Quickie Marriage

Quickie Marriage
QM 7


__ADS_3

"Kebiasaan buruk terkadang jangan di manja,  tetapi dipaksa untuk melawannya"


.


Suasana rumah yang


mendadak ramai membuat Farah mengurungkan niatnya untuk keluar kamar.


Setelah subuh, dia memang sudah berada di dapur untuk membantu dalam hal


memasak. Meskipun ditolak mentah-mentah oleh Bunda mertuanya dengan


alasan Farah harus beristirahat.


Farah yang sudah biasa


setelah subuh memasak tidak gentar dengan tolakan tersebut, malahan dia


membujuk sang bunda agar mengizinkannya untuk membantu perihal dapur.


Ketika satu-persatu orang datang ke rumah membuat Farah sedikit merasa


tidak enak hati, dia berpamitan kepada sang Bunda untuk masuk ke kamar


setelah berhasil memasak 2 macam masakan. Oleh karena itu sekarang dia


sedang mondar-mandir tidak jelas di dalam kamar.


Berbeda dengan Arka yang


masih setia berada dibalik selimut tebal. Dia memutuskan untuk tidur


kembali setelah menunaikan ibadah shalat subuh di masjid. Baru dua hari


Farah tinggal dengan Arka, dia sudah mengetahui kebiasaan buruk sang


suami. Bagaimanapun tidur setelah shalat subuh banyak memilki mudharat.


Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah


"Di antara hal yang


makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga


matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah


(waktu meraih kebaikan yang banyak." (Madarijus Salikin, 1: 369)


Dari 'Urwah bin Zubair, beliau mengatakan,


كان الزبير ينهى بنيه عن التصبح ( وهو النّوم في الصّباح )


"Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi."


Urwah mengatakan,


إني لأسمع أن الرجل يتصبح فأزهد فيه


"Sungguh jika aku


mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa


tidak suka dengan dirinya". (HR. Ibnu Abi Syaibah 5: 222 no. 25442


dengan sanad yang shahih).


Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu 'anhum adalah setelah melaksanakan shalat subuh, mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga mendoakan waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan.


اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا


"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." (HR. Abu Daud no. 2606, Ibnu Majah no. 2236 dan Tirmidzi no. 1212. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Berdasarkan hal di atas, sebagian ulama salaf tidak menyukai tidur setelah shalat subuh.


Kesimpulannya, yang


paling afdhol adalah menggunakan waktu pagi untuk aktivitas yang


bermanfaat untuk dunia ataupun untuk urusan akhirat


"Om Alkaaaaa" pintu


kamar yang terkunci tidak bisa membuat bocah 5 tahun yang bernama Hafiz


itu untuk masuk. Dia berusaha menggedor-gedor pintu secara brutal.


Ketika Arka berada di rumah maka jangan harap hidupnya akan tenang


karena sang ponakan tidak akan membiarkan itu. Hafiz pernah


mencoret-coret pintu kamar karena Arka tidak mau membukakan pintu, atau


Hafiz yang menangis meraung-raung membuat Arka mendadak jantungan karena


suara yang sangat dasyat.

__ADS_1


Cklek


Farah segera membuka


pintu sebelum Hafiz berteriak lebih kencang. Sebelum itu, rambutnya


sudah tertutup dengan sebuah hijab sederhana.


"Huaa ante siapa?" tanya


Hafiz bingung. Dia kembali melihat kesekeliling memastikan bahwa kamar


tersebut adalah kamar Om Arkanya.


"An-ante-


"Huaaa Mami ada ante ante di kamar Om Alkaaa" sebelum mendengarkan jawaban dari Farah, Hafiz lebih dulu berlari meninggalkannya.


"Hafiz ya dek?" tanya Arka yang baru saja terbangun karena suara sang keponakan.


"I-iya Mas, dia kayak


ketakutan gitu liat adek. Duh gimana dong Mas?" balas Farah dengan wajah


sedikit kecewa. Dia merasa Hafiz tidak menyukai dirinya, apalagi


setelah melihat dirinya Hafiz langsung kabur.


Arka mengangguk mengerti


apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ambil pusing dengan tingkah


Hafiz yang terkadang susah diprediksi. Hafiz sangat susah berkomunikasi


dengan orang yang belum dikenalnya, bahkan Hafiz tidak tanggung-tanggung


mengatakan siapa saja yang berusaha mendekatinya sebagai pencuri.


"Masss" rengak Farah. Dia bingung dengan situasi yang tejadi tetapi sang suami bersikap anteng dan tidak terganggu.


"Udah jangan ambil


pusing, Hafiz emang gitu nanti balik lagi kesini" ucap Arka. Dia segera


beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kebiasaan buruk arka


selanjutnya yaitu susah untuk mandi pada pagi hari kalau tidak ada


urusan untuk keluar.


Arka mandi ataupun tidak mandi terlihat sama saja. Dia bisa menutupi dirinya yang tidak mandi dengan berbagai cara.


"Malas dek, mandi gak mandi Mas juga tetap harum kok" balas Arka sedikit sombong.


