
"Sayang, apa yang kamu katakan ini?" tanya Anton setelah mendengar apa yang baru saja Risa katakan.
"Aku ingin bercerai!" tegas Risa, dan kini beranjak dari tidurnya, dan duduk diatas ranjang dimana dirinya berada, dan menatap pada Anton, setelah tadi enggan untuk menatapnya.
Air mata yang tadi mengalir deras sebelum dia jatuh tidak sadarkan diri, kini tidak nampak lagi, meskipun hatinya masih terasa sakit.
"Sayang, aku tidak mau," Anton yang ingin meraih tangan Risa, dengan segera disingkirkan oleh pemilik tangan. "Sayang, sampai kapan pun aku tidak mau mengikuti keinginan kamu ini, karena aku sangat mencintaimu,"
"Masa bodoh, tapi aku ingin bercerai denganmu, dan aku yang akan mengurusnya. Mengerti! Sekarang pergi dari hadapanku!"
"Say..."
"Pergi, aku bilang!" teriak Risa dengan kencang dan teriakannya memenuhi ruangan dimana dirinya berada.
"Aku..."
"Aku bilang pergi! Aku tidak ingin melihat kamu!" bentak Risa memotong perkataan Anton.
Membuat Anton kini menoleh pada Leta yang berada tidak jauh darinya. Dan Lata pun langsung menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan sang suami untuk keluar dari ruangan tersebut.
Anton pun segera keluar dari ruangan tersebut tanpa mengatakan sepatah kata pun, dengan kesedihan yang mendalam, itulah yang Leta lihat.
__ADS_1
"Kamu juga keluar!" perintah Risa, ketika Leta mendorong kursi roda yang didudukinya mendekat kearah dimana Risa berada, tanpa menghiraukan perintahnya.
Karena ini bagi Leta untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi pada madunya tersebut.
"Jangan katakan hal itu pada Anton, karena dia sangat mencintai kamu, dan dalam hal ini bukan Anton yang harusnya kamu salahkan, tapi aku,"
"Aku tidak ingin bicara dengan siapa pun, termasuk kamu. Jadi keluarlah dari sini!"
"Aku tidak akan keluar sebelum aku menceritakan semuanya padamu, terserah kamu mau mendengarkannya atau tidak,"
"Aku mohon pergilah, aku tahu kalian hanya menginginkan anak yang sedang aku kandung. Tapi sampai kapan pun, aku tidak ingin memberikan anakku pada kalian," ucap Risa, setelah tadi mengatakan akan memberikan anak yang sedang di kandungannya, dengan seluruh harta Anton, tapi tidak untuk sekarang.
"Pendek sekali pikiran kamu, dengan mengatakan hal itu. Aku pikir wanita yang Anton cintai adalah wanita cerdas, tapi nyatanya tidak. Buktinya dia menganggap jika dia hanyalah ibu pengganti," ejekan yang kini keluar dari bibir Leta, karena dia yakin, untuk saat ini, Risa sedang tidak bisa diajak bicara baik-baik, dan dengan bicara seperti barusan akan membuat Risa mencerna semuanya yang di katakannya.
Tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh Leta, Risa langsung menautkan kedua alisnya. "Kenapa kamu bicara seperti itu?"
"Kamu sendiri yang mengatakan, jika kamu ibu pengganti bukan? Asal kamu tahu, Aku menginjinkan dan menyuruh Anton menikahimu, karena aku tahu dia sangat mencintaimu, karena aku yakin, kamu adalah wanita yang cerdas, tapi nyatanya hanya menganggap dirinya wanita pengganti, sungguh kasihan Anton mencintai kamu," ujar Leta yang kini mendorong kursi roda untuk lebih dekat pada Risa. "Ris, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Anton dan juga Aku memang salah dalam hal ini, tapi..."
"Salah itu tidak ada kata tapi, kalian memang salah," sahut Risa memotong perkataan Leta.
"Oke, kita memang salah, apa kamu benar ingin bercerai, tidak bukan? Kamu sedang hamil, dan aku tahu kamu juga sangat mencintai Anton, seperti Anton mencintaimu. Apa kamu tidak berniat untuk menerima semua ini? Dan kita jalani seperti biasa, seperti awal kamu tidak tahu jika Anton sudah menikah?"
__ADS_1
Pertanyaan Leta membuat Risa langsung menatap kearahnya.
"Tidak semudah itu, coba kamu yang berada disisiku,"
"Aku akan menerima dengan senang hati, toh istri pertamanya yang menyuruhnya menikah,"
"Apa kamu sudah gila?" tanya Risa setelah mendengar pernyataan Leta.
"Tidak, harusnya kamu juga sepemikiran denganku Ris, Anton dan kamu sama-sama saling mencintai, dan aku juga bahagia melihat kalian saling mencintai,"
"Apa kamu tidak cemburu?" pertanyaan yang lolos begitu saja dari bibir Risa.
"Tidak, untuk apa?"
"Aku rasa kamu tidak waras," jawab Risa sambil mengelengkan kepalanya.
"Anggap saja begitu, jadi tetaplah bersama dengan Anton, agar dia terlepas dari orang tidak waras seperti aku. Dan aku yang akan bercerai dengannya," ucapan yang keluar dari wanita yang sangat mencintai seorang suami, yang ingin melihat suaminya bahagia, tidak seperti barusan, dimana Leta melihat Anton bersedih saat Risa mengatakan kata cerai.
"Apa maksudmu?"
Bersambung............
__ADS_1