
"Kebiasaan buruk terkadang jangan di manja, tetapi dipaksa untuk melawannya"
.
Suasana rumah yang
mendadak ramai membuat Farah mengurungkan niatnya untuk keluar kamar.
Setelah subuh, dia memang sudah berada di dapur untuk membantu dalam hal
memasak. Meskipun ditolak mentah-mentah oleh Bunda mertuanya dengan
alasan Farah harus beristirahat.
Farah yang sudah biasa
setelah subuh memasak tidak gentar dengan tolakan tersebut, malahan dia
membujuk sang bunda agar mengizinkannya untuk membantu perihal dapur.
Ketika satu-persatu orang datang ke rumah membuat Farah sedikit merasa
tidak enak hati, dia berpamitan kepada sang Bunda untuk masuk ke kamar
setelah berhasil memasak 2 macam masakan. Oleh karena itu sekarang dia
sedang mondar-mandir tidak jelas di dalam kamar.
Berbeda dengan Arka yang
masih setia berada dibalik selimut tebal. Dia memutuskan untuk tidur
kembali setelah menunaikan ibadah shalat subuh di masjid. Baru dua hari
Farah tinggal dengan Arka, dia sudah mengetahui kebiasaan buruk sang
suami. Bagaimanapun tidur setelah shalat subuh banyak memilki mudharat.
Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah
"Di antara hal yang
makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga
matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah
(waktu meraih kebaikan yang banyak." (Madarijus Salikin, 1: 369)
Dari 'Urwah bin Zubair, beliau mengatakan,
كان الزبير ينهى بنيه عن التصبح ( وهو النّوم في الصّباح )
"Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi."
Urwah mengatakan,
إني لأسمع أن الرجل يتصبح فأزهد فيه
"Sungguh jika aku
mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa
tidak suka dengan dirinya". (HR. Ibnu Abi Syaibah 5: 222 no. 25442
dengan sanad yang shahih).
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu 'anhum adalah setelah melaksanakan shalat subuh, mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga mendoakan waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." (HR. Abu Daud no. 2606, Ibnu Majah no. 2236 dan Tirmidzi no. 1212. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Berdasarkan hal di atas, sebagian ulama salaf tidak menyukai tidur setelah shalat subuh.
Kesimpulannya, yang
paling afdhol adalah menggunakan waktu pagi untuk aktivitas yang
bermanfaat untuk dunia ataupun untuk urusan akhirat
"Om Alkaaaaa" pintu
kamar yang terkunci tidak bisa membuat bocah 5 tahun yang bernama Hafiz
itu untuk masuk. Dia berusaha menggedor-gedor pintu secara brutal.
Ketika Arka berada di rumah maka jangan harap hidupnya akan tenang
karena sang ponakan tidak akan membiarkan itu. Hafiz pernah
mencoret-coret pintu kamar karena Arka tidak mau membukakan pintu, atau
Hafiz yang menangis meraung-raung membuat Arka mendadak jantungan karena
suara yang sangat dasyat.
__ADS_1
Cklek
Farah segera membuka
pintu sebelum Hafiz berteriak lebih kencang. Sebelum itu, rambutnya
sudah tertutup dengan sebuah hijab sederhana.
"Huaa ante siapa?" tanya
Hafiz bingung. Dia kembali melihat kesekeliling memastikan bahwa kamar
tersebut adalah kamar Om Arkanya.
"An-ante-
"Huaaa Mami ada ante ante di kamar Om Alkaaa" sebelum mendengarkan jawaban dari Farah, Hafiz lebih dulu berlari meninggalkannya.
"Hafiz ya dek?" tanya Arka yang baru saja terbangun karena suara sang keponakan.
"I-iya Mas, dia kayak
ketakutan gitu liat adek. Duh gimana dong Mas?" balas Farah dengan wajah
sedikit kecewa. Dia merasa Hafiz tidak menyukai dirinya, apalagi
setelah melihat dirinya Hafiz langsung kabur.
Arka mengangguk mengerti
apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ambil pusing dengan tingkah
Hafiz yang terkadang susah diprediksi. Hafiz sangat susah berkomunikasi
dengan orang yang belum dikenalnya, bahkan Hafiz tidak tanggung-tanggung
mengatakan siapa saja yang berusaha mendekatinya sebagai pencuri.
"Masss" rengak Farah. Dia bingung dengan situasi yang tejadi tetapi sang suami bersikap anteng dan tidak terganggu.
"Udah jangan ambil
pusing, Hafiz emang gitu nanti balik lagi kesini" ucap Arka. Dia segera
beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kebiasaan buruk arka
selanjutnya yaitu susah untuk mandi pada pagi hari kalau tidak ada
urusan untuk keluar.
Arka mandi ataupun tidak mandi terlihat sama saja. Dia bisa menutupi dirinya yang tidak mandi dengan berbagai cara.
"Malas dek, mandi gak mandi Mas juga tetap harum kok" balas Arka sedikit sombong.
"Iya harum karena mas ganti baju, coba aja gak ganti baju udah bau iler tu" lirih Farah pelan.