"Iya harum karena mas ganti baju, coba aja gak ganti baju udah bau iler tu" lirih Farah pelan.


"Adek mas dengar ya, Mas kalau tidur gak ileran" bantah Arka di dalam kamar mandi.


Ternyata suara Farah masih terdengar, padahal volumenya tidak terlalu keras.


"Antee Apis minta maaf ya, Kata Mami ante sama om Alka itu kayak Mami sama Papi" celetuk Hafiz dengan gaya polosnya.


"Hehe Iya Sayang, umur Hafiz berapa?" tanya Farah seraya mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Hafiz.


"Lima tahun dong" Farah


tertawa dengan jawaban Hafiz. Hafiz mengatakan umurnya lima tahun tetapi


jari tangannya berdiri sebanyak 4 buah.


"Bohong tu Nte, masih 3 tahun" celetuk Arka yang baru keluar dari kamar mandi.


"Om Alka akal ya, nanti bilang Papi bial tembak" ucap Hafiz membangga-banggakan pekerjaan sang Ayah yaitu sebagai polisi.


"Sak karep mu bocah" balas Arka.


"Mas jangan gitu sama anak kecil gak baik" tegur Farah.


"Om Alka gak mandi pasti, bauuuukkk"


Arka tidak habis pikir


dengan ingatan sang ponaan. Setiap bertemu di pagi hari pasti


mengejeknya karena tidak mandi pagi bahkan Arka masih ingat bagaimana


bocah ajaib itu mengatakan kepada teman-temannya yang datang ke rumah.


Bayangkan bagaimana malunya seorang Arka dengan sejuta pesona tetapi


tidak mandi pagi jika tidak ada keperluan untuk keluar pada pagi


tersebut.


"Bocah jangan sok tau ya" Arka mencubit gemas pipi tembam Hafiz.


Hafiz memalingkan wajahnya pada Arka "Sakit Om, cubit telus nanti gantengnya Apis hilang" protesnya.

__ADS_1


"Ganteng kelewatan iya" ejek Arka.


"Mas ni udah gede masih aja lawan lawanan sama Hafis. Hafis ke kamar Om Arka ngapain?" tanya Farah lembut.


"Eh iya, Apis jadi lupa


kan ke sini mau ngapain, Ante sama Om tunggu sini Apis mau nanya Nenek


dulu tadi disuruh ngapain" secepat kilat Hafiz meninggalkan kamar Arka.


"Aneh tu bocah, sama banget kek bapaknya"


"Mas ni ya, keponakan


sendiri dibilang aneh. Adek suruh mandi lo Mas, kok gak mandi?" tanya


Farah Seolah bisa mengatahui Arka mandi atau tidak.


"Malas dek, Airnya masih dingin" balas Arka. Dia menyisir rambutnya secara acak-acakan membawa kesan keren bagi yang melihatnya.


"Kalau dingin bilang toh


Mas biar Adek siapin air hangat untuk mandi" kesal Farah. Dia juga


terlalu bodoh untuk tidak mengetahui alasan sang suami tidak mandi.


"Uda-"


"Anteee nenek suruh


dandan yang cantik untuk dikenalin sama Nenek kecil, nenek besar, Paman,


telus bang Falhan telus" potong Hafiz dengan nafas yang masih


ngos-ngosan.


"Sayang jangan


cepat-cepat ngomongnya, pelan-pelan oke" Farah memberikan intruksi agar


sang ponaan bisa menjelaskan dengan lebih rilex.


"Pokoknya Ante di suruh


dadan yang canti, tapikan Ante udah cantik. Apis mau main sama bg Falhan


dulu ya, Dada" Hafiz berlari lagi untuk pergi ke tempat yang tidak


diketahui Farah dan Arka.


"Mas mau kemana?" tanya Farah melihat sang suami yang ingin keluar kamar.


"Mau makan, laper dek" jawab Arka.


"Eh iya, Ayo Adek temanin"


Arka dan Farah beranjak


kearah dapur. Sebenarnya keluarga besar sudah sarapan pagi, hanya saja


Arka tidak ikut karena lebih mementingkan untuk tidur.


"Mas mau sambal apa?"


tanya Farah sambil menuangkan nasi ke piring. Dia sudah paham bagaimana


seharusnya seorang istri dalam melayani suami meskipun dia masih begitu


mudah.


"Ikan aja dek" balas Arka.


Sesuai dengan keinginan sang suami, Farah mengambilkan ikan dan juga beberapa sayuran.


"Adek gak makan?" Arka bingung karena sang istri hanya duduk manis di sampingnya.


"Adek gak biasa sarapan pagi mas, palingan ntar siang Adek baru makan" jawab Farah.


Arka akhirnya paham


kenapa tubuh sang istri kurus, ternyata jadwal makannya Cuma 2 kali


sehari. Dia tidak terlalu memaksakan sang istri untuk bercerita kenapa


tidak biasa sarapan pagi.


"Kalau hidup sama Mas harus sarapan pagi, Ini" Arka memberikan beberapa roti untuk dimakan sang istri.


Mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.


***


Jangan lupa baca Al-qur'an every time guys 💕💕


 


 

__ADS_1


__ADS_2