
“Janji sama Papa kalau Farah tidak akan nangis dengan apapun
kondisi Papa.” Papa Arfan tidak akan membiarkan air mata anaknya keluar hanya
karena dirinya.
“Ta-“
“Kalau Farah nggak janji maka Papa tidak mau ke rumah
sakit.”
Farah tidak bisa untuk mengelak lagi, meskipun dirinya tidak
yakin akan menepati janji itu tetapi yang terpenting sang Papa mau untuk ke rumah
sakit.
“Iya Pa.”
Langit biru tidak dapat membuat kegelisaan Farah menghilang,
dia jelas sangat khawatir mengenai penyakit yang di derita sang ayah. Sesuai
jadwal yang sudah ditentukan, hari ini Farah menemani Papa Arfan untuk
melakukan pengobatan yang sudah lama tidak dilakukan. Farah menemani sang ayah
untuk melakukan berbagai macam pemerikasaan.
“Hampir 2 bulan bapak Arfan tidak melakukan cek-up dan
jarang mengkonsumsi obat. Apa keluhan selama 2 bulan ini pak?”
“Tubuh saya sering kelelahan, kadang juga perut saya sakit dan
juga Pembengkakkan pada tungkai dan kaki.” Papa Arfan memperlihatkan
pembengkakkan yang terjadi.
“Hasil diagnose sementara kami, Penyakit liver yang bapak
alami sedikit memburuk. Ada beberapa kerusakan yang mulai membesar. Bapak sebaiknya
tetap semangat untuk melakukan cek-up dan memakan obat. Insya Allah atas izin
Allah bapak bisa membaik.”
Farah mendengar apa yang dokter tersebut katakan. Penyakit liver
bukanlah penyakit biasa. Sirosis merupakan kondisi kronis
yang disebabkan oleh kerusakan jaringan hati dan penyumbatan aliran darah.
Penderita penyakit liver yang sudah mengalami sirosis dapat mengalami gejala
serius dan membutuhkan perawatan khusus dari dokter. Perawatan yang diberikan
berfokus pada meringankan gejala penyakit liver yang muncul. Penyakit ini bisa
disebebkan oleh beberapa hal salah satunya yaitu sering mengkonsumsi alkohol.Setelah selesai melakukan berbagai perawatan, Farah dan
Arfan segera menuju ke rumah. Farah tidak terlalu banyak bertanya kepada sang
Ayah. Dokter yang menangani sang ayah sudah menjelaskan berbagai makanan yang
tidak boleh dan makanan yang dianjurkan untuk dimakan. Penyakit sirosis apabila
dibiarkan maka akan menjadi penyakit gagal hati.
“Papa baik-baik aja kan?” tanya Farah khawatir.
“Alhamdulillah Papa sangat baik, ternyata apa yang Allah
larang sesungguhnya ada keburukan di dalamnya,” jelas Papa Arfan. “Maksud Papa
apa?” Farah mendadak tidak begitu paham arah pembicaraan mereka.
“Penyakit yang Papa derita sekarang itu disebabkan oleh gaya
hidup Papa dulu yang buruk. Meminum apa yang jelas haram hukumnya yaitu meminum
alkohol. Allah sayang banget sama Papa, sehingga Allah masih menyadarkan Papa
bahwa jalan hidup Papa dulu adalah salah termasuk merusak Ibu kamu nak. Semuanya
salah Papa, jika penyakit ini cara Allah mengampuni dosa Papa maka Papa sangat
senang.”
__ADS_1
Ribuan luka dan penyesalan dapat Farah lihat dari papanya.
“Ketika seseorang bertaubat dengan bersungguh-sungguh kepada
Allah mana mungkin Allah mengabaikannya Pa karena rahmat Allah lebih luas dari
murkanya.”
“Iya sayang, doakan agar Allah mengampuni dosa Papa ini.”
Papa Arfan tanpa sadar mengeluarkan air mata. Air mata penuh ketakutan kepada
Allah. Selama 10 kebelakang hidupnya hanya dia gunakan untuk bertaubat kepada
Allah bahkan untuk sekedar berumah tangga dia tidak menginginkannya. Ketakutan kepada
Allah melebihi apapun untuknya, tidak ada yang tahu ajal itu kapan akan
datangnya tetapi sudah hampir 5 tahun Arfan merasakan sakit pada tubuhnya.
“Insya Allah Pa,” balas Farah.
Orang yang melakukan dosa apapun apabila dia mau berubah maka kesempatan
Allah mengampuni dosanya terbuka lebar kecuali dosa menyekutukan Allah. Dari Anas r.a., ia berkata, saya mendengar
Rasulullah saw. bersabda, Allah Swt. berfirman,
“Wahai anak Adam, selama engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku
niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah kamu lakukan dan Aku tidak peduli.
Wahai anak Adam, jika dosamu sampai
setinggi langit lalu engkau minta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni.Wahai anak Adam, jika engkau datang
kepada-Ku dengan membawa kesalahan seluas bumi lalu engkau bertemu dengan-Ku
dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, niscaya Aku datang kepadamu
dengan ampunan seluas bumi pula.” (H.R. At-Tirmidzi)
Ada sebuah kisa tentang seorang laki-laki ahli maksiat yang
telah melakukan berbagai hampir semua tindak kriminal dan sudah membunuh 100
hidayah selalu terbuka kepada siapapun sepanjang ia mau mengambilnya sebelum
nyawa sampai di kerongkongannya. Tiba-tiba laki-laki tadi datang kepada seorang
alim, dan berkata "saya ingin berubah”. Ali mini kemudian menyampaikan “Anda
bukan berarti tidak bisa menjadi orang baik, hanya saja anda tidak tinggal
dilingkungan yang tidak mendukung anda untuk menjadi baik. Keluarlah dulu dari
lingkungan anda dan pergilah kemajelis ilmu si fulan, tempatnya ada disana. Datang
kesana, belajarlah dan Allah akan bombing anda untuk berubah dari keburukan
menjadi orang yang terbaik.”
Di dengarlah oleh laki-laki tadi nasehat orang alim itu dan
berangkatlah dia kemajelis ilmu tersebut, menempuh perjalanan. Tia-tiba, Masya
Allah. Belum sampai tujuan masih perjalanan lebih sejengkal tiba-tiba maut
datang menjemput. Lantas apa yang terjadi?
Langkahnya dinilai sebagai ibadah, dalam derap nya dia
beristigfar dan taubat kepada Allah. Taubatnya menghadirkan cinta Allah
(terdapat pada QS 2:222 diujung ayatnya) “Allah mencintai orang-orang taubat”
dan cinta Allah menghadirkan ampunan pada seluruh dosa-dosanya (QS 3:31). Ditengah
perjalanan au menjemputnya dan pahala diberikan kepada laki-laki tersebut dan
nabi mengatakan dia masuk ke dalam surga.
Tidak ada yang menjamin bahwa kita akan wafat sebagai ahli
ibadah atau ahli maksiat karena setiap waktu iman selalu naik turun. Maka setiap
waktu ingatlah tentang kematian sehingga berbuat maksiatpun merasa takut.
***
__ADS_1
“Gimana Papa tadi dek?” tanya Arka yang baru pulang dari
shalat isya di masjid.
“Nggak terlalu baik Mas, karena 2 bulan kebelakang Papa
nggak cek-up ditambah jarang minum obat ya kondisi Papa makin memburuk,” jelas
Farah.
“Banyak-banyak berdoa untuk kesembuhan Papa, sebisa mungkin
kita berikhtiar.” Farah menyetujui apa yang dikatakan sang suami.
“Duduk sini bentar, Abi mau bacain Al-qur’an di depan dedek
Mi.” Arka mengambil mushaf yang ada di meja khusus. Farah duduk disamping sang
suami sembari mengelus perutnya yang mulai membuncit.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an di lafakan oleh Arka dan Farah.
Mereka menikmati bagaimana tetap romantis dalam ketaatan kepada Allah.
Setelah selesai membaca hampir 1 juz Arka membantu sang
istri untuk melepas mukenan yang digunaknnya.
“Tadi Mas beli buah naga ditepi jalan mau pulang,” ucap Arka
sambil menyerahkan kantung plastik.
“Wah Mas tiap hari bawa makanan mulu pulang ntar toko
bangkrut lagi,” goda Farah sambil sedikit tertawa.
“Ya untuk istri apa salahnya dek. Rezeki itu udah Allah
gariskan untuk hambanya jadi kita sebagai hamba yang beriman dan bertakwa tidak
boleh risau perkara rezeki. Intinya berikhtiar dan meningkatkan ketakwaan
kepada Allah,” jelas Arka.
“Masya Allah, jadi makin cinta sama Mas.”
“Iya cintai Mas karena agama Mas kepada Allah ya.” Farah
mengangguk semangat dan dia pun mengatakan untuk sang suami membantu dia taat
kepada Allah dengan cara taat kepada suami kepada hal yang baik-baik.
“Adek mau kupas buah naga dulu ke dapur ya Mas, sekalin mau
kasih ke Papa.”
Selepas kepergian sang istri, Arka membuka leptop untuk
mengerjakan tugas akhirnya yang sudah 1 bulan tidak tersentuh. Berulang-ulang
kali Arka mengusap matanya yang ingin segera menddapatkan haknya. Dia tidak
heran jika sang istri belum kembali ke kamar, dia tahu bahwa Farah pasti
menemani sang Ayah untuk mendengar ceramah agama di salah satu channel televisi.
“Mas ini adek buatin jus buah naga sama cemilan.” Farah
masuk ke kamar sambil membawa 1 gelas jus dan beberapa makanan ringan.
“Jangan banyak gerak lo dek, ingat lagi hamil.”
“kalau nggak beraktivitas makin bahaya Mas, kata Bunda kalau
lagi hamil sebisa mungkin beraktivitas yang ringan-ringan.”
Arka meminum jus yang dibuat sang istri, tenggorokannya
terasa segar.
“Semangat belajar suami adek, muachh.” Arka geleng-geleng
kepada melihat kelakukan menggemaskan sang istri. Dia merabah pipinya yang
menjadi sasaran empuk bibir istrinya tersebut.
“Sering di cium bahkan lebih kok gue masih deg-degan gini
ya,” lirih pelan Arka sambil tersenyum seiring tubuh istrinya yang tidak terlihat lagi.
__ADS_1