Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Jangan Egois


__ADS_3

Risa tidak peduli pada apa yang mama Marta dan juga Papa Martin katakan, yang ingin Risa kembali pada Anton.


Membuatnya langsung meninggalkan ruang tamu, membiarkan kedua mertuanya berbincang dengan sang ibu.


Melihat hal itu, Leta yang juga berada di ruang tamu, segera mengikuti Risa dari belakang, dimana dia masuk ke dalam kamarnya.


"Pergi dari kamarku!" perintah Risa, saat tahu Leta mengikutinya sampai ke kamar.


Bukannya mengikuti Risa, Leta kini mendekati Risa yang sudah duduk di pinggiran tempat tidur.


"Aku bilang, pergi!"


"Kamu jangan egois seperti ini, Ris. Kami tahu, kami memang salah, karena tidak memberi tahu dari awal tentang semua ini, tapi aku tahu kamu memiliki cinta yang besar untuk Anton, sama besarnya dengan cinta Anton padamu, jadi kembalilah padanya, dan jangan egois seperti ini, ingat buah cinta kalian, jangan mengorbankan anak yang belum lahir, hanya karena kamu egois, dan ya, jangan juga membuat Nana kehilangan sosok seorang ayah lagi," ucap leta panjang Lebar, berharap Risa tidak menggugat cerai Anton.


Namun, Risa tidak ingin menanggapi apa yang Leta katakan.

__ADS_1


"Ris, aku tahu tidak mudah untuk kamu memaafkan Anton, dan juga kami, karena kebohongan ini, tapi kamu harus tahu satu hal, yang orang lain tidak tahu," Leta yang duduk di kursi roda tepat dihadapan Risa, coba untuk menggenggam tangan madunya tersebut, sebelum Risa menjauhkan tangannya dari Leta.


Membuat Leta langsung mengukir senyum, dan sekarang dia membuka rambut palsu yang selama ini dia gunakan untuk menutupi kepalanya yang tidak di tumbuhi rambut.


Tentu saja melihat kapala Leta botak, membuat Risa langsung menautkan kedua alisnya.


"Hidupku, hanya tinggal menghitung hari, Ris mungkin juga detik," ucap Leta yang ternyata sudah lama mengidap penyakit kanker tulang, dan sekarang sudah stadium akhir, meskipun dia sudah berobat, tapi tidak membuat dirinya bisa sembuh, dan penyakit yang Leta derita, Anton sang suami dan juga keluarganya tidak ada yang tahu, karena Leta menutupi penyakit yang di derita dengan sangat rapat.


Dan alasan selama ini menyuruh suaminya untuk menikah adalah, karena Leta tahu, dia tidak akan lama lagi hidup di dunia ini.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu Mas Anton tentang semua ini?" tanya Risa yang sedikit tersentuh dengan apa yang dialami oleh Leta.


"Aku tidak ingin merusak kebahagiaannya hidup bersama dengan kamu,"


"Tapi dia akan bersedih jika tahu,"

__ADS_1


"Hanya sesaat, karena dia sangat mencintai kamu, dan ada kamu di sampingnya, maka dari itu, tetaplah bersama dengan Anton, terlepas dari apa yang sudah dia lakukan padamu, aku tahu jika dia mencintai seseorang, dia akan mencintai sepenuh hati, seperti cintanya padamu sekarang ini,"


Risa hanya diam, tanpa mengatakan apa pun.


"Ris, aku mohon, jangan bercerai dengan Anton, aku mohon padamu,"


"Aku..." Risa tidak jadi meneruskan ucapannya, karena tiba-tiba Leta memeluknya dengan sangat erat.


"Aku mohon, tetap bersama dengan Anton untuk selamanya, dan maafkan dia atas kebohongan ini, bukannya sebaik baiknya manusia adalah memaafkan, dan aku tahu, kamu adalah seorang wanita pemaaf, apa lagi memaafkan pria yang kamu cintai,"


Risa kembali, tidak menanggapi apa yang Leta katakan, dan langsung menautkan keningnya, ketika menyadari tidak ada pergerakan dari Leta yang masih memeluknya.


"Leta," panggil Risa coba melepas pelukan Leta, dan benar saja Leta sudah tidak sadarkan diri, membuat Risa langsung berteriak meminta tolong.


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2