Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Bagaimana Denganku?


__ADS_3

Risa menautkan dahinya mendengar pertanyaan salah satu wanita yang ada di hadapannya. "Apa mereka sudah mengetahui, jika aku dan juga Mas Anton sudah menikah," batin Risa, lalu mengambil ponsel yang baru disodorkan olah wanita yang masih berada didapannya, karena dia begitu penasaran mereka ingin menunjukkan apa padanya.


"Heh, kenapa diam saja, sebenarnya kamu sudah tahu kan, jika pak Anton sudah menikah,"


Namun, Risa tidak menanggapi apa yang baru saja wanita yang ada di hadapannya katakan, karena Risa sedang fokus menatap pada layar ponsel, dimana memperlihatkan sang suami sedang berfoto dengan seorang wanita cantik.


"Ini informasi akurat, Ris. Wanita itu istri yang belum lama pak Anton nikahi, kamu sekretarisnya masa tidak tahu,"


Dan kali ini Risa mengembalikan ponsel yang ada ditangannya pada pemiliknya, sambil mengukir senyum.


"Maaf aku tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain, jika pak Anton sudah menikah apa ada masalah dengan kalian? Tidak bukan? Sudahlah, lebih baik kalian kembali bekerja, ini kantor tempat kalian bekerja, bukan untuk menggosip," ucap Risa yang kini langsung meninggalkan ketiga wanita yang masih menatap layar ponselnya. Dan Risa sangat tahu, jika wanita yang berfoto dengan sang suami, adalah adik angkat Anton yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, meskipun Risa belum pernah bertemu, hanya melihat fotonya yang ada di rumah mertuanya dimana beberapa kali dia berkunjung.


Baru saja Risa mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya, ponselnya berdering, membuatnya langsung mengambil benda pilih itu dari dalam tasnya, lalu mengukir senyum saat tahu siapa yang menghubunginya.


"Ada apa lagi Mas?!" tanya Risa ketika sudah mengangkat sambungan ponselnya, dan kembali lagi Anton sang suami yang menelponnya, dan entah sudah berapa puluh kali selapas kepergiannya tadi padi ke luar negeri, dia terus menghubungi Risa, hanya untuk menanyakan hal yang tidak terlalu penting, dari sedang apa, sudah dimana, makannya banyak atau tidak, dan masih banyak yang hal lainnya yang tidak penting untuk di tanyakan.


"Kangen," jawab Anton dari balik sambungan ponselnya.


Tentu saja hal itu membuat Risa langsung menggelengkan kepalanya sambil mengukir senyun, mendengar apa yang dikatakannya oleh sang suami.


"Mas, baru berapa jam kamu pergi, jangan mengada ada,"


"Beneran,"


"Apa Mas sudah sampai?"

__ADS_1


"Baru tiba di hotel, dan besok langsung balik,"


"Loh, bukannya Mas..."


"Aku tidak bisa jauh darimu," sambung Anton memotong perkataan Risa.


"Jangan buru-buru, selesaikan pekerjaan dengan benar, aku tidak akan lari, Mas," ledek Risa tak lupa senyum terus menghiasi bibirnya.


"Vc,"


"Mas, ini di kantor. Aku tidak mau, lagian aku banyak pekerjaannya,"


"Yah," suara kekecewaan terdengar jelas dari bibir Anton.


"Nanti, kalau pekerjaan aku sudah selesai, aku vc, Mas," ujar Risa untuk mengobatiku kekecewaan sang suami.


"Iya, ya sudah ya Mas, aku matikan dulu,"


"Cium dulu," suara manja Anton dari balik sambungan ponsel, yang langsung di ikuti oleh Risa.


Setelah mematikan sambungan ponselnya, dan ingin membuka laptop yang ada di hadapannya, tiba-tiba Risa merasakan pusing.


"Kenapa denganku," ucapnya sambil memijat keningnya sendiri untuk menetralkan rasa pusingnya.


"Mbak, ada yang bisa aku bantu?" tanya Ob yang baru saja mendekati Risa.

__ADS_1


"Tolong buatkan aku teh hangat, dan juga bawakan aku minyak angin," pinta Risa, yang mengira pusing yang dirasakannya karena masuk angin, efek selalu begadang setiap malam.


"Baik, Mbak,"


*


*


*


Sementara itu, di tempat lain, seorang wanita cantik dengan pakaian serba minim, sedang berdiri sambil mengerucutkan bibirnya, tak lupa melipat kedua tangannya, menatap Anton yang baru selesai menelpon.


"Ya ampun, mengagetkan saja, sejak kapan kamu ada di situ?" tanya Anton pada wanita tersebut.


Namun, tidak di jawab oleh wanita itu yang sekarang menghampiri Anton, dimana dia sedang duduk di sofa yang ada di kamar hotel tempatnya akan menginap.


"Apa hanya istrumu itu yang kamu rindukan, bagaimana denganku?"


"Tentu saja aku merindukan kamu, tapi lebih banyak merindukan istriku,"


"Jahat," sambung wanita tersebut yang kini memeluk tubuh Anton, ketika dia sudah beranjak dari duduknya.


Bersambung..................


WARNING!!!!!!!!!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen di setiap bab ya guys, tenang, tidak bayar kok hehehe.


__ADS_2