Quickie Marriage

Quickie Marriage
QM 9


__ADS_3

Bismillah


Happy reading


***


Setelah menunaikan ibadah shalat


Asar,  Arka dan Farah bersiap-siap untuk segera menuju ke tempat pertemuan


yang sudah dijanjikan.  Dengan bergaya ala anak muda kekinian,  Arka


memakai kaus polos berwarna abu-abu dengan paduan jins hitam sedangkan Farah


memakai gamis yang dibelikan bundanya beberapa hari yang lalu.


"Dek parfum Mas mana?"


tanya Arka yang tengah sibuk mencari parfum kesayangannya.


"Di atas meja kok Mas"


balas Farah.  Dia tengah memasukan berbagai macam keperluan di dalam tas


seperti tisu, air minum, serta dompet.


"Mana sih dek?  Gak ada


ni" keluh Arka lagi.  Otaknya sudah lelah berpikir dimana letak


parfum yang tiba-tiba menghilang jika dibutuhkan.


"Iya sabar dulu Mas,


ntar Adek carikan"


Arka selalu saja menanyai


barang-barangnya kepada Farah, bahkan beberapa hari yang lalu boxer berwarna


maroon pun yang keberadaan tidak temukan ditanyakan juga kepada Farah.


Farah sedikit kesal saat itu karena bentuk boxer maroon saja tidak pernah dia


melihatnya.


"Ni ada Mas" ucap Farah


sambil menyerahkan Parfum tersebut.  Arka hanya menampilkan senyum kepada


Farah.


Perbedaan mata laki-laki dan


perempuan sangat signifikan.  Menurut ilmu kesehatan mata laki-laki itu


hanya bisa fokus kedepan saja, jika pandangannya pada satu titik maka hanya di


situ saja tidak bisa melebar ke samping kiri kanan.  Namun pandangannya


bisa mencapai jarak yang jauh ke depan,  oleh sebab itu kenapa laki-laki


saat membawa mobil atau motor bisa menyalip dengan mudah karena pandangannya yang


bisa mejangkau jarak yang jauh,  beda dengan perempuan.


Pandangan perempuan jaraknya


dekat tetapi melebar,  dia bisa menjangkau pandangan ke samping kiri


ataupun kanan.


Ketika mencari barang padahal


tempatnya masih di atas meja hanya beda penempatannya saja laki-laki tidak bisa


menemukannya,  beda dengan perempuan yang sangat mudah menemukannya.


Dan ketikan berkendaraan


perempuan lebih histeris ketika suaminya menyalip motor lain ketika jarak


pandangnya tidak jauh.

__ADS_1


Makanya ketika ada barang yang tidak


ditemukan suami maka jangan marah apalagi berkata "Matamu dimana mas?


" itu bisa saja melukai hatinya secara tidak langsung.  Tetapi


katakan perkataan yang baik-baik.


Bisa dengan berkata "Memang


mata laki-laki hehe" dibarengi dengan canda tawa.


Jika saja mata perempuan dan


laki-laki sama maka mana unsur saling melengkapi.  Itulah perbedaan yang


Allah berikan kepada manusia.  Masya Allah...


"Tadi Mas cari kok gak ada


ya,  nemu dimana? "


"Di atas meja kok,


cuma dibelakang kalender Mas" balas Farah.


Setelah menyemprotkan diberbagai


sisi,  Arka meletakkan kembali ke atas meja.  Farah tidak menggunakam


Parfum sama sekali karena dalam islam perempuan dilarang untuk memakai wangi


wangian yang dapat mengundang syahwat.  Dia hanya memakai wangi wangian apabila


hanya bersama sang suami di rumah atau di kamar.


Perempuan itu sumbernya fitnah.


Fitnah disini bukan berarti fitnah dalam bahasa indonesia tetapi fitnah itu


cobaan. Ketika dia keluar rumah maka dia bisa menjadi ujian untuk yang bukan


muhromnya apabila berpenampilan mengundang syahwat,  bisa menjadi ujian


ujian bagi sang anak jika ilmu agama sang ibu tidak baik dan fitnah fitnah


lainnya.


"Dek kita naik motor


ya,  pakai celana di dalamnya kan? "


"Iya pakai kok,


terserah mas mau naik apa aja, adek ngikut kok.  Jalan kaki pun ayok


hehe"


"Adek udah pandai gombal


sekarang ya" Arka gemas sendiri dengan tingkah sang istri.


Arka dan Farah berpamitan kepada


bunda Ririn terlebih dahulu.


"Bun Arka sama Farah keluar


dulu,  mau pacaran" ucap Arka di ruang keluarga.


"Iya iya,  Ayah mana


lagi tega banget ninggalin bunda di rumah" keluh Bunda.


"Hahaha Bunda iri ya liat


anaknya pacaran" goda Arka.


"Haha enggak ya,  udah


sana keluar ntar keburu magrib lagi.  Pakek motor apa mobil Ka? "


"Motor Bun"

__ADS_1


"Arka ni ya,  Mantu


bunda tu pakai gamis ntar nyangkut di ban motornya gimana?  Akh pokoknya


gak boleh naik motor, apalagi kamu naik motor kayak kesurupan" oceh Bunda.


"Gak apa-apa kok Bun,  naik


motor lebih enak kok" Farah ikut menyuarakan pendapatnya.  Dia


berpikiran naik motor lebih enak karena bisa melihat-lihat kanan kiri


jalan.


"Tu mantu bunda aja gak


masalah naik motor,  Udah ya Bun cerewetnya nanti aja.  Arka pamit


dulu, Assalamu'alaikum"


"Hati hati bawa motornya,


awas aja ngebut tak jual motormu. Wa'alaikumsalam" ucap Bunda.


Arka dan Farah mencium tangan


sang Bunda secara bergantian.


Jarak rumah ke Cafe kepunyaan 5 sahabat itu adalah 30 menit.


"Ayuk masuk" ajak


Arka.  Dia sudah lama tidak mendatangi Cafe yang bernama "


KaBaR". Kabar sendiri diusulkan atas gabungan inisial nama mereka berlima.


"Kok ada foto Mas sih?


" tanya Farah bingung.


"Eh Iya Mas belum bilang ya.


Cafe ini bisnis sama sama gitu bareng sahabat Mas" jawab Arka.


Konsep Cafe yang mengusung tema


anak Muda dan juga islami digabungkan di dalamnya.


Bima da Kahfi yang mengusungkan Tema islami,  sedangkan Arka, Ray dan Andi


mengusungkan tema Anak muda.


"Wah Arka bawa siapa


lo?" ucap salah satu pegawai yang memang mengenal Arka.


"Oi Yo,  Ni sama bini


gue, Namanya Farah" jelas Arka mengenalkan istrinya.  Farah juga


setia mengapit lengan sang suami.


"Gillaaa lo,  kapan


nikahnya?  Kok gak ngundang gue.  Wahh parah parah. Satu spesies sama


Kahfi ni, nikah diam-diam"respon Aryo dengan hebohnya.


"Baru akad doang belum


resepsi. Insya Allah kalau Resepsi gue undang kok,  tenang aja.  Andi


sama Bima dimana ya?" tanya Arka mencari keberadaan sang sahabat.


"Oh Andi lagi survay tempat


sih kan mau buka cabang tapi bentar lagi balek kok.  Kalau Bima lagi


dilantai 2 ngurus surat izin" jawab Aryo.


Bisnis cafe yang mereka buat


memang berkembang pesat,  oleh karena itu mereka berniat membuka cabang

__ADS_1


baru.


__ADS_2