Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Jangan Dengarkan


__ADS_3

Ibu Ria menatap ke sumber suara, lalu menautkan kedua alisnya, melihat wanita yang baru saja dia lihat, kini mendekatinya dan juga Anton.


"Siapa dia?" tanyanya penasaran.


"Neta, Bu. Adik aku," jawab Anton memperkenalkan adik angkatnya tersebut, yang baru kembali.


Ibu Ria hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi apa yang Anton katakan.


Neta yang sudah mendekati Anton, kini menarik tangannya untuk menjauh dari Ibu Ria, membuat ibu Ria kini menuju kamar sang cucu.


"Net, kapan kamu datang?"


"Apa kamu tidak lihat?"


"Maksudnya kapan kamu kembali?" tanya Anton, pasalnya saat Leta meninggal saja, Neta tidak menghadiri acara pemakamannya, karena sedang ada acara di kampusnya yang tidak bisa dia tinggal.


"Tadi pagi, oh ya, jangan dengarkan wanita tua tadi,"


"Bicara yang benar, dia Ibu mertuaku,"


"Iya, aku juga tahu,"

__ADS_1


"Jadi kamu harus sopan padanya,"


"Iya," sahutnya dengan enggan. "Lebih baik kamu tetap dalam pendirian kamu,"


Ucapan Neta membantu Anton langsung menautkan kedua alisnya. "Maksud kamu apa Net,"


"Sudah benar kamu mengiyakan apa yang Risa inginkan, jangan berjuang untuk mendapatkan cintanya lagi, dia wanita yang egois,"


"Kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Kamu pikir sendiri, hanya karena masalah seperti ini dia kabur darimu, dan mengatakan kata cerai, wanita macam apa dia," ujar Neta yang sangat tahu masalah apa yang sedang dialami oleh rumah tangga Anton.


"Iya, aku juga tahu. Tapi tidak segitunya kali, kan bisa di bicarakan dengan baik-baik,"


"Tapi..."


"Sudahlah, aku mendukung kamu untuk berpisah dengannya, kamu tidak pantas dengan wanita egois seperti dia, lebih baik kamu bantu aku untuk mengurus brand milik kak Leta, aku belum mampu mengurus bisnis," pinta Neta, karena brand milik Leta sekarang diambil alih olehnya, dan juga kerabat Leta yang lain.


"Aku masih mencintainya, mungkin jika aku tidak bersama dengannya, aku tidak bisa lagi menjalani hidup," sambung Anton benar adanya.


"Alah cinta, persetan dengan cinta, buktinya saat kamu masih bersama dengan Leta, kamu menikah dengan wanita tidak tahu diri itu," sahut Leta yang begitu kesal dengan Risa untuk kejadian ini, karena kabur dan mengatakan kata cerai saat ada masalah, bukannya menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


Anton tidak lagi menimpali apa yang adik angkatnya katakan, karena benar, saat masih bersama dengan Leta, Anton juga mencintai Risa dan menikahinya, terlepas dari desakan dari istri pertamanya yang terus membujuknya untuk menikah lagi.


"Heh, kenapa hanya diam saja, benar apa yang aku katakan bukan, jangan percaya cinta. Cinta itu hanya menyakitkan!"


"Karena kamu tidak pernah merasakan apa itu cinta,"


"Aku lebih dulu merasakan apa itu cinta di banding kamu, dan cinta itu memang sangat menyakitkan, apa lagi orang yang kita cintai malah memilih orang lain di banding aku," ungkap Neta. "Eh, kenapa aku mengatakan ini padamu, sangat tidak penting, padahal tujuan awal aku kesini, hanya ingin kamu dengan keputusan yang sudah kamu ambil,"


"Kenapa kamu bicara seperti itu, sayang?" tanya mama Marta yang baru datang, dan mendengar perbincangan kedua anaknya.


"Eh ada mama," sambung Neta. "Lagian untuk apa mempertahankan wanita egois seperti dia Ma, karena sampai kapan pun, wanita itu akan selalu egois, aku tidak ingin kakakku berjuang hanya demi wanita egois, masih banyak wanita di luar sana yang pantas untuk Kakak," ujar Neta.


"Bukan seperti itu, sayang. Risa pantas marah untuk kejadian ini,"


"Alah, kekanak kanakan itu namanya, Ma. Ah sudahlah, aku pergi dulu," sambungnya dan langsung pergi meninggalkan Anton dan juga sang mama.


"Jangan dengarkan apa yang adik kamu katakan, mama dengar dia baru saja putus cinta," ujar mama Marta.


Namun, tidak mendapat tanggapan dari Anton yang hanya diam, sambil mencerna semua ucapan yang terlontar dari adik angkatnya.


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2