung datang kepada Kahfi yang tengah
duduk bersama Andi karena ada beberapa hal yang ingin mereka bahas.
"Kenapa anak Daddy? "
tanya Kahfi dengan sayang.
"Tu au, Ya"
tunjuk Alfa pada plastik yang ada di meja. Kahfi membuka plastik tersebut
__ADS_1
dan melihat ada beberapa coklat.
"Ambil aja Fa kalau
mau, Itu Ayah Andi kok yang beli" sahut Andi.
"Tanya Umi dulu boleh
enggaknya ya sayang, Daddy gak mau nanti Alfa sakit" Seru Kahfi.
Sedangkan Farah dan Fiyah sudah
mulai dekat tanpa rasa canggung lagi. Mereka membahas tentang bagaimana
kehamilan Fiyah dulu. Farah berkali-kali kagum dengan sosok perempuan di
depannya ini.
Saat pertama kali Farah melihat
Kahfi, dia sedikit ngeri karena aura dingin begitu terpancar di
sana. Ternyata Dia salah karena Kahfi sangat sangat suamiable sekali.
"Mi Alfa boleh makan cokelat
gak? " tanya Kahfi yang masih menggendong anaknya.
"Jangan deh Dad, Tadi
di mobil juga udah makan ice cream dari cokelat" balas Fiyah.
"Alfa makan buah aja
ya, Ni ada apel" Kahfi menyodorkan buah bulat berwarna merah kepada
"No no no" bantah Alfa.
"Anak sholeh Daddy gak boleh
gitu. Ini enak lo" Kahfi masih membujuk Alfa agar tidak mau cokelat
lagi.
"Bini gue sama Alfa kok
samaan gitu" celetuk Arka sambil tertawa.
"Mas malu taukk" ucap
Farah cemberut.
"Mbak nikah umur berapa
sih?" tanya Farah kepo.
"Mereka nikah pas masih
sekolah dek" Andi langsung menjawab.
"Maksudnya gimana? "
Farah dibuat bingung.
"Hehe, Mbak nikah tu
__ADS_1
pas mau ujian kelulusan gitu. Ya ada beberapa alasan gitu. Alhamdulillah
pernikahan tidak membuat mbak ataupun mas Kahfi terhenti pendidikannya"
jelas Fiyah sambil tersenyum.
"Masya Allah, Salut
Farah sama mbak. Apa gak susah sambil kuliah ngurus anak mbak? "
"Alhamdulillah sejauh ini
enggak ya dek, mbak sama Mas Kahfi bekerja sama cukup bagus hehe.
Kalau mbaknya kuliah maka Mas Kahfi yang jaga dan begitupun sebaliknya.
Anak itu penyatu cinta dek, dan semua bakal bisa di lewati apabila kita
memikirkan anak," jawab Fiyah.
Kahfi dan Alfa masih saja heboh
karena Alfa ingin meminum susu.
"Mi susu Alfa mana? "
tanya Kahfi.
Alfa memang sudah berusia lebih
dari 2 tahun sehingga tidak minum ASI lagi. ASInya digantikan oleh susu
formula.
"Di mobil kali Dad,
sini Alfanya sama Umi"
Fiyah mengambil Alfa kemudia
memberikan gelas yang sudah berisi air putih.
"Coba hisap nak" Alfa
menghisap air putih tersebut dengan pipet.
Semua tertawa melihat tingkah
Alfa. Tidak hanya tawa, rasa takjubpun hadir di tengah-tengah mereka.
Sebuah perjalanan hidup memang
sangat berliku-liku, tetapi semua sudah Allah gariskan. Maka jalani
saja dengan ridho dan ikhlas agara ketenangan kita dapatkan.
Berumah tangga di usia muda
bukanlah sebuah aib, tetapi sebuah perjalanan yang sangat
membanggakan. Di luaran sana orang tertawa dengan laki-laki yang bukan
muhromnya, berpacaran sampai melewati batas apakah mereka bahagia?
Bahagia yang mereka rasakan hanya
__ADS_1
sesaat, tetapi kebahagian pernikahan bisa dirasakan sampai kelak di
akhirat asal pernikahan tersebut di niatkan karena Allah.