Quickie Marriage

Quickie Marriage
QM 28


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Farah harus mengalami mual dan pusing. Jika


di malam hari Arka yang mual maka dipagi hari Farah yang mengalami itu. Menurut


Bunda Ririn itu hal biasa pada 3 bulan kehamilan, apalagi kehamilan pertama.


Arka juga tidak menyangka dia ikut merasakan mual dan pusing saat malam hari.


“Masih mau mual?” tanya Arka khawatir. Farah semakin lama


semakin susah makan. Setiap kali mencium aroma makanan yang menurutnya tidak


enak maka dia akan langsung mual.


Farah mengangguk.


Huek huekk


“Kita ke rumah sakit aja ya.” Arka tidak sanggup lagi


melihat sang istri setiap pagi harus berulang kali mengeluarkan isi perutnya.


“Gimana Ka?” Papa Arfan tidak kalah khawatirnya.


“Masih mual Pa, Arka mau bawa adek ke rumah sakit.” Papa


Arfan menyetujui keinginan dari menantunya.


“Nggak apa-apa kok Mas, namanya juga hamil.”


Arka menggendong tubuh kurus sang istri untuk di bawa ke


tempat tidur. Dia setia mengelus perut sang istri berharap dapat mengurangi


rasa sakit.


“Ka Papa khawatir kalau tiap hari kayak gini terus, bawa ke


dokter aja.”


“Iya Pa, nanti kalau udah istirahat sebentar baru Arka bawa.”


Arka dan Papa Arfan membawa Farah ke rumah sakit untuk


melakukan pemeriksaan. Dokter mengatakan bahwa kondisi Farah sering dialami banyak


perempuan hamil.


“Masya Allah kantungnya ada 2 lo pak, ini bisa dilihat.”

__ADS_1


Dokter kandungan tersebut menunjukan 2 kantung pada layar USG.


“Ma-maksudnya Apa dok?”


“Alhamdulillah bayi bapak kembar.” Senyum Arka kian


mengembang mengetahui kejutan yang Allah berikan kepadanya. Dia berulang-ulang


kali mengucapkan syukur kepada Allah atas nikmat yang Allah berikan pada rumah


tangganya.


“Mas,” lirih Farah sambil menangis.


“Allah baik banget sama kita sayang,”balas Arka. Tanpa sadar


air matanya juga mengalir.


“Mas nangis?”


“Eh-“ Arka mengusap air matanya, dia merasa malu ketika Papa


Arfan dan dokter kandungan melihatnya. “Mas terlalu bahagia dek,” sambungnya


lagi.


dibanding hamil biasa. Pola makan juga di perhatikan ya Pak. Sebisa mungkin


bapak harus selalu memberikan support dan perhatian agar ibunya tidak terlalu stress.


Pagi ini dikasih bubur dulu biar perut ibunya nggak kosong, apalagi yang


ngambil apa yang kita makan itu dua orang ya jelas harus banyak-banyak makan.”


Dokter kandungan memberikan berbagai macam intruksi.


“Baik dok,” Arka mengangguk mengerti dengan apa yang


dijelaskan sang dokter.


Seorang suster mengantarkan makanan yang memang di sediakan


rumah sakit.


“Makan dulu ya Yang,” Arka menyodorkan satu suap bubur.


“Nggak mau mas, nanti muntah lagi,”tolak Farah. Dia menutup


mulut dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Ayo dong Yang, Anak kita nanti makan apa. Makan ya.” Arka


kembali membujuk sang istri.


Akhirnya Farah mau untuk menerima suapan yang diberikan oleh


Arka. Senyum Arka terbit karena suapan demi suapan mau untuk diterima.


“Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikumsalam.” Arka menatap bingung kedua orang tuanya


yang mendadak datang.


“Kamu ya Ka nggak ada kasih kabar sama Bunda atau Ayah kalau


Farah di rumah sakit.” Bunda Ririn menjewer kuping anaknya.


“Aduh Bun, ampunn.” Arka meminta tolong kepada Ayahnya agar


bisa menghindar dari sang bunda.


“Kalau ada apa-apa harusnya kamu kasih tau Ayah sama Bunda,


untuk Papa Arfan ngabarin tadi kalau enggak mungkin Ayah nggak akan tahu.” Arka


menyerah, dia juga tidak bisa berpikir waras saat melihat sang istri terkulai lemah.


“Baru 2 hari enggak ketemu kok Farah tambah kurus,” lirih


Bunda Ririn.


“Hehe sering mual Bun, setiap makanan yang masuk ke perut


pasti keluar lagi.”


“Sabar ya nak, itu ladang pahala untuk seorang perempuan. Jika


kita ridho maka Allah akan lapangkan dada kita untuk menghadapinya.” Farah


mengangguk paham. Dia juga pernah mendengar dalam sebuah kejian bahwa perempuan


itu sangat Allah istimewakan. Saat dia hamil sampai melahirkan, itu menjadi ladang


pahala ketika dia mampu bersabar dan ridho menjalani. Rasa sayang seorang ibu


sudah muncul sejak janin masih di dalam kandungan. Mereka akan memberikan


tempat ternyaman untuk calon anaknya.

__ADS_1


__ADS_2