Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Benih-benih Cinta


__ADS_3

Mama Marta yang sudah duduk di kursi makan bersama dengan Risa dan juga Nana, menatap pada Anton yang baru keluar dari dalam kamar miliknya dan berjalan mendekati meja makan dengan wajah murungnya.


"Di mana Papa? Kenapa tidak ikut?" tanya mama Marta pada sang putra.


"Papa merasa kurang enak badan, Ma. Dan, dia ingin makan malam di kamar," jawab Anton penuh kebohongan, karena sebenernya Papa Martin tidak ingin bertemu dengan Risa, wanita yang belum lama dinikahi sang putra.


Tentu saja mama Marta sangat tahu, jika yang di ucapkan putranya adalah kebohongan, karena suaminya sangat menentang pernikahan sang putra dengan Risa.


Anton yang sudah duduk tepat disamping mana Berta, langsung menoleh kearah sang mama, saat satu tangannya di genggam olehnya.


"Semangat," ucap mama Marta sambil tersenyum, dan Anton pun langsung menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh pada Risa dan juga Nana.


"Yuk, kita mulai makan malamnya," ajak Anton.


Dan makan malam pun berjalan seperti semestinya, meskipun tanpa ada Papa Martin, yang pernah beberapa kali Risa lihat, saat dia mengunjungi kantor Anton, tempatnya selama ini bekerja.


Setelah kepulangan Anton, Risa dan juga Nana, mama Marta langsung menuju kamarnya untuk menemui sang suami, yang dia yakini, pasti tadi sempat beradu argumen dengan sang putra, karena tidak setuju dengan pernikahan Anton.


"Jangan suruh aku menerima wanita itu menjadi menantuku," ucap Papa Martin, saat mendapati mama Marta berjalan menghampirinya yang masih duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya, tahu apa yang akan istrinya katakan.


"Kenapa Papa sangat egois seperti ini, lihatlah putra kita, dia sangat bahagia dengan pernikahannya, Pa,"

__ADS_1


"Omong kosong,"


"Pa, ayolah, restui Anton dan juga Risa, agar mereka selalu bahagia,"


"Tidak, sampai kapan pun, papa tidak akan pernah merestui hubungan mereka, karena yang Anton lakukan ini adalah sebuah kesalahan, kamu paham!"


"Dimana letak kesalahannya, Pa?"


"Jangan bertanya, kamu sudah tahu dimana letak kesalahannya,"


"Pa tapi..."


***


Sementara itu, meskipun tidak mendapat restu karena menikahi Risa dari sang papa, tidak jadi penghalang bagi Anton untuk membuktikan cintanya pada sang istri.


Dan usahanya selama ini untuk merebut hari Risa membuahkan hasil, karena diusia pernikahannya yang sudah memasuki bulan keenam, Risa memperbolehkannya untuk tidur diatas kasur yang sama, dan akhir-akhir ini Risa juga sudah mulai membuka hatinya.


Anton tidak berniat untuk memudarkan senyumannya, saat sudah berada diatas tempat tidur yang sama dengan sang istri, dan dia yang masih duduk di atas kasur sambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur, tidak ingin terlepas menatap sang istri yang juga sedang duduk diatas tempat tidur tepat di sampingnya.


"Apa kamu tidak mengantuk, Ris?" tanya Anton memulai percakapan.

__ADS_1


Yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Risa, karena harus berada di tempat tidur yang sama dengan pria, meskipun Anton adalah suaminya.


"Terima kasih, karena akhirnya kamu mengijinkan aku berada disini,"


Risa menanggapi apa yang Anton katakan dengan anggukkan kepala. "Maaf,"


Ucapan Risa barusan membuat Anton langsung menautkan keningnya. "Maaf, untuk apa?" tanya Anton penasaran.


"Karena selama ini, aku tidak menjadi istri yang baik untukmu," Risa baru menyadari kesalahannya tersebut.


"Heh, apa yang kamu katakan," sambung Anton yang kini meraih salah satu tangan Risa dan menggenggamnya dengan erat tanpa ada penolakan dari pemilik tangan. "Aku tahu apa yang kamu rasakan selama ini, dengan menikah denganku, kerena tidak ada sedikit pun perasaan yang kamu miliki untukku, terlebih lagi, kamu juga masih trauma dengan pernikahan kamu yang sebelumnya,"


"Maafkan, aku," ucapan yang keluar dari bibir Risa, membuat Anton langsung memeluk bahu Risa, dan kembali tidak mendapat penolakan darinya.


"Jangan ucapkan kata itu lagi, sekarang kita mulai dari awal, untuk membina rumah tangga kita,"


Risa hanya menganggukkan kepalanya, karena dia sudah memutuskan untuk menjalin ikatan pernikahan dengan Anton, dengan benih-benih cinta yang mulai tumbuh untuk sang suami yang memiliki cinta amat besar untuknya.


"Kita tidur, ini sudah larut," ajak Anton yang langsung merebahkan tubuhnya sambil memeluk Risa, dan Risa pun balas memeluk Anton.


Bersambung...........................

__ADS_1


__ADS_2