Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Kamar Kita


__ADS_3

"Jika kamu mau, besok kita pindah ke rumah yang lebih besar," ucap Anton, saat Risa akhirnya juga naik ke atas kasur, karena tidak memiliki pilihan lain.


Namun, Risa tidak menanggapi apa yang baru saja Anton katakan.


"Ris, bagaimana? Aku tahu kamu belum tidur,"


"Aku tidak bisa mengambil keputusan sekarang," jawab Risa yang tidur membelakangi Anton yang sedang memeluk Nans sang putri.


"Baiklah, aku tunggu keputusan kamu besok," ujar Anton dan langsung memejamkan matanya, saat kantuk mulai menyerang dan tidak bisa diajak kompromi lagi, ketika tubuhnya terasa pegal, mengingat lagi, tadi pulang malam karena dia sedang mempersiapkan rumah untuk Risa.


*


*


*


Setelah berpikir dengan sangat matang, dan juga karena desakan dari sang ibu. Akhirnya Risa mau pindah ke rumah yang sudah disediakan oleh Anton, rumah yang cukup besar, yang memiliki dua lantai dengan bangunan modern.

__ADS_1


Tapi hanya Risa dan juga Nana yang pindah, tidak dengan Ibu Ria yang tetap tinggal di rumahnya sendiri, meskipun Anton sudah memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya.


"Ini rumah kita Ris," ucap Anton saat memasuki rumah barunya.


Namun, tidak mendapat tanggapan dari Risa yang berdiri tepat disampingnya. Dan Risa tidak kaget dengan rumah tersebut, karena memang sang suami adalah orang kaya, tentu saja dia bisa membeli rumah yang besar.


"Wow besar, aku bisa lari larian," kata Nana yang berada di gendongan Anton.


"Tentu, sayang. Dan ya, papa akan menunjukkan di mana kamar Nana, dan menemani Nana tidur siang, mau kan, tidur di temani papa, seperti semalam?"


"Mau," ucap Nana lalu mencium pipi Anton. "Aku sayang Papa,"


Dan kedekatan Anton dan juga Nana membuat Risa merasa senang, melihat putri kecilnya tersebut sangat bahagia, tidak seperti sebelum Anton datang.


"Ris, aku juga akan menunjukkan dimana kamar kamu, ayo ikut,"


Tanpa mengatakan apa pun, Risa langsung mengikuti langkah Anton, dan langsung masuk ke dalam kamar yang baru saja di buka oleh sang suami.

__ADS_1


Tentu hanya seorang diri masuk ke dalam kamar tersebut, karena Anton membawa sang putri menuju kamar barunya.


Risa mengedarkan pandangannya keseluruh kamar dimana sekarang dia berada, kamar yang sangat luas, dengan kamar mandi, dan juga ruang ganti yang berada di dalamnya.


Setelah puas mengedarkan pandangannya dan menyusuri setiap jengkal ruangan tersebut, kini Risa menuju tempat tidur yang cukup besar, dan mendudukan bokongnya diatas kasur, bertepatan dengan pintu kamar tersebut di buka dari luar, oleh Anton, yang langsung masuk ke dalam kamarnya sambil mengukir senyum kearah Risa, yang kini beranjak dari duduknya.


"Mungkin Nana sudah sangat mengantuk, baru saja aku akan menyanyikan lagu pengantar tidur, eh dia sudah terlelap," ujar Anton yang kini berjalan mendekati Risa. "Bagaimana, apa kamu suka kamar kita? Aku sendiri yang memilih interiornya,"


"Kamar kita?" tanya Risa menanggapi apa yang baru saja Anton katakan.


"Iya, ini kamar kita,"


Tentu, tanpa mengatakan apa pun lagi, Risa segera melangkahkan kakinya, ingin keluar dari dalam kamar tersebut, karena dia tidak ingin tidur satu kamar dengan Anton sang suami.


Mamun, baru beberapa langkah ingin menuju pintu, Risa menghentikan langkahnya, saat satu tangannya di cekal oleh Anton.


Dan alangkah terkejutnya Risa, karena Anton sekarang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Ris, beri aku kesempatan untuk menunjukkan padamu, betapa besarnya cintaku padamu, aku mohon Ris," ucap Anton, membuat Risa hanya diam membeku, mendapat pelukan tiba-tiba dari Anton, dan pelukan pertama dari seorang pria, selain mantan suaminya, dan entah mengapa pelukan tersebut terasa nyaman dibanding dengan pelukan mantan suaminya dulu. "Ris, aku mohon, beri aku kesempatan itu,"


Bersambung................


__ADS_2