
Kebahagiaan menyelimuti keluarga kecil Anton dan juga Risa, setelah keduanya kembali bersama.
Begitu pun dengan kedua orang tua Anton dan juga ibu Ria, yang juga ikut bahagia melihat anak-anak mereka kembali bersama dan bahagia.
Namun, tidak dengen Neta, yang tidak menyukai rumah tangga kakak angkatnya tersebut.
Dan dia yang sedang berada di ruang makan, karena malam ini Anton dan juga Risa mengadakan makan malam untuk seluruh anggota keluarga, langsung beranjak dari duduknya.
Membuat mama Marta yang duduk tepat disampingnya, langsung menoleh pada anak angkatnya tersebut, yang dia sayangi seperti anaknya sendiri.
"Sayang, mau ke mana? Makanan kamu belum habis,"
"Sudah kenyang Ma," jawabnya, dan dengan segara meninggalkan ruang makan tanpa berpamitan pada Anton selaku Tuan rumah.
"Ada apa dengannya Ma, kenapa akhir-akhir ini dia berubah?" tanya Anton.
"Entahlah, tapi mama denger, dia baru saja putus dari kekasihnya, mungkin dia sedang patah hati, jadi akhir-akhir ini selalu marah-marah tidak jelas," jawab mama Marta.
"Oh, kapan dia akan dewasa, masa putus cinta saja seperti ini," sahut Anton dan kembali menyantap makan malam yang ada di hadapannya.
Lalu dia menoleh pada sang istri yang duduk tepat disampingnya, karena Risa baru saja memcubit pahanya.
"Apa kamu sedang menyindir aku, Mas?" bisik Risa, membuat Anton langsung menautkan keningnya.
__ADS_1
"Maksud kamu?"
"Tadi kamu bilang tidak dewasa, apa pas aku kemarin pergi dari rumah, juga tidak dewasa?" bisik Risa lagi, dan kali ini membuat Anton langsung tersenyum.
"Menurut kamu?" tanya Anton yang juga berbisik.
"Aku sedang bertanya Mas, kenapa Mas Anton bertanya balik?"
"Nanti aku jawab di kamar,"
"Kenapa tidak di jawab sekarang saja?"
"Nanti ada perang dunia ke dua,"
"Apa maksud Mas Anton?"
Sedangkan itu, Neta yang baru saja masuk ke dalam mobilnya, langsung memukul setir pengemudi. "Sialan!" kesal Neta. Untuk mengungkapkan perasaannya saat ini, ketika melihat Anton dan juga Risa kembali bersama, dan kebahagiaan terpancar dari keduanya. "Ini tidak bisa di biarkan, harus menunggu sampai kapan Anton jadi milikku!" ucapanya kesal.
Padahal beberapa waktu lalu, saat Leta meninggal dan juga Risa pergi dari rumah, dan ingin bercerai dengan Anton, Neta begitu bahagia, karena selama ini dia memendam cinta untuk kakak angkatnya sendiri, dan perasaan itu hadir, jauh sebelum Anton menikahi Leta.
Tentu saja dia bahagia, karena orang yang di cintai Anton semua, pergi meninggalkannya.
Apa lagi dia tahu, Leta pergi untuk selamanya, hal yang selalu dia inginkan. Melihat Leta meninggal dunia, meskipun meninggal bukan karenanya, melainkan karena penyakit yang di derita.
__ADS_1
Mengingat lagi, kecelakaan mobil yang pernah dialami Leta beberapa tahun lalu, seratus persen adalah salah Neta, dan dia yang merencanakan kecelakan itu, karena dia tidak menyukai kebahagian Anton dan juga Leta.
Dan dari kejadian itu, Neta yang jahat berkamuflase menjadi baik pada Leta, yang ternyata tidak meninggal dunia sesuai harapannya, hanya semata mata, agar kejahatannya yang sudah dia rencanakan untuk membunuh kakak iparnya tidak terbongkar.
"Sial, setelah lumpuh itu meninggal, masih ada saja yang menghalangi aku untuk mendapatkan Anton, oke kita mulai permainan baru, kakak iparku!" ucap Neta diakhiri dengan menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya. "Tunggu apa yang akan aku lakukan, karena Anton hanya milikku, sudah cukup untukku memendam rasa ini,"
*
*
*
Seminggu berlalu, hanya kebahagiaan yang menyelimuti Anton dan juga Risa.
"Sayang, mau ke mana?" tanya Anton ketika melihat sang istri, kembali lagi ke meja makan setelah menghabiskan sarapan, dan kini sudah memakai pakaian yang rapi, dengan satu tas di satu tangannya.
"Pergi,"
"Ke mana? Dengan siapa?"
"Aku dong, siapa lagi," sahut Neta yang tiba-tiba sudah berada di ruang makan. "Hari ini aku ingin mengajak kakak ipar berbelanja,"
"Benar sayang, maaf tidak memberi tahu kamu sebelumnya," sambung Risa yang kini mengecup pipi Anton. "Aku pergi dulu, dadah," ujar Risa dan ingin meninggalkan sang suami, tapi pinggangnya langsung ditahan oleh Anton.
__ADS_1
"Oke, hati-hati ya," ujar Anton, karena sekarang Neta dan juga Risa sangat dekat, dan kini Anton mencium perut Risa, lalu beranjak dari duduknya untuk mencium keningnya.
Bersambung.............