Quickie Marriage

Quickie Marriage
QM 34


__ADS_3

“Janji sama Papa kalau Farah tidak akan nangis dengan apapun


kondisi Papa.” Papa Arfan tidak akan membiarkan air mata anaknya keluar hanya


karena dirinya.


“Ta-“


“Kalau Farah nggak janji maka Papa tidak mau ke rumah


sakit.”


Farah tidak bisa untuk mengelak lagi, meskipun dirinya tidak


yakin akan menepati janji itu tetapi yang terpenting sang Papa mau untuk ke rumah


sakit.


“Iya Pa.”


Langit biru tidak dapat membuat kegelisaan Farah menghilang,


dia jelas sangat khawatir mengenai penyakit yang di derita sang ayah. Sesuai


jadwal yang sudah ditentukan, hari ini Farah menemani Papa Arfan untuk


melakukan pengobatan yang sudah lama tidak dilakukan. Farah menemani sang ayah


untuk melakukan berbagai macam pemerikasaan.


“Hampir 2 bulan bapak Arfan tidak melakukan cek-up dan


jarang mengkonsumsi obat. Apa keluhan selama 2 bulan ini pak?”


“Tubuh saya sering kelelahan, kadang juga perut saya sakit dan


juga Pembengkakkan pada tungkai dan kaki.” Papa Arfan memperlihatkan


pembengkakkan yang terjadi.


“Hasil diagnose sementara kami, Penyakit liver yang bapak


alami sedikit memburuk. Ada beberapa kerusakan yang mulai membesar. Bapak sebaiknya


tetap semangat untuk melakukan cek-up dan memakan obat. Insya Allah atas izin


Allah bapak bisa membaik.”


Farah mendengar apa yang dokter tersebut katakan. Penyakit liver


bukanlah penyakit biasa. Sirosis merupakan kondisi kronis


yang disebabkan oleh kerusakan jaringan hati dan penyumbatan aliran darah.


Penderita penyakit liver yang sudah mengalami sirosis dapat mengalami gejala


serius dan membutuhkan perawatan khusus dari dokter. Perawatan yang diberikan


berfokus pada meringankan gejala penyakit liver yang muncul. Penyakit ini bisa


disebebkan oleh beberapa hal salah satunya yaitu sering mengkonsumsi alkohol.Setelah selesai melakukan berbagai perawatan, Farah dan


Arfan segera menuju ke rumah. Farah tidak terlalu banyak bertanya kepada sang


Ayah. Dokter yang menangani sang ayah sudah menjelaskan berbagai makanan yang


tidak boleh dan makanan yang dianjurkan untuk dimakan. Penyakit sirosis apabila


dibiarkan maka akan menjadi penyakit gagal hati.


“Papa baik-baik aja kan?” tanya Farah khawatir.


“Alhamdulillah Papa sangat baik, ternyata apa yang Allah


larang sesungguhnya ada keburukan di dalamnya,” jelas Papa Arfan. “Maksud Papa


apa?” Farah mendadak tidak begitu paham arah pembicaraan mereka.


“Penyakit yang Papa derita sekarang itu disebabkan oleh gaya


hidup Papa dulu yang buruk. Meminum apa yang jelas haram hukumnya yaitu meminum


alkohol. Allah sayang banget sama Papa, sehingga Allah masih menyadarkan Papa


bahwa jalan hidup Papa dulu adalah salah termasuk merusak Ibu kamu nak. Semuanya


salah Papa, jika penyakit ini cara Allah mengampuni dosa Papa maka Papa sangat


senang.”

__ADS_1


Ribuan luka dan penyesalan dapat Farah lihat dari papanya.


“Ketika seseorang bertaubat dengan bersungguh-sungguh kepada


Allah mana mungkin Allah mengabaikannya Pa karena rahmat Allah lebih luas dari


murkanya.”


“Iya sayang, doakan agar Allah mengampuni dosa Papa ini.”


Papa Arfan tanpa sadar mengeluarkan air mata. Air mata penuh ketakutan kepada


Allah. Selama 10 kebelakang hidupnya hanya dia gunakan untuk bertaubat kepada


Allah bahkan untuk sekedar berumah tangga dia tidak menginginkannya. Ketakutan kepada


Allah melebihi apapun untuknya, tidak ada yang tahu ajal itu kapan akan


datangnya tetapi sudah hampir 5 tahun Arfan merasakan sakit pada tubuhnya.


“Insya Allah Pa,” balas Farah.


Orang yang melakukan dosa apapun apabila dia mau berubah maka kesempatan


Allah mengampuni dosanya terbuka lebar kecuali dosa menyekutukan Allah.  Dari Anas r.a., ia berkata, saya mendengar


Rasulullah saw. bersabda, Allah Swt. berfirman,


“Wahai anak Adam, selama engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku


niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah kamu lakukan dan Aku tidak peduli.


