Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Cara Keji


__ADS_3

"Aku ingin kamu, Ton. Tidak ada yang lain," batin Neta lagi sambil menatap wajah Anton, dan ingin memeluknya, tapi dia tahan, tidak ingin terlihat jelas jika dia menginginkan kakak angkatnya.


"Hei, adikku sayang, kenapa diam saja, katakan pada kakakmu ini, kamu ingin apa?"


"Aku sudah memiliki semuanya, apa kamu lupa, aku adalah bagian dari keluarga Japote, yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan," jawab Leta. "Sudahlah aku pulang," Neta pun langsung meninggalkan sang kakak di teras rumahnya menuju mobil miliknya yang terparkir di halaman rumah sang kakak, tentu saja membuat Anton segera masuk ke dalam rumah untuk menemui sang istri, yang sangat dia rindukan untuk hari ini.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan, jika aku tidak bisa memisahkan kalian dengan cara halus, cara keji pun akan aku lalukan, aku sudah bosan menderita dengan rasa cinta yang aku miliki ini, Ton," ucap Neta sebelum masuk kedalam mobil, tanpa mengetahui ucapannya tersebut telah di dengar oleh seseorang.


*


*


*


Tidak berselang lama, Neta akhirnya tiba di rumah, ketika papa dan juga mama angkatnya sedang menikmati makan malam.


"Sayang, kamu sudah pulang? Sini kita makan malam bersama," ajak mama Marta


"Masih kenyang, Ma," tolak Neta.

__ADS_1


"Oh ya, ke mana tadi kamu membawa Risa? Tahu tidak, kakak kamu itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya, seharian menghubungi mama hanya karena ingin tahu kamu membawa istrinya ke mana," ujar mama Marta. "Lagian juga kenapa ponsel kalian di matikan,"


"Sengaja kita matikan Ma, tadi kita sempat menonton bioskop, sudah ya Ma, aku ke kamar dulu, selamat malam Mama, Papa," ucap Neta yang langsung melangkahkan kakinya yang sempat terhenti menuju kamarnya.


Neta yang baru selesai membersihkan diri, dan baru keluar dari dalam ruang ganti, begitu terkejut ketika melihat ada papa Martin di dalam kamarnya sedang berdiri di depan jendela sambil menatap keluar jendela.


"Pa, kenapa Papa ada disini?" tanya Leta.


Alhasil membuat papa Martin kini membalik tubuhnya untuk menatap pada putri angakatnya yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri, dan kini papa Martin mendekati Neta yang sudah duduk di pinggiran tempat tidurnya.


"Ada yang ingin papa bicarakan denganmu, Net,"


"Kembalilah ke luar negeri,"


"Pa, aku sudah lulus s3. Dan aku ingin tetap berada disini," tolak Neta.


"Untuk apa kamu tetap berada disini, bukannya kamu harus mengurus brad fashion milik Leta,"


"Aku bisa mengurusnya dari sini, dan sesekali aku akan kesana untuk memantaunya, lagian tidak lama lagi aku ingin mendirikan cabang fashion itu disini,"

__ADS_1


"Papa mohon, kembali ke sana,"


"Kenapa papa bicara seperti itu? Apa papa tidak ingin aku tinggal dengan kalian, jika kalian tidak ingin aku tinggal disini, aku akan tinggal di apartemen aku,"


"Bukannya papa tidak kamu tinggal disini, hanya saja papa ingin kamu menjauh dari kakakmu. Papa tahu kamu memiliki perasaan lebih dari hanya sekedar perasan seorang adik pada kakaknya,"


Tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh sang papa, membantu Neta langsung menoleh padanya, sambil menautkan kedua alisnya, merasa bingung kenapa sang papa tahu perasaan apa yang dia miliki untuk Anton.


Tentu saja papa Martin tahu perasaan putri angkatnya pada putranya sendiri, dan papa Martin tahu sudah sejak lama jika Neta mencintai Anton, lebih dari sekedar cinta dari adik pada kakaknya. Dari beberapa buku harian yang pernah di tulis oleh Neta. Namun, papa Martin awalnya tidak percaya, karena dia pikir itu hanya lelucon.


Tapi dengan berjalannya waktu, hingga saat ini, tanda-tanda itu terlihat jelas oleh papa Martin, jika Leta mencintai Anton, dengan beberapa kali melihat Neta menciumi foto Anton di dalam kamarnya sambil mengungkapkan perasaannya.


"Papa bicara apa sih, jangan mengada ada,"


Papa Martin kini meraih tangan Neta, lalu menggenggamnya dengan sangat erat, ketika sudah duduk tepat disamping.


"Katakan pada papa yang sejujurnya, Net,"


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2