"Adek mas dengar ya, Mas kalau tidur gak ileran" bantah Arka di dalam kamar mandi.
Ternyata suara Farah masih terdengar, padahal volumenya tidak terlalu keras.
"Antee Apis minta maaf ya, Kata Mami ante sama om Alka itu kayak Mami sama Papi" celetuk Hafiz dengan gaya polosnya.
"Hehe Iya Sayang, umur Hafiz berapa?" tanya Farah seraya mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Hafiz.
"Lima tahun dong" Farah
tertawa dengan jawaban Hafiz. Hafiz mengatakan umurnya lima tahun tetapi
jari tangannya berdiri sebanyak 4 buah.
"Bohong tu Nte, masih 3 tahun" celetuk Arka yang baru keluar dari kamar mandi.
"Om Alka akal ya, nanti bilang Papi bial tembak" ucap Hafiz membangga-banggakan pekerjaan sang Ayah yaitu sebagai polisi.
"Sak karep mu bocah" balas Arka.
"Mas jangan gitu sama anak kecil gak baik" tegur Farah.
"Om Alka gak mandi pasti, bauuuukkk"
Arka tidak habis pikir
dengan ingatan sang ponaan. Setiap bertemu di pagi hari pasti
mengejeknya karena tidak mandi pagi bahkan Arka masih ingat bagaimana
bocah ajaib itu mengatakan kepada teman-temannya yang datang ke rumah.
Bayangkan bagaimana malunya seorang Arka dengan sejuta pesona tetapi
tidak mandi pagi jika tidak ada keperluan untuk keluar pada pagi
tersebut.
"Bocah jangan sok tau ya" Arka mencubit gemas pipi tembam Hafiz.
Hafiz memalingkan wajahnya pada Arka "Sakit Om, cubit telus nanti gantengnya Apis hilang" protesnya.
__ADS_1
"Ganteng kelewatan iya" ejek Arka.
"Mas ni udah gede masih aja lawan lawanan sama Hafis. Hafis ke kamar Om Arka ngapain?" tanya Farah lembut.
"Eh iya, Apis jadi lupa
kan ke sini mau ngapain, Ante sama Om tunggu sini Apis mau nanya Nenek
dulu tadi disuruh ngapain" secepat kilat Hafiz meninggalkan kamar Arka.
"Aneh tu bocah, sama banget kek bapaknya"
"Mas ni ya, keponakan
sendiri dibilang aneh. Adek suruh mandi lo Mas, kok gak mandi?" tanya
Farah Seolah bisa mengatahui Arka mandi atau tidak.
"Malas dek, Airnya masih dingin" balas Arka. Dia menyisir rambutnya secara acak-acakan membawa kesan keren bagi yang melihatnya.
"Kalau dingin bilang toh
Mas biar Adek siapin air hangat untuk mandi" kesal Farah. Dia juga
terlalu bodoh untuk tidak mengetahui alasan sang suami tidak mandi.
"Uda-"
"Anteee nenek suruh
dandan yang cantik untuk dikenalin sama Nenek kecil, nenek besar, Paman,
telus bang Falhan telus" potong Hafiz dengan nafas yang masih
ngos-ngosan.
"Sayang jangan
cepat-cepat ngomongnya, pelan-pelan oke" Farah memberikan intruksi agar
sang ponaan bisa menjelaskan dengan lebih rilex.
"Pokoknya Ante di suruh
dadan yang canti, tapikan Ante udah cantik. Apis mau main sama bg Falhan
dulu ya, Dada" Hafiz berlari lagi untuk pergi ke tempat yang tidak
diketahui Farah dan Arka.
"Mas mau kemana?" tanya Farah melihat sang suami yang ingin keluar kamar.
"Mau makan, laper dek" jawab Arka.
"Eh iya, Ayo Adek temanin"
Arka dan Farah beranjak
kearah dapur. Sebenarnya keluarga besar sudah sarapan pagi, hanya saja
Arka tidak ikut karena lebih mementingkan untuk tidur.
"Mas mau sambal apa?"
tanya Farah sambil menuangkan nasi ke piring. Dia sudah paham bagaimana
seharusnya seorang istri dalam melayani suami meskipun dia masih begitu
mudah.
"Ikan aja dek" balas Arka.
Sesuai dengan keinginan sang suami, Farah mengambilkan ikan dan juga beberapa sayuran.
"Adek gak makan?" Arka bingung karena sang istri hanya duduk manis di sampingnya.
"Adek gak biasa sarapan pagi mas, palingan ntar siang Adek baru makan" jawab Farah.
Arka akhirnya paham
kenapa tubuh sang istri kurus, ternyata jadwal makannya Cuma 2 kali
sehari. Dia tidak terlalu memaksakan sang istri untuk bercerita kenapa
tidak biasa sarapan pagi.
"Kalau hidup sama Mas harus sarapan pagi, Ini" Arka memberikan beberapa roti untuk dimakan sang istri.
Mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.
***
Jangan lupa baca Al-qur'an every time guys 💕💕
__ADS_1