
Bukannya menjawab pertanyaan yang Risa tanyakan, Anton yang duduk diatas kasur tepat dihadapan sang istri, kini meraih kedua tangan Risa, lalu menggenggamnya dengan sangat erat.
"Maaf," ucapan yang keluar dari bibir Anton. Tentu saja membuat Risa langsung menautkan kedua alisnya, bingung dengan kata maaf yang sang suami katakan, karena memiliki banyak arti.
"Mas, ada apa sebenarnya?"
"Ris, aku..." Anton tidak jadi meneruskan ucapannya, karena lidahnya terasa kaku, ketika ingin memberi tahu kebenaran yang selama ini di simpan rapat, takut jika wanita yang ada dihadapannya, dan wanita yang dicintainya akan kecewa dan meninggalkannya.
Anton memejamkan matanya, sambil berpikir, haruskan dia mengatakan sejujurnya siapa Leta, atau masih menyimpan kebenaran tersebut dengan sangat rapat.
"Ya Tuhan, bantu aku, aku mencintai kedua istiku," batin Anton yang kini membuka kedua bola matanya, yang langsung tertuju pada Risa, yang juga sedang menatapnya, seolah ingin bertanya apa yang sedang terjadi pada sang suami.
"Mas, Mas Anton baik-baik saja kan?"
Anton hanya menjawab pertanyaan sang istri dengan senyuman, dan semakin erat mengggang kedua tangan sang istri. "Sayang,"
"Iya, Mas,"
"Ada yang ingin aku katakan padamu," ujar Anton yang sudah memutuskan untuk mengatakan siapa Leta, karena cepat atau lambat, Risa akan mengetahui semuanya.
"Katakan saja Mas,"
"Kamu boleh marah padaku, setelah aku mengatakan semuanya padamu. Tapi ingatlah, aku sangat mencintai kamu,"
"Mas ada apa?" tanya Risa yang sedikit panik dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.
__ADS_1
"Kamu istriku,"
"Iya, aku tahu,"
"Leta juga..." Anton tidak meneruskan ucapkannya.
"Mas, Leta juga apa?" tanya Risa sambil menatap sang suami yang kini memeluknya, tentu saja membuat Risa bingung, apa lagi sekarang Anton tiba-tiba terisak. "Mas kenapa?"
"Maafkan aku sayang, aku salah. Harusnya aku jujur padamu dari awal," ucap Anton sambil menyeka air mata yang baru saja jatuh dan membasahi kedua pipinya.
Ucapan Anton membuat Risa benar-benar tidak mengerti dengan ucapan sang suami, membuatnya kini langsung melepas pelukan Anton.
"Mas, sebenarnya ada apa sih?"
"Iya ada apa dengan Leta?"
"Dia juga istriku, istri yang sudah aku nikahi lebih dari delapan tahun,"
Bagai petir di siang bolong, yang mengagetkan semua makhluk hidup yang ada di bumi, itu lah yang saat ini sedang Risa rasakan. Keterkejutannya membuat jantungnya berhenti sejenak, sambil mencerna kembali kata-kata yang baru saja sang suami katakan, dan bayangan sang suami yang tadi, mengangkat tubuh Leta dan mendudukkanya di atas kasur, dan setelahnya mengelus rambutnya, kini memenuhi otak Risa, karena yang Anton lakukan dilalukannya dengan penuh kasih sayang di mata Risa. Bukan hanya itu yang sedang memenuhi pikiran Risa, ketika mengingat lagi, setiap bulan sang suami selalu pergi ke luar negeri, dan Risa yakin, sang suami pergi bukan untuk urusan pekarjaan, tapi menemui Leta yang baru saja di sebut istri yang sudah dinikahi sang suami selama kurang lebih depalan tahun.
"Sayang, maafkan aku," ucap Anton sambil meraih tangan Risa dan ingin menggenggamnya. Tapi dengan segera Risa menepis tangannya, dan menatap pada sang suami, setelah detak jantungnya berfungsi kembali.
"Jadi aku hanya madumu?" pertanyaan dari bibir Risa tanpa ekspresi apa pun.
"Kamu istriku, sayang,"
__ADS_1
"Ya, aku istrimu. Istri yang kau inginkan hanya untuk mengandung anakmu, saat istrimu yang lain, tidak bisa memberikan keturunan untukmu, iya aku paham," ucap Risa sambil menahan amarah di dalam tubuhnya, yang kapan saja bisa meledak, karena di dalam pikirannya, hanya itu yang dia pikirkan.
"Sayang, kenapa kamu berpikir seperti itu, aku mencintaimu,"
"Aku tidak butuh cintamu," sambung Risa yang kini turun dari atas kasur.
Tentu saja Anton juga mengikuti Risa, dan ingin meraih tangannya, tapi kembali, tangannya di tampik oleh Risa.
"Jangan sentuh aku!"
"Sayang, maafkan aku untuk semuanya, tapi aku punya alasan sendiri, kenapa selama ini menutup semua rahasia ini,"
"Aku tahu alasannya, karena kamu hanya ingin bayi yang sedang aku kandung bukan? Katakan saja!"
"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu,"
"Katakan saja, jika iya, aku tidak akan mempermasalahkannya,"
Tentu saja ucapan Risa membuat Anton langsung menautkan kedua alisnya.
"Sayang apa yang kamu katakan?"
"Aku akan memberikan anak yang sedang aku kandung pada kalian, dengan syarat, semua harta yang kamu miliki menjadi milikku," ucap Risa dengan entengnya, bukan karena dirinya wanita mata duitan, tapi dia tidak ingin, sang suami hanya menginginkan bayi yang sedang di kandungannya, seperti pikirannya.
Bersambung.................
__ADS_1