Wahai anak Adam, jika dosamu sampai


setinggi langit lalu engkau minta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni.Wahai anak Adam, jika engkau datang


kepada-Ku dengan membawa kesalahan seluas bumi lalu engkau bertemu dengan-Ku


dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, niscaya Aku datang kepadamu


dengan ampunan seluas bumi pula.” (H.R. At-Tirmidzi)


Ada sebuah kisa tentang seorang laki-laki ahli maksiat yang


telah melakukan berbagai hampir semua tindak kriminal dan sudah membunuh 100


hidayah selalu terbuka kepada siapapun sepanjang ia mau mengambilnya sebelum


nyawa sampai di kerongkongannya. Tiba-tiba laki-laki tadi datang kepada seorang


alim, dan berkata "saya ingin berubah”. Ali mini kemudian menyampaikan “Anda


bukan berarti tidak bisa menjadi orang baik, hanya saja anda tidak tinggal


dilingkungan yang tidak mendukung anda untuk menjadi baik. Keluarlah dulu dari


lingkungan anda dan pergilah kemajelis ilmu si fulan, tempatnya ada disana. Datang


kesana, belajarlah dan Allah akan bombing anda untuk berubah dari keburukan


menjadi orang yang terbaik.”


Di dengarlah oleh laki-laki tadi nasehat orang alim itu dan


berangkatlah dia kemajelis ilmu tersebut, menempuh perjalanan. Tia-tiba, Masya


Allah. Belum sampai tujuan masih perjalanan lebih sejengkal tiba-tiba maut


datang menjemput. Lantas apa yang terjadi?


Langkahnya dinilai sebagai ibadah, dalam derap nya dia


beristigfar dan taubat kepada Allah. Taubatnya menghadirkan cinta Allah


(terdapat pada QS 2:222 diujung ayatnya) “Allah mencintai orang-orang taubat”


dan cinta Allah menghadirkan ampunan pada seluruh dosa-dosanya (QS 3:31). Ditengah


perjalanan au menjemputnya dan pahala diberikan kepada laki-laki tersebut dan


nabi mengatakan dia masuk ke dalam surga.


Tidak ada yang menjamin bahwa kita akan wafat sebagai ahli


ibadah atau ahli maksiat karena setiap waktu iman selalu naik turun. Maka setiap


waktu ingatlah tentang kematian sehingga berbuat maksiatpun merasa takut.


***

__ADS_1


“Gimana Papa tadi dek?” tanya Arka yang baru pulang dari


shalat isya di masjid.


“Nggak terlalu baik Mas, karena 2 bulan kebelakang Papa


nggak cek-up ditambah jarang minum obat ya kondisi Papa makin memburuk,” jelas


Farah.


“Banyak-banyak berdoa untuk kesembuhan Papa, sebisa mungkin


kita berikhtiar.” Farah menyetujui apa yang dikatakan sang suami.


“Duduk sini bentar, Abi mau bacain Al-qur’an di depan dedek


Mi.” Arka mengambil mushaf yang ada di meja khusus. Farah duduk disamping sang


suami sembari mengelus perutnya yang mulai membuncit.


Lantunan ayat suci Al-Qur’an di lafakan oleh Arka dan Farah.


Mereka menikmati bagaimana tetap romantis dalam ketaatan kepada Allah.


Setelah selesai membaca hampir 1 juz Arka membantu sang


istri untuk melepas mukenan yang digunaknnya.


“Tadi Mas beli buah naga ditepi jalan mau pulang,” ucap Arka


sambil menyerahkan kantung plastik.


“Wah Mas tiap hari bawa makanan mulu pulang ntar toko


bangkrut lagi,” goda Farah sambil sedikit tertawa.


“Ya untuk istri apa salahnya dek. Rezeki itu udah Allah


gariskan untuk hambanya jadi kita sebagai hamba yang beriman dan bertakwa tidak


boleh risau perkara rezeki. Intinya berikhtiar dan meningkatkan ketakwaan


kepada Allah,” jelas Arka.


“Masya Allah, jadi makin cinta sama Mas.”


“Iya cintai Mas karena agama Mas kepada Allah ya.” Farah


mengangguk semangat dan dia pun mengatakan untuk sang suami membantu dia taat


kepada Allah dengan cara taat kepada suami kepada hal yang baik-baik.


“Adek mau kupas buah naga dulu ke dapur ya Mas, sekalin mau


kasih ke Papa.”


Selepas kepergian sang istri, Arka membuka leptop untuk


mengerjakan tugas akhirnya yang sudah 1 bulan tidak tersentuh. Berulang-ulang


kali Arka mengusap matanya yang ingin segera menddapatkan haknya. Dia tidak


heran jika sang istri belum kembali ke kamar, dia tahu bahwa Farah pasti


menemani sang Ayah untuk mendengar ceramah agama di salah satu channel televisi.


“Mas ini adek buatin jus buah naga sama cemilan.” Farah


masuk ke kamar sambil membawa 1 gelas jus dan beberapa makanan ringan.


“Jangan banyak gerak lo dek, ingat lagi hamil.”


“kalau nggak beraktivitas makin bahaya Mas, kata Bunda kalau


lagi hamil sebisa mungkin beraktivitas yang ringan-ringan.”


Arka meminum jus yang dibuat sang istri, tenggorokannya


terasa segar.


“Semangat belajar suami adek, muachh.” Arka geleng-geleng


kepada melihat kelakukan menggemaskan sang istri. Dia merabah pipinya yang


menjadi sasaran empuk bibir istrinya tersebut.


“Sering di cium bahkan lebih kok gue masih deg-degan gini


ya,” lirih pelan Arka sambil tersenyum seiring tubuh istrinya yang tidak terlihